31.5 C
Jakarta

Faktor Ekonomi Turut Picu Radikalisme

Artikel Trending

AkhbarDaerahFaktor Ekonomi Turut Picu Radikalisme
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com. Palu – Sulawesi Tengah termasuk daerah zona merah penyebaran paham radikalisme dan terorisme. Menanggapi fenomena tersebut, Komandan Kodim (Dandim) 1306/Kota Palu Kol Inf Ari Suseno menyebut penyebab radikalisme tidak hanya dari faktor ideologis semata.

Menurutnya, timbulnya paham radikalisme hingga aksi terorisme bisa dipicu karena persoalan ekonomi.

Hal itu diutarakan Ari di sela acara penandatanganan penyuluhan hukum, wawasan kebangsaan dan program deradikalisasi bersama Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Palu.

“Bisa karena faktor ekonomi. Apalagi daerah kita baru saja dilanda bencana sehingga banyak orang kehilangan pekerjaan dan lain sebagainya. Dari situlah bisa muncul upaya-upaya untuk menganggu situasi keamanan,” ujarnya, Senin (26/9/2022).

BACA JUGA  Mahasiswa dan Milenial Perkuat Kategorisasi KKB Papua Sebagai Teroris

Sebagai daerah ibu kota, mantan Waaspers Kasdivif 3 Kostrad itu mengimbau semua pihak di Kota Palu mewaspadai penyebaran radikalisme.

Ari menuturkan, pihaknya turut gencar melaksanakan program deradikalisasi termasuk dengan menyasar kelompok anak-anak.

Sehingga ia mengajak seluruh orangtua membentengi diri khususnya anak-anak agar kelak menjadi pengganti dan penerus pembangunan nasional.

“Rata-rata mereka (anak-anak) hanya kurang perhatian, bukan kurang rasa nasionalisme. Jangan sampai anak-anak kurang perhatian apalagi dari orangtua sehingga mereka mencari perhatian dengan hal-hal negatif,” tutur Ari Suseno.

Ahmad Fairozi
Ahmad Fairozihttps://www.penasantri.id/
Mahasiswa UNUSIA Jakarta, Alumni PP. Annuqayah daerah Lubangsa

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru