31.4 C
Jakarta

Serial Pengakuan Mantan Teroris (VIII): Haris Khadirin Korban Ideologi Jamaah Islamiyah (JI)

Artikel Trending

Ampuhnya Doa Orang Puasa

Berbicara tentang manjurnya doa orang puasa sejenak kita akan langsung tertuju pada sebuah hadis dalam Sunan Ibnu Majah yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Amr...

Memberantas FPI, Memberantas Pembising Negeri

Sejumlah anggota TNI berseragam lengkap mendatangi Markas DPP Front Pembela Islam (FPI) di Petamburan, Jakarta Pusat, pada Kamis (19/11) lalu. Mereka menurunkan baliho Habib...

Hukum Menyimpan Tali Pusar Bayi Menurut Islam

Tali pusar adalah jalan yang menghubungkan antara ibu dan bayinya ketika masih dikandungan. Tali pusar ini berfungsi untuk menyalurkan makanan dan oksigen dari ibu...

Rizieq Shihab Mati Langkah?

Pesta penyambutan kepulangan Rizieq Shihab berubah menjadi bencana bagi masa depan perjuangan politik Rizieq Shihab dan kawan-kawan. Belum genap satu bulan menginjak kaki di...

Bullshit Para “Pembela” Islam

Sejak Ahok jadi Gubernur DKI Jakarta, Rabu, 19 November 2014, para pembela Islam tidak bisa hidup tenang sampai hari ini. mereka semakin radikal. Radikalisme...

Habib yang Menjamur

Dulu, saat saya kecil, di jalan-jalan tidak pernah terpampang baliho. Suasana damai sekali, bahkan tatkala gaduh pun, ya, paling itu karena persoalan biasa. Tidak...

Budaya Akademik dan Etos Kerja Dalam Islam

Islam sebagai agama yang kaffah tentu mengatur secara komprehensif segala aktifitas manusia dari mulai bangun tidur samapai tidur kembali. Sebagai agama yang kaffah, Islam...

Makna Rahmat dalam Al-Qur’an Al-Karim

Rahmat terdiri dari tiga huruf râ’, hâ’, dan mîm. Menurut Ibnu Faris dalam Maqâyîs al-Lughah setiap kata Arab yang berakar dari tiga huruf râ’,...

Paham Islam radikal sampai detik ini masih tercium di manapun, tak terkecuali di Indonesia. Indonesia hendaknya lebih berhati-hati mengamputase paham ini supaya tidak menyebar begitu luas di negara merah putih ini. Termasuk juga di pesantren-pesantren sebagaimana yang menjangkit Haris Khadirin.

Haris Khadirin asal Indonesia juga pernah terpapar ideologi Jamaah Islamiyah (JI). Seperti pengakuannya pada acara talkshow ROSI Kompas. Haris Khadirin mengaku pernah nyantri di Pesantren Amrozi, pelaku teror di Bali dan mendapat hukuman mati.

Haris Khadirin menyangkal persepsi keliru yang dialamatkan banyak orang bahwa Pesantren Amrozi itu mengajarkan paham radikal. Pesantren itu diasumsikan mengajarkan perang melawan kepolisian yg dianggap dengan “thaghut”. Pesantren itu mengajarkan sesuatu persis banyak pesantren pada umumnya.

Paham radikal dan teroris kemungkinan didapatkan dari luar pesantren. Namun juga banyak berkembang di pesantrn. Sebagaimana yang menjangkit Haris di Pesantrnen Amrozi. Bisa jadi kelompok yang sering ngajak hijrah ke negara ISIS, Suriah. Bisa jadi pula teman pergaulan yang kurang sehat. Pesantren masih dapat dibilang kuat membentengi radikalisme.

Buktinya, pesantren-pesantren masih dipercaya oleh masyarakat menjadi media belajar yang menjunjung tinggi paham moderat dengan menegakkan ideologi Sunni. Bahkan, setiap tahun Indonesia masih mengapresiasi pesantren dengan perayaan hari santri nasional.

Tidak perlu khawatir belajar di pesantren. Justru dengan hadirnya pesantren masyarakat Indonesia harus banyak bersyukur. Karena, pesantren ini ibarat tameng budaya, taming pemahaman keagamaan yang benar dan tidak menyesatkan. Jika tidak ada tamengnya, ke mana lagi berlindung. Pesantren tetap moderat, sekalipun perkembangan pesantren terlihat lambat dibandingkan lembaga di luar pesantren.

Sebagai penutup, tidak perlu khawatir dengan kehadiran pesantren di era kontemporer sekarang di mana Indonesia sedang terpapar paham radikal. Paham berbahaya ini hanya menyerang orang yang keislamannya rendah, tentunya orang yang belum pernah nyantri. Orang ini hanya belajar Islam di google.[] Shallallah ala Muhammad.

Khalilullah
Khalilullah
Lulusan Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

BNPT Bentuk Gugus Tugas Pemuka Agama Tangkal Paham Radikalisme Terorisme

Harakatuna.com. Jakarta – Organisasi masyarakat (Ormas) Islam dan ormas keagamaan merupakan elemen penting dalam sejarah bangsa Indonesia. Pemuka Agama dari berbagai ormas keagamaan ini...

Tanda-Tanda Diterimanya Sebuah Taubat, Apa Saja?

Sudah kita ketahui bersama bahwa manusia tidak akan lepas dari dosa. Supaya dosa diampuni, tentunya seorang hamba harus bertaubat. Lantas bagaimana tanda-tanda taubat  diterima?...

Khilafah Islamiyah ala ISIS Hanya Omong Kosong

Harakatuna.com. Surakarta-Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Syariah IAIN Surakarta menggelar Bedah Buku “300 Hari di Bumi Syam” di Gedung Fakultas Syariah, pada Jum’at (27/11)...

Menulis itu Melukis dengan Kata

Tulisan yang bagus adalah guratan yang mampu membangun emosi pembaca. Bahwa menulis tidak sekadar mengumpulkan kata, disusun menjadi kalimat; kalimat yang dihimpun menjadi paragraf....

Habib yang Menjamur

Dulu, saat saya kecil, di jalan-jalan tidak pernah terpampang baliho. Suasana damai sekali, bahkan tatkala gaduh pun, ya, paling itu karena persoalan biasa. Tidak...

HRW Tuntut Arab Saudi Putuskan Status Muslim Uighur Ditahan

Harakatuna.com. New York – Human Rights Watch (HRW) telah meminta pihak berwenang Arab Saudi untuk “segera mengklarifikasi” status Muslim Uighur dari minoritas etnis Uighur...

Serial Pengakuan Mantan Teroris (XI): Kurnia Widodo Korban Paham NII

Sebut saja saya Kurnia Widodo. Saya Lahir di Medan tahun 1974. Masa kecil saya dilalui seperti anak-anak pada biasanya. SMA saya awalnya ditempuh di...