25.7 C
Jakarta

Hukum Membaca Surat Al-Fatihah Dalam Shalat Bagi Makmum

Artikel Trending

Asas-asas IslamFikih IslamHukum Membaca Surat Al-Fatihah Dalam Shalat Bagi Makmum
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com – Seringkali kita mendengar ungkapan masyarakat yang menyatakan bahwa makmum itu tidak perlu membaca Al-Fatihah, karena sudah ditanggung oleh bacaan Imam. Ada juga ungkapan masyarakat yang menyatakan bahwa keuntungan shalat jamaah menjadi makmum adalah diterimanya pahala 27 derajat walaupun tidak membaca Al-Fatihah dalam shalatnya, karena semua telah ditanggung imam. Dari sini, sebenarnya bagaimana hukum membaca surat Al-Fatihah dalam shalat bagi makmum dalam Islam? Apakah wajib atau cukup mendengarkan bacaan Al-Fatihah Imam?.

Untuk menjawab pertanyaan ini, simaklah beberapa pendapat ulama yang kredibel terkait hal ini. Dan menurut pendapat ulama yang kredibel hukum makmum membaca Al-fatihah dalam shalat ada dua

Pertama, Wajib hukumnya bagi makmum untuk membaca surat Al-Fatihah. Dan ini merupakan pendapat mazhab Syafi’iyah

وَتَجِبُ فِيْ كُلِّ رَكْعَةٍ سَوَاءٌ الصَّلاَةُ السِّرِّيَّةُ وَالْجَهْرِيَّةُ وَسَوَاءٌ اْلإِمَامُ وَالْمَأْمُوْمُ وَالْمُنْفَرِدُ لِخَبَرِ الصَّحِيْحَيْنِ: لاَ صَلاَةَ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ.

Artinya: (Membaca al-Fatihah) wajib di setiap rakaat, baik shalat Sirr (Zuhur dan Ashar), ataupun shalat Jahr (Maghrib, Isya’, Subuh dan Jumat), sebagai imam, makmum ataupun sendirian, sesuai dengan hadis riwayat Bukhari Muslim: “Tidak sah shalat orang yang tidak membaca al-Fatihah.”

BACA JUGA  Doa Agar Terhindar dari Sholat Yang Sia-Sia

Kedua, tidak wajib hukumnya bagi makmum untuk membaca surat Al-Fatihah, baik itu shalat Sirr ataupun Jahr, namun saat shalat Sirr disunahkan untuk membaca Al-Fatihah. Dan ini merupakan pendapat mazhab Malikiyah dan Hanabilah

وذهب المالكية والحنابلة، إلى أنه لا تجب القراءة على المأموم سواء كانت الصلاة جهرية أو سرية لقول النبى صلى الله عليه وسلم: من كان له إمام فقراءة الإمام له قراءة، ونصوا على أنه يستحب للمأموم قراءة الفاتحة فى السرية.

Artinya: “Malikiyah dan Hanabilah berpendapat tidak wajib membaca Al-Fatihah bagi makmum baik itu dalam salat Jahr ataupun Sirr. Sebagaimana sabda Nabi Saw, “Barang siapa yang mempunyai imam (ketika salat) maka bacaan imam menjadi bacaannya.” Mereka bernas untuk menganjurkan bagi makmum membaca Al-Fatihah dalam keadaan Sirr”

Hukum Membaca Surat Al-Fatihah Dalam Shalat Bagi Makmum di Indonesia

Jika merunut sejarah dan perkembangan Islam yang masuk ke Indonesia, jelas Islam yang berkembang di Indonesia adalah menganut mazhab Syafi’iyah. Oleh karenanya, menurut hemat penulis bagi orang Indonesia, wajib hukumnya membaca Al-Fatihah bagi makmum baik itu shalat Sirr ataupun Jahr, baik itu jadi imam, makmum ataupun shalat sendirian. Wallahu A’lam Bishowab

Ahmad Khalwani
Ahmad Khalwani
Penikmat Kajian keislaman

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru