HTI Sumenep Akan Gelar Acara, PC PMII Ancam Segel Kantor Kemenag

Alif Rofiq, Ketua Umum PC PMII Sumenep dengan latar lambang organisasinya.

HTI Sumenep Akan Gelar Acara, PC PMII Ancam Segel Kantor Kemenag

Harakatuna.com. Sumenep. Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Sumenep, mengambil langkah tegas untuk menyikapi acara yang akan digelar oleh Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Sumenep. Acara tersebut rencananya akan digelar di kantor Kemenag Sumenep pada hari Ahad, (26/02/2017).

Alif Rofiq, Ketua Umum PC PMII Sumenep, dengan tegas menolak keras acara yang akan diselenggarakan oleh HTI Sumenep ini, pasalnya saat ini banyak organisasi massa yang mulai mengajarkan paham khilafah. Ormas seperti ini bahkan terang-terangan tak mengakui lagi Pancasila yang merupakan dasar negara kesatuan Republik Indonesia.

“Menerima HTI sama saja mengingkari perjuangan para funding father yang telah mengorbankan jiwa dan raganya untuk kemerdekaan dan kesatuan NKRI,” tegasnya. Jumaat, (24/02).

Sebagaimana ramai diberitakan di media sosial, bahwa, HTI (Hizbut Tahrir Indonesia) Kabupaten Sumenep akan menggelar acara Training Remaja Muslim bertajuk Be a Great  Leader‘n Personality dan Talk Show Inspiratif: Remaja Smart, Remaja Anti Gaul Bebas yang akan diadakan Ahad, (26/02/2017) di Aula Kantor Kemenag Sumenep.

Menanggapi hal tersebut, Alif berharap Kemenag mengkaji ulang, karena dia menganggap, selama ini HTI menghendaki Indonesia untuk dijadikan negara islam. Dan itu sangat bertentangan dengan Ideologi bangsa Indonesia yang menjadikan Pancasila satu-satunya Ideologi Negara ini.

“Saya berharap, pemerintah dalam hal ini Kemenag Sumenep untuk membatalkan acara tersebut,” ujarnya.

Sebagaimana permohonan HTI melalui surat Nomor 21/HTI Sumenep/B/2/2017 kepada Kepala Sekolah agar mengirimkan delegasi (perwakilan) siswa/i-nya untuk mengikuti acara tersebut, dan mengumumkan kepada seluruh siswa agar ikut, karena acara ini bersifat terbuka untuk umum. Surat tertanggal 20 Februari itu diteken Faruq Hidayatullah, SPd, Lembaga Dakwah Sekolah (LDS) HTI Sumenep.

Baca Juga:  Menghadang Arus Ekstremisme

Menurutnya, pada saat ini Indonesia tengah menghadapi masalah serius, dimana banyak gerakan  yang mengatasnamakan agama. Bahkan lebih parahnya lagi, ada gerakan yang ingin mengubah sistem demokrasi Pancasila dengan sistem khilafah. Gerakan semacam ini, semakin leluasa di negara kita.

Apalagi sampai ada surat permohonan dari HTI kepada Kepala Sekolah agar mengirimkan perwakilan siswa/i-nya untuk mengikuti acara tersebut. “Kami harap, generasi muda untuk tidak di doktrin hal-hal yang berbau radikalisme, apalagi sampai bertentangan dengan Pancasila sebagai Ideologi Negara kita,” jelasnya.

Menanggapi kabar tersebut, PC. PMII Sumenep mengambil langkah tegas, apabila Kemenag tetap mengizinkan acara HTI digelar di Kantor Depag maka pihaknya akan melakukan penyegelan secara paksa, karena Kantor Kemenag milik negara, sedangkan mereka (HTI, red) menolak mengakui Asas dan Ideologi Negara ini. (haz/dan).

JHALA SOTRA NEWS