30.3 C
Jakarta
Array

Hati: Tempat Mengenal Allah (3)

Artikel Trending

Hati: Tempat Mengenal Allah (3)
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Seorang filsuf abad 17 masehi, Blaise Pascal, mengatakan : “ Dengan hati kita mencapai kebenaran-kebenaran yang lebih tinggi, terutama tuhan Allah. Hati memiliki akal-akal yang tidak di pahami oleh akal.”[1] Baik ulama muslim maupun filsuf dari Barat sepakat tentang keutamaan hati dalam upayanya untuk mengenal Allah, seperti yg dikatakan Al-ghazali dan Blaise Pascal di atas.

Maka sudah sepatutnya bagi seorang hamba senantiasa mengupayakan hatinya dalam keagungan dan kemuliaan agar hati senantiasa berada dalam kesadaran dan dapat menangkap kehadirat Allah Swt. Rasulullah Saw bersabda : “ Sesungguhnya Allah Swt tidak melihat bentuk dan rupa kalian. (akan tetapi) Sesungguhnya Allah melihat hati kalian.”

Hal ini menunjukkan bahwa mengupayakan hati dalam kebaikan adalah hal yang harus di perhatikan. Sebab Allah menilai seorang hamba dari dalam lubuk hatinya, bukan dari caranya berpakaian agar tampak terhormat atau beramal soleh tanpa di sertai dengan keikhlasan seperti riya’. Oleh sebab itu mengupayakan hati dalam kebaikan adalah hal yang mutlak di perlukan. Jangan sampai hati menjadi keruh karena kesalahan dan dosanya.  Sebab hati pula merupakan daya kekuatan dalam bertindak yang secara tidak langsung berpengaruh dalam tindakan seseorang.

Seseorang yang senantiasa melakukan ma’siat adalah di sebabkan karena tidak mengetahui potensi-potensi yang ada di dalam hatinya. Seorang ulama tasawuf, Ibnu ‘Athoillah As-Sakandari, mengatakan bahwa tanda-tanda dari kematian hati seseorang adalah tidak merasa sedih ketika meninggalkan keta’atan terhadap Allah Swt dan tidak menyesal ketika melakukan kesalahan dan dosa.[2]

Maka sudah sepatutnya bagi seorang hamba untuk senantiasa menjaga hati dari kekotoran dan dosa yang dapat memadamkan hatinya. Karena hati ibarat wadah yang terbuat dari emas. Maka jangan sampai mengisinya dengan hal yang tak berharga dan sia-sia agar nilai tinggi dari wadah itu tetap lestari.

[1] Lihat Ringkasan Sejarah Filsafat, Prof. K. Bertens, hal-50

[2] Lihat kitab Syarah al-Hikam, Muhammad bin Ibrahim, hal-42  juz 1

Harakatuna
Harakatuna
Harakatuna.com merupakan media dakwah berbasis keislaman dan kebangsaan yang fokus pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan keislaman dengan ciri khas keindonesiaan. Transfer Donasi ke Rekening : BRI 033901002158309 a.n PT Harakatuna Bhakti Ummat

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru