24.2 C
Jakarta

Hikmah Ramadhan: Jangan Biarkan Puasamu Sia-sia

Artikel Trending

Habib yang Menjamur

Dulu, saat saya kecil, di jalan-jalan tidak pernah terpampang baliho. Suasana damai sekali, bahkan tatkala gaduh pun, ya, paling itu karena persoalan biasa. Tidak...

Hukum Menyimpan Tali Pusar Bayi Menurut Islam

Tali pusar adalah jalan yang menghubungkan antara ibu dan bayinya ketika masih dikandungan. Tali pusar ini berfungsi untuk menyalurkan makanan dan oksigen dari ibu...

Ampuhnya Doa Orang Puasa

Berbicara tentang manjurnya doa orang puasa sejenak kita akan langsung tertuju pada sebuah hadis dalam Sunan Ibnu Majah yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Amr...

Rizieq Shihab Mati Langkah?

Pesta penyambutan kepulangan Rizieq Shihab berubah menjadi bencana bagi masa depan perjuangan politik Rizieq Shihab dan kawan-kawan. Belum genap satu bulan menginjak kaki di...

Relasi Iman, Keadilan dan Demokrasi ala Cak Nur

Nurcholish Madjid, atau yang biasa dipanggil Cak Nur, dikenal luas sebagai salah satu cendekiawan Muslim terbesar di Indonesia. Pemikirannya merupakan suatu usaha untuk mencari...

Makna Rahmat dalam Al-Qur’an Al-Karim

Rahmat terdiri dari tiga huruf râ’, hâ’, dan mîm. Menurut Ibnu Faris dalam Maqâyîs al-Lughah setiap kata Arab yang berakar dari tiga huruf râ’,...

Bagaimana Hukum Memberi Nasehat dalam Islam?

Tahukah kalian, mengapa agama merupakan suatu nasehat? Kehidupan seseorang bisa berubah dengan nasehat anda. Jalan kehidupan seseorang juga bisa berubah sedemikian baik lantaran duduk...

Wudhu Menurut aL-Qur’an dan Sunah

Wudhu merupakan ritual penting dalam Islam untuk menjaga kesucian dalam beribadah. Perintah dan dasar landasan berwudhu berangkat dari firman Allah swt dalam QS al-Maidah...

Di bulan Ramadhan ini, setiap muslim memiliki kewajiban untuk menjalankan puasa dengan menahan lapar dan dahaga. Hal itu dimulai dari fajar hingga terbenamnya matahari. Akan tetapi ada di antara kaum muslimin yang melakukan puasa, akan tetapi ia tidak mendapatkan apa-apa kecuali lapar dan dahaga saja yang menghinggapi tenggorokannya. Hal itu yang dahulu pernah diingatkan oleh Nabi SAW dalam hadisnya yang berbunyi:

رب صائم ليس له من صيامه إلا الجوع والعطش

“Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga.” (HR. Ath-Thabraniy)

Melihat penjelasan hadis tersebut, langsung terbesit pertanyaan. Sebenarnya apa di balik ini semua? Mengapa amalan puasa orang tersebut tidak teranggap, padahal ia telah susah payah menahan dahaga mulai dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari? Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, penulis terlebih dahulu ingin menyinggung rukun-rukun tentang puasa. Karena setiap ibadah wajib, mesti memiliki rukun. Karena rukun merupakan ketentuan yang harus dipenuhi dalam melakukan suatu ibadah. Bila tidak terpenuhi, maka ibadah tersebut tidak sah.

Dalam ilmu fikih, rukun puasa hanya ada dua. Pertama niat. Niat puasa Ramadhan merupakan pekerjaan ibadah yang diucapkan dalam hati dengan persyaratan dilakukan pada malam hari dan wajib menjelaskan kefardhuannya. Misalnya, saya berniat untuk melakukan puasa fardlu di bulan Ramadhan tahun ini, atau lengkapnya dalam bahasa Arab sebagai berikut:

 نـَوَيْتُ صَوْمَ غـَدٍ عَـنْ ا َدَاءِ فـَرْضِ شـَهْرِ رَمـَضَانِ هـَذِهِ السَّـنـَةِ لِلـّهِ تـَعَالىَ

“Saya niat mengerjakan ibadah puasa untuk menunaikan keajiban bulan Ramadhan pada tahun ini, karena Allah SWT semata.”

Sedangkan rukun yang kedua adalah menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa. Seperti makan, minum atau hal lainnya yang masuk kedalam tubuh. Selain rukun, perlu diketahui juga, bahwa ada lima perkara yang dapat menyebabkan terhapusnya pahala puasa. Lima perkara tersebut adalah sebagai berikut:

Pertama, al-kadzbu yaitu berdusta atau bohong. Perbuatan ini kerap terjadi di kalangan masyaraka. Misalnya hanya beralasan untuk menghindar dari sebuah kesalahan sehingga dengan mudahnya untuk berbohong. Sebenarnya masalahnya itu kecil dan sepele, tapi tanpa berfikir, diri kita sendiri yang membuat masalah lebih besar dan menutupinya dengan berbohong yang berakibat pahala puasa kita terhapus.

Kedua, al-ghibah yaitu membicarakan kejelekan orang lain. Orang yang pandai ngomongin orang lain ini juga tergolong dari amal yang akan menyebabkan terhapusnya pahala puasa. Oleh karena itu, dalam salah satu maqalah disebutkan “Salamatul insan fii hifdzil lisan”, selamatnya seseorang tergantung orang tersebut dalam menjaga lisannya. Maka dari itu, jagalah lisan kita dari perkara-perkara yang dapat mengurangi bahkan menghapus pahala puasa kita.

Ketiga, an-namimah yaitu mengadu domba. Hal ini sudah tidak asing dalam kehidupan sehari-hari apalagi dalam dunia politik. Partai yang satu menjelekkan partai yang lain, atau ormas yang satu menganggap paling benar dan menjelekkan ormas yang lain, antar organisasi bahkan antar personal. Yang salah dianggap benar, dan yang salah sengaja dibenarkan. Padahal dibalik itu semua terdapat dosa besar yang terkadang diri sendiri tidak merasa bahwa hal tersebut dapat menghapus pahala puasa.

Keempat adalah Sumpah palsu. Penulis tidak mampu menyebutkan satu persatu dari setiap orang, mungkin sekarang cobalah kita instrospeksi diri. Sudah berapa kalikah kita bersumpah atas nama Allah selama hidup khususnya di bulan Ramadhan. Padahal sumpah tersebut tidak benar adanya. Jangankan suatu hal yang sudah pasti dan konkret kesalahannya, suatu kebenaran pun tidak dianjurkan untuk mengutarakan sumpah atas nama Allah.

Kelima atau yang terakhir, adalah melihat aurat lain jenis (wanita) dengan syahwat. Hal ini tidak dapat dipungkiri terjadi pada seluruh lapisan masyarakat. Apalagi di zaman yang serba modernisasi dan teknologi canggih. Sekarang semua orang tidak harus pergi ke tempat-tempat terlarang. Akan tetapi orang bisa melihat aurat seorang wanita hanya tinggal duduk manis di depan laptop atau HP di dunia maya. Baik berupa foto maupun dalam bentuk video.

Kelima perkara tersebut, jika dilakukan, maka dapat menghanguskan amal ibadah puasa Ramadhan. Oleh karena itu, kita harus hati-hati dan ekstra waspada. Semoga kita semua terhindar dari hal dan perkara tersebut, agar amal puasa kita tidak sia-sia dan diterima disisi Allah SWT. Namun tergantung pada niat dan kesungguhan diri kita untuk menghindarinya. Semoga kita senantiasa istiqamah dalam kebenaran. Amin Ya Rabb al-Alamin.

Ridwan Bahrudin
Ridwan Bahrudin
Alumni Universitas Al al-Bayt Yordania dan UIN Jakarta.

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Ideologi Teroris dan Cara Memberantasnya

Ideologi teroris dan sikapnya dalam dasawarsa mutakhir ini semakin memiriskan. Pemenggalan demi pemenggalan atas nama agama mereka lakukan. Sungguh begitu banyak contoh untuk dibeberkan atau...

Pandemi Covid-19 Tak Kurangi Ancaman Radikalisme

Harakatuna.com. Jakarta-Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyebut pandemi virus korona (covid-19) tidak menghentikan ancaman radikalisme dan terorisme. Hal itu terjadi di...

Serial Kebangsaan (I): Spirit Kebangsaan dan Kelalaian FPI

Sekitar semingguan kemarin, saya dapatkan sebuah buku yang cukup menarik dan tentunya masih relevan dibaca di era sekarang, apalagi buku ini baru saja launching....

Bom Mobil Meledak di Afghanistan, 30 Petugas Keamanan Tewas

Harakatuna.com. Ghazni-Sebuah mobil berisi bom meledak di Provinsi Ghazni, Afghanistan. Setidaknya 30 aparat keamanan tewas akibat ledakan tersebut. Seperti dilansir Reuters, Senin (30/11/2020), Direktur Rumah...

Uang Kertas Mengalami Perubahan Nilai, Bagaimana dengan Mekanisme Pembayaran Hutang?

Sudah kita ketahui bersama bahwa seiring perubahan zaman maka berubah pula nilai sebuah mata uang. Terdapat beberapa kasus yang memiliki inti permasalahan sama, yakni...

Eks Napiter, Haris Amir Falah Sebut Paham Radikalisme Mengancam Pancasila

Harakatuna.com. Solo – Munculnya paham radikalisme ekstrem yang tersebar di wilayah Indonesia mengancam Pancasila dan kedaulatan NKRI. Hal ini perlu diantisipasi, mengingat mereka telah...

Wanita dalam Pusaran Aksi Radikalisme dan Terorisme

Berbagai aksi terorisme dan radikalisme dalam beberapa dasawarsa ini kain “subur” terlebih di era milenial ini. Bergama aksi teror di Indonesia semakin banyak terjadi...