Festival Idul Fitri


0
33 shares

Idul Fitri, yang akan segera kita (umat Islam) rayakan termasuk salah satu festival Muslim yang paling signifikan dalam kalender Islam. Dan tentunya Muslim di seluruh dunia merayakannya dengan rasa gembira. Setelah berpuasa selama bulan Ramadhan kemudian menyambut Idul Fitri sebagai hari kemenangan dengan berbagi dengan orang lain.

Idul Fitri, juga dikenal dengan istilah lebaran, bagi semua umat Islam selain merayakan hari kemenangan umat Islam juga mengintrospeksi dan merenungkan sejauh mana mereka telah membawa diri mereka supaya lebih dekat dengan ajaran agama Islam.

Kewajiban memberikan sedekah (zakat) kepada orang miskin pada akhir Ramadhan, juga jangan sekedar tindakan simbolis kesalehan, tetapi perlu juga perlu memperhatikan hak-hak dan kebutuhan di sekitarnya, karena masih banyak orang-orang yang belum beruntung yang jelasnya perlu uluran tangan dari kita yang mampu.

Persatuan

Idul Fitri juga harus dilihat sebagai momen besar menyebarkan cahaya persatuan di kalangan umat Islam. Kami sering menemukan bahwa banyak orang berpuasa pada hari Idul Fitri. Situasi ini telah menciptakan banyak kebingungan. Selain membahas masalah ini dengan perspektif fiqh, kita juga harus merenungkan keluarga, dimensi sosial dan psikologis. Bagaimana seorang Muslim merayakan Idul Fitri dengan keluarganya dan teman-teman dalam situasi seperti ini?

Dengan Idul Fitri hanya sekitar sudut, Indonesia dapat memainkan peran penting dalam mendorong Dunia Liga Muslim, Organisasi Konferensi Islam, atau Fiqh Academy Islam untuk mengambil hal ini sebagai isu penting untuk mempersatukan umat Islam. Sehari akan tiba saatnya umat Muslim seluruh dunia akan mengamati Ramadhan dan Idul Fitri serta Idul Adha pada hari yang sama. Organisasi Islam seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah harus setuju untuk berbicara dengan satu suara dalam hal hari dalam kalender Islam.

Baca Juga:  Ilusi Negara Islam

Saya percaya perlunya persatuan Muslim dapat mulai di tingkat daerah. Indonesia, bersama dengan anggota lain dari Mabims (Brunei, Indonesia, Malaysia dan Singapura Agama Council), harus mengakhiri perbedaan tanggal di mana kita merayakan Ramadhan kami, Idul Fitri, Idul Adha dan Rasul Maulidur (ulang tahun dari Nabi Muhammad).

Hal lain yang penting adalah untuk mencegah kekacauan selama perayaan Idul Fitri. Idul Fitri memberikan kesempatan untuk memajukan solidaritas Islam, yang jelas terlihat dalam open house yang diadakan selama Lebaran. Perayaan open house melayani tujuan ganda merayakan Idul Fitri dan memperbarui ikatan sosial dengan teman dan kerabat.

Namun, tidak bisa dipungkiri  bahwa bangsa ini punya rekam jejak terjadinya insiden di masa lalu ketika jenis Idul Fitri terbuka rumah telah mengakibatkan kematian sebagai orang terinjak-injak dalam upaya untuk mendapatkan hadiah. Oleh karena itu, mereka yang ingin memberikan amal bagi masyarakat miskin dan anak yatim harus menggunakan jalur yang tepat. Pihak lain yang ingin membuka rumah mereka untuk umum akan disarankan untuk terlebih dahulu memberitahukan polisi dan walikota, untuk memastikan bahwa distribusi hadiah tetap tertib. Hal yang sama harus berlaku untuk konvoi kendaraan pada malam Idul Fitri. Daripada mengemudi di sekitar dan nyanyian takbir, umat Islam bisa merayakannya di dekat masjid masing-masing.

Idul Fitri memang ada festival biasa. Ini adalah festival dengan suatu perbedaan. Ia memiliki tujuan yang pasti, sebuah norma untuk menyampaikan, sebuah pelajaran untuk mengajar. Tidak ada dari kita mampu untuk merayakan acara yang luar biasa melalui pemborosan dan pemborosan, melalui menyenangkan yang tak terkendali dan bermain-main, melalui gaun mencolok dan mahal, melalui fungsi spektakuler dan pesta.

Baca Juga:  Isra’ Mi’raj: Spiritual Travelling ala Rasul

Muslim berbagi kebahagiaan mereka dalam perayaan dan dalam doa. Mari kita merayakan Idul Fitri dalam roh yang benar, karena dimaksudkan untuk dirayakan. Untuk kalian semua, saya ingin sebuah diberkati Idul Fitri. Eid Mubarak!

*Oleh: Nanang Qosim, Pengurus Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama’ Demak, mahasiswa Pascasarjana UIN Walisongo. Semarang


Like it? Share with your friends!

0
33 shares

What's Your Reaction?

Tidak Suka Tidak Suka
0
Tidak Suka
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Terkejut Terkejut
0
Terkejut
Wow Wow
0
Wow
Bingung Bingung
0
Bingung
Marah Marah
0
Marah
Suka Suka
0
Suka
Harakatuna

Harakatuna merupakan media dakwah yang mengedepankan nilai-nilai toleran, cerdas, profesional, kritis, faktual, serta akuntabel dengan prinsip utama semangat persatuan dan kesatuan bangsa yang berdasar pemahaman Islam: rahmat bagi semua makhluk di dunia.