Hukum Mengucapkan Selamat Natal


Menjelang perayaan hari raya natal selalu muncul diskusi tahunan soal hukum mengucapkan selamat hari natal kepada kaum kristiani.

Secara implisit sebenarnya tidak ada dalil berupa ayat ataupun hadits yang secara langsung menyebut bahwa mengucapkan selamat natal hukumnya haram. Maka dari itu muncul banyak tafsir mengenai hal tersebut sebagai berikut:

Pertama:

Bahwa mengucapkan selamat Hari Natal hukumnya adalah haram karena perayaan ini adalah bagian dari syiar-syiar agama mereka.

Pendapat ini beralasan bahwa di dalam ucapan selamat kepada mereka adalah tasyabbuh (menyerupai) dengan mereka dan ini diharamkan.

Di antara bentuk-bentuk tasyabbuh :

  1. Mengakui keyakinan mereka.
  2. Ikut serta didalam hari raya (ibadah) tersebut.
  3. Ikut serta mensyiarkan perayaan tersebut.

Pendapat tentang keharaman tersebut adalah klompok ahli dhohir, tektualis, konservatif dan ulama’ seperti Ibnu Taimiyah, Ibnul Qoyyim dan para pengikutnya seperti Syeikh Ibn Baaz, Syeikh Ibnu Utsaimina dan yang lainnya

Kedua

Ulama kontemporer justru berpendapat sebaliknya. Mereka membolehkan mengucapkan selamat Hari Natal. Di antaranya pendapat Syeikh Yusuf Al Qaradhawi dan Syaik Mohamad Rasyid Ridha bahwa perubahan kondisi global menjadikan pendapat dirinya berbeda dengan Ibnu Taimiyah di dalam mengharamkan pengucapan selamat hari-hari Agama selain Islam.

Yusuf al Qaradhawi membolehkan pengucapan itu dengan syarat mereka (orang-orang Nasrani atau non muslim lainnya) adalah orang-orang yang cinta damai terhadap kaum muslimin, terlebih lagi apabila ada hubungan khusus antara dirinya (non muslim) dengan seorang muslim, seperti : kerabat dekat, tetangga, teman kerja dan lainnya.

Hal ini termasuk perilaku baik yang tidak dilarang Allah SWT bahkan dicintai-Nya sebagaimana Dia mencintai berbuat adil. Firman Allah SWT

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ

“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.” (QS. Al-Mumtahanah: 8)

Baca Juga:  Dasar Hukum Mencium Jempol dan Mengusapkannya Pada Kedua Mata

Pendapat ketiga

Ormas Islam di Indonesia belum ada yang secara langsung mengatakan haram atau boleh. Pendapat MUI menyebutkan bahwa menggunakan atribut dan ikut merayakan hukumnya haram, tapi jika sekedar ikut mengucapkan selamat tidak terlihat di dalam pembahasan, menurut Muhammadiyah “dianjurkan untuk tidak mengucapkan”, dan NU mengatakan bahwa itu masalah ijtihadiyah yang masih membuka perbedaan sudut pandang. (ful)

Ustadz Fauzan Amin

Penulis adalah Ketua Ikatan Sarjana Quran Hadits Indonesia

 


Like it? Share with your friends!

What's Your Reaction?

Tidak Suka Tidak Suka
0
Tidak Suka
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Terkejut Terkejut
0
Terkejut
Wow Wow
0
Wow
Bingung Bingung
0
Bingung
Marah Marah
0
Marah
Suka Suka
0
Suka
Harakatuna

Harakatuna merupakan media dakwah yang mengedepankan nilai-nilai toleran, cerdas, profesional, kritis, faktual, serta akuntabel dengan prinsip utama semangat persatuan dan kesatuan bangsa yang berdasar pemahaman Islam: rahmat bagi semua makhluk di dunia.