32.1 C
Jakarta

Gus Dur Bercita-cita Membubarkan FPI dan Sekarang Jadi Kenyataan

Artikel Trending

Kali ini saya bahas FPI lagi. Mungkin, bagi sebagian orang, merasa “eneg” bahas organisasi terlarang ini. Mereka pikir, FPI sudah benar dan tidak perlu dikritik lagi. Mereka yang saya maksud adalah Laskar Pembela Islam (LPI) sebagai kepanjangan tangan dari FPI.

FPI yang dibangun oleh Habib Rizieq Shihab (HRS) termasuk termasuk organisasi yang kontroversial dibandingkan organisasi lain semisal NU dan Muhammadiyah. FPI hadir mendobrak dan melawan arus keputusan pemerintah, bahkan negara Indonesia, dan kebiasaan masyarakat yang berkembang di negara merah putih ini.

Hal-hal kontroversial yang dilakukan FPI meliputi sweeping segala tempat yang dianggap maksiat, mengutuk segala keputusan Presiden Jokowi, mengampanyekan ideologi ISIS yang terlarang, dan beberapa deretan kasus yang lain. Kontroversial memang tidak selamanya negatif. Siapapun diperbolehkan mengkritik dan berdakwah.

Tapi, kontroversial yang dilakukan oleh FPI itu dapat dikatakan negatif karena cara mereka berdakwah yang keliru. Laskar FPI, termasuk pendirinya sendiri, berdakwah dengan kata-kata yang kasar dan aksi-aksi kekerasan. Islam tidak membenarkan cara-cara seperti itu. Islam adalah agama yang cinta kasih. Mencintai dan mengasihi sesama.

Islam dengan cinta dan kasihnya diperlihatkan oleh Nabi Muhammad saat beliau berdakwah. Nabi tidak pernah mencaci orang lain karena mereka tidak mengindahkan dakwahnya, malahan Nabi mendoakan. Bentuk dakwah Nabi ini pernah dilakukan saat mengajak sahabat Umar masuk Islam. Sikap keras Umar dibalas dengan cinta, sehingga hati Umar terbuka dan memeluk Islam dengan cinta, bukan dengan paksa.

Pendiri FPI memang “habib”. Maksudnya, punya ikatan darah dengan Nabi Muhammad. Faktor genetik ini adalah sesuatu yang membanggakan dibandingkan orang lain yang bukan “habib”. Sayang, faktor yang mulia ini disalahgunakan oleh HRS sehingga mencederai banyak habib di Indonesia. Pasti semua habib malu melihat sikap HRS yang jauh dari makna kata “habib”: mencintai dan dicintai.

BACA JUGA  Bagi Gus Baha, Islam itu Fleksibel dan Luwes

FPI sebagai media yang mengagumi pemikiran HRS sungguh sangat menyayangkan bila dihadapkan dengan beberapa kenyataan tersebut. FPI dengan sikap radikalnya bukan membumikan nilai-nilai Islam yang penuh cinta kasih, malahan membangkitkan amarah dan permusuhan. Benar, kata Habib Husein As-Segaf (mertua Najwa Shihab, bahwa dalang perusak NKRI adalah HRS alias Habib Rizieq Shihab. Habib Husein mengakui kealiman HRS. Sayang, HRS belum mengerti medan dakwah yang bisa merangkul, bukan memukul.

BACA JUGA  Begini Ternyata Alasan FPI Dibubarkan Pemerintah

Dengan dibubarkannya FPI baru-baru ini di Indonesia bertepatan dengan tanggal wafatnya Gus Dur, mengingatkan keinginan Gus Dur tempo dulu untuk membubarkan organisasi radikal ini. Dan, keinginan Gus Dur jadi kenyataan. Banyak orang yang bersyukur dengan pembubaran FPI, karena FPI tidak membawa manfaat, tapi menghadirkan mafsadat. FPI itu, kata banyak orang, termasuk organisasi lokal yang berbau paham teroris. Naudzubillah!

Sebagai penutup, tidak perlu disesali pembubaran FPI ini. FPI bukanlah organisasi yang patut diteladani. NKRI goyang karena ulah tangan FPI. Bahkan, banyak laskar FPI yang jadi teroris. Sekarang kita ucapkan sekeras mungkin: “Alhamdulillah” sebagai bentuk kebanggaan dengan pembubaran FPI. Kalau dulu Nabi bisa menaklukkan kafir Quraisy di Mekkah, sekarang pemerintah dapat menaklukkan FPI di Indonesia.[] Shallallah ala Muhammad.

Khalilullah
Khalilullah
Lulusan Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru