Generasi Milenial dan Pendidikan Harmonis

MEMBANGUN PENDIDIKAN YANG HARMONIS DAN BERSINERGI PADA GENERASI MILENIAL DI INDONESIA Oleh: Fiqhan Hidayat, Mahasiswa UPI Kampus Cibiru


0
2 shares

Generasi milenials adalah generasi yang lahir pada sekitar tahun 1980-2000, maka dari itu generasi milenial adalah generasi yang masih muda hingga saat ini, generasi milenial lahir sejak adanya internet dan teknologi yang sudah sangat maju, maka dari itu generasi milenial sudah lebih paham dengan teknologi dibandingkan dengan generasi sebelumnya yaitu generasi X.

 

Mungkin umur mereka sekitar 17-37 tahunan pada saat ini, maka dari ini generasi milenial adalah generasi yang masih produktif dalam hal apapun, bahkan generasi milenial adalah generasi emas untuk majunya bangsa ini, karna pada masa depan nanti yang memimpin Negara ini adalah dari generasi milenial, namun ada satu kelemahan pada generasi milenial ini yaitu, generasi milenial cenderung anti sosial.

 

Kebanyakan dari generasi milenial lebih mementingkan dirinya sendiri dan kebebasan untuk dirinya sendiri bahkan mereka cendurung hedonisme, maka dari itu perlu adanya perhatian khusus pada generasi milenial ini, terutama soal pendidikan, karna pendidikan adalah poin paling penting dalam maju mundurnya bangsa Indonesia ini, pendidikan dan generasi milenial haruslah berjalan bersamaan.

 

Artinya pendidikan dan generasi milenial ini haruslah harmonis, generasi milenial pada saat ini adalah generasi yang aktif dengan internet dan teknologi, oleh karena itu pendidikan harus juga bisa memanfaatkan keaktifan mereka didalam teknologi dan internet, dimana peran pemerintah sangatlah penting pada konteks ini.

 

Pemerintah haruslah mengupayakan media, salah satunya TV untuk menayangkan tayangan yang edukatif bagi generasi milenial, pun pemerintah harusnya di sini berperan sebagai preventif dalam tayangan-tayangan yang bebas ditonton oleh siapapun, karna pemerintah memiliki payung hukum yaitu KPI.

 

Jangan sampai ada tayangan-tayangan yang merusak moral dan akhlak generasi kita ini, karna dalam UUD 1945 Bab XII tentang Pendidikan dan Kebudayaan pasal 31 ayat 5 sudah jelas dinyatakan bahwa “Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia”, dalam hal ini perlunya kesadaran seorang pendidik untuk mengetahui landasan pendidikan dalam pelaksanaan pendidikan, karna landasan pendidikan adalah acuan bagi seorang pendidikan untuk mendidik.

 

Baca Juga:  Membendung Radikalisme di Media Sosial

Seorang pendidikan diharuskan untuk mendidik sesuai dengan perkembangan zaman, khususnya untuk mendidik generasi milenial, dimana generasi milineal cenderung aktif dengan internet dan teknologi, jadi seorang pendidik pun harus bisa mengolah dan mengatur anak didiknya sesuai dengan zamannya pun pendidik harus bisa menyatukan antara internet, teknologi dan pendidikan, karna ini dinilai efektif melihat generasi milenial adalah generasi yang lahir sejak berkembangnya IPTEK.

 

Namun pada generasi milenial ini masih banyak yang menyalah gunakan IPTEK, karna mereka kurang pemahaman dan pemanfaatan IPTEK dengan baik, banyak generasi milenial ini yang karna IPTEK mereka menjadi tidak berakhlak dan tidak bermoral, karna pendidikan itu tidak hanya berbicara tentang kecerdasan secara intelektual, namun juga menumbuh kembangkan akhlak dan moral yang baik, karna masih banyak seorang pendidik yang menuntut anak didiknya untuk menjadi cerdas tanpa memperhatikan aspek akhlak dan moral anak didiknya, memang kita tidak bisa menyalahkan guru.

 

Menurut Ki Hajar Dewantara pendidikan itu terpusat pada tiga, yaitu keluarga, masyarakat, dan sekolah, jadi disini juga perlu kesadaran keluarga untuk mengontrol dan memberi contoh yang baik pada generasi milenial.


Like it? Share with your friends!

0
2 shares

What's Your Reaction?

Tidak Suka Tidak Suka
0
Tidak Suka
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Terkejut Terkejut
0
Terkejut
Wow Wow
3
Wow
Bingung Bingung
0
Bingung
Marah Marah
0
Marah
Suka Suka
4
Suka
fiqhan