27.9 C
Jakarta

Hikmah Ramadhan: Tiga Golongan Manusia Merugi

Artikel Trending

Habib yang Menjamur

Dulu, saat saya kecil, di jalan-jalan tidak pernah terpampang baliho. Suasana damai sekali, bahkan tatkala gaduh pun, ya, paling itu karena persoalan biasa. Tidak...

Hukum Menyimpan Tali Pusar Bayi Menurut Islam

Tali pusar adalah jalan yang menghubungkan antara ibu dan bayinya ketika masih dikandungan. Tali pusar ini berfungsi untuk menyalurkan makanan dan oksigen dari ibu...

Rizieq Shihab Mati Langkah?

Pesta penyambutan kepulangan Rizieq Shihab berubah menjadi bencana bagi masa depan perjuangan politik Rizieq Shihab dan kawan-kawan. Belum genap satu bulan menginjak kaki di...

Ampuhnya Doa Orang Puasa

Berbicara tentang manjurnya doa orang puasa sejenak kita akan langsung tertuju pada sebuah hadis dalam Sunan Ibnu Majah yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Amr...

Makna Rahmat dalam Al-Qur’an Al-Karim

Rahmat terdiri dari tiga huruf râ’, hâ’, dan mîm. Menurut Ibnu Faris dalam Maqâyîs al-Lughah setiap kata Arab yang berakar dari tiga huruf râ’,...

Relasi Iman, Keadilan dan Demokrasi ala Cak Nur

Nurcholish Madjid, atau yang biasa dipanggil Cak Nur, dikenal luas sebagai salah satu cendekiawan Muslim terbesar di Indonesia. Pemikirannya merupakan suatu usaha untuk mencari...

Bagaimana Hukum Memberi Nasehat dalam Islam?

Tahukah kalian, mengapa agama merupakan suatu nasehat? Kehidupan seseorang bisa berubah dengan nasehat anda. Jalan kehidupan seseorang juga bisa berubah sedemikian baik lantaran duduk...

Wudhu Menurut aL-Qur’an dan Sunah

Wudhu merupakan ritual penting dalam Islam untuk menjaga kesucian dalam beribadah. Perintah dan dasar landasan berwudhu berangkat dari firman Allah swt dalam QS al-Maidah...

Beruntung dan merugi tidak hanya terjadi di dunia saja. Namun di akhiratpun hal tersebut akan lebih jelas terlihat dan tergambar. Amal perbuatan apa yang menguntungkan dan amal perbuatan apa yang merugikan. Sebagai orang yang beriman, tentu harus bisa memilah-milah untuk tidak mengerjakan perbuatan-perbuatan yang membuat rugi. Baik di dunia, terlebih di akhirat. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam al-Tirmidzi disebutkan:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيَّ وَرَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ فَانْسَلَخَ قَبْلَ أَنْ يُغْفَرَ لَهُ وَرَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ أَدْرَكَ عِنْدَهُ أَبَوَاهُ الْكِبَرَ فَلَمْ يُدْخِلَاهُ الْجَنَّةَ

“Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah SAW bersabda: “kecewa dan merugi orang yang bila namaku disebut dia tidak mengucapkan shalawat atasku, kecewa dan merugi orang yang berkesempatan hidup di bulan ramadhan tetapi tidak terampuni dosa-dosanya, kecewa dan merugi orang yang berkesempatan hidup bersama orang tuanya tetapi dia tidak bisa sampai masuk surga”. (H.R Tirmidzi)

Ubaidullah Al-Mubarakfury dalam kitab Mir’at Al-Mafatih Syarh Misykat Al-Mashabih menjelaskan bahwa maksud dari “رغم أنف” (Sungguh sangat terhina dan rendah), ini adalah sebuah ungkapan. Ungakapan tersebut menunjukkan kepada kiasan tentang puncaknya kehinaan dan kerendahan seseorang, karena ia tidak menggunakan kesempatan sebaik-baiknya. Hadis tersebut menjelaskan, bahwa ada tiga golongan orang yang merugi.

Pertama, yaitu ketika nama Nabi Muhammad SAW disebut, namun tidak menjawabnya dengan shalawat. Membaca shalawat merupakan tanda kecintaan kepada baginda Rasulullah SAW. Rasulullah sangat berhak mendapatkan penghormatan, doa, dan rasa cinta dari umatnya. Karena kemuliaannya yang telah mengantarkan beliau sebagai penghulu para nabi. Bahkan, Allah SWT dan para malaikatnya membacakan shalawat kepadanya atas derajat yang begitu tinggi di antara para makhluk Allah SWT.

Kedua, orang yang berkesempatan hidup di bulan ramadhan tetapi ia tidak terampuni dosa-dosanya. Dalam hal ini, berlalunya bulan Ramadhan namun dosa-dosanya tidak terampuni. Karena ia tidak bertaubat dan tidak mengagungkan bulan Ramadhan dengan bersungguh-sungguh dalam ketaatan agar dosa-dosanya diampuni.

Sungguh sangat merugi seseorang yang mengetahui bahwa ketika ia menahan dirinya dari hawa nafsu selama sebulan pada setiap tahun, dan mengerjakan apa yang diwajibkan baginya termasuk puasa, maka akan diampuni dosanya yang telah lalu. Namun dia malah meremehkan dan tidak beribadah (sebagaimana mestinya) sampai selesai dan berlalu bulan tersebut.

Ketiga, yaitu orang yang berkesempatan hidup lama bersama orang tuanya tetapi dia tidak bisa sampai masuk surga. Sungguh ini perbuatan yang sangat merugi, karena ketika kita hidup lama bersama orang tua, disitu ada banyak peluang rahmat dan ampunan Allah SWT. Seperti dengan menyenangkan dan merawatnya hingga lanjut usia.

Jadi siapa saja yang mendapatkan tiga kesempatan besar ini, baik kesempatan membaca shalawat ketika nama Nabi SAW disebutkan, melewati bulan Ramadhan yang penuh ampunan, hidup lama bersama dengan orang tua. Maka pergunakanlah dengan sebaik mungkin. Karena itu semua merupakan kesempatan emas untuk memperoleh ridho dan ampunan (maghfirah) Allah, agar dimasukkan kedalam surga-Nya.

Ridwan Bahrudin
Ridwan Bahrudin
Alumni Universitas Al al-Bayt Yordania dan UIN Jakarta.

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Ideologi Teroris dan Cara Memberantasnya

Ideologi teroris dan sikapnya dalam dasawarsa mutakhir ini semakin memiriskan. Pemenggalan demi pemenggalan atas nama agama mereka lakukan. Sungguh begitu banyak contoh untuk dibeberkan atau...

Pandemi Covid-19 Tak Kurangi Ancaman Radikalisme

Harakatuna.com. Jakarta-Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyebut pandemi virus korona (covid-19) tidak menghentikan ancaman radikalisme dan terorisme. Hal itu terjadi di...

Serial Kebangsaan (I): Spirit Kebangsaan dan Kelalaian FPI

Sekitar semingguan kemarin, saya dapatkan sebuah buku yang cukup menarik dan tentunya masih relevan dibaca di era sekarang, apalagi buku ini baru saja launching....

Bom Mobil Meledak di Afghanistan, 30 Petugas Keamanan Tewas

Harakatuna.com. Ghazni-Sebuah mobil berisi bom meledak di Provinsi Ghazni, Afghanistan. Setidaknya 30 aparat keamanan tewas akibat ledakan tersebut. Seperti dilansir Reuters, Senin (30/11/2020), Direktur Rumah...

Uang Kertas Mengalami Perubahan Nilai, Bagaimana dengan Mekanisme Pembayaran Hutang?

Sudah kita ketahui bersama bahwa seiring perubahan zaman maka berubah pula nilai sebuah mata uang. Terdapat beberapa kasus yang memiliki inti permasalahan sama, yakni...

Eks Napiter, Haris Amir Falah Sebut Paham Radikalisme Mengancam Pancasila

Harakatuna.com. Solo – Munculnya paham radikalisme ekstrem yang tersebar di wilayah Indonesia mengancam Pancasila dan kedaulatan NKRI. Hal ini perlu diantisipasi, mengingat mereka telah...

Wanita dalam Pusaran Aksi Radikalisme dan Terorisme

Berbagai aksi terorisme dan radikalisme dalam beberapa dasawarsa ini kain “subur” terlebih di era milenial ini. Bergama aksi teror di Indonesia semakin banyak terjadi...