31.9 C
Jakarta

Hati-hati Belajar Agama di Medsos Rawan Terpapar Radikalisme

Artikel Trending

AkhbarDaerahHati-hati Belajar Agama di Medsos Rawan Terpapar Radikalisme
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com. Serang – Belajar agama dari media sosial (medsos) tanpa mengerti secara jelas artinya, bisa membuat seseorang terpapar radikalisme.

Setidaknya itu yang disampaikan oleh tokoh agama sekaligus tokoh masyarakat Banten, Embay Mulya Syarif, dalam sebuah diskusi radikalisme dan terorisme di Polresta Serkot, pada Rabu siang, 16 November 2022.

Bahkan jika sudah terlalu mendalami ajaran agama melalui medsos yang ngawur, seseorang bisa saja menjadi seorang terorisme. Karena banyak konten video mengenai hal tersebut.

“Kegiatan seperti ini bisa lebih digiatkan lagi, karena khawatir generasi muda saat ini yang mencari pelajaran agama dari medsos misalnya, itu kan tidak bisa dipertanggungjawabkan kadang-kadang seperti itu,” ujar Embay Mulya Syarif, Rabu (16/11/2022).

Embay bercerita dikisaran 1994, pernah ada sebuah deklarasi menentang Pancasila di Banten. Oleh penguasa saat itu diberi nama Kelompok Kecil Penentang Pancasila (K2P2).

BACA JUGA  Pemprov Kalteng Perkuat Peran Perempuan Cegah Radikalisme

Kemudian, akar radikalisme dan terorisme di Indonesia, terutama Banten, di motori oleh gerakan Negara Islam Indonesia atau NII yang ingin mendirikan negara Islam.

“Akar masalah dari radikalisme dan terorisme itu kan NII, mereka ingin mendirikan negara Islam Indonesia. Di Banten ini tahun 1994 pernah ada deklarasi yang dinamakan oleh pemerintah ketika itu K2P2, artinya memang cikal bakal gerakan radikal dan terorisme adalah NII itu,” terangnya.

Embay berharap diskusi publik mengenai terorisme bisa terus dilakukan diseluruh polda di Indonesia dengan menyertakan masyarakat, sehingga bisa menangkal radikalisme di lingkungan rumah mereka.

“Diharapkan program seperti ini diperbanyak, lalu kita kolaborasi di jajaran kepolisian, masyarakat dan juga TNI,” jelasnya.

Ahmad Fairozi
Ahmad Fairozihttps://www.penasantri.id/
Mahasiswa UNUSIA Jakarta, Alumni PP. Annuqayah daerah Lubangsa

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru