24.6 C
Jakarta

Etika Memanggil Orang Lain Sesuai Tuntunan Nabi

Artikel Trending

Asas-asas IslamAkhlakEtika Memanggil Orang Lain Sesuai Tuntunan Nabi
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com – Salah satu kewajiban orang tua terhadap anaknya adalah memberikan nama yang baik. Orang tua ketika memberikan nama kepada anaknya tentu adalah yang terbaik, nama tersebut menunjukkan harapan-harapan kebaikan. Oleh karenanya jika ingin memanggil orang lain, alangkah lebih baiknya dengan namanya yang baik. Dan berikut etika memanggil orang lain sesuai tuntunan nabi.

Di Jawa ada istilah nama paraban “Nama julukan dan atau nama panggilan” untuk menyebutkan orang lain bukan dengan namanya. Tentu kita tidak boleh memberikan nama julukan kepada seseorang dengan julukan yang jelak. Dalam hadisnya, Nabi Muhammad menerangkan bahwa dirinya suka apabila seseorang dipanggil dengan nama kesukaannya atau kunyahnya.

يُعْجِبُهُ أَنْ يُدْعَى الرَّجُلُ بِأَحَبِّ أَسْمَائِهِ إِلَيْهِ، وَأَحَبِّ كُنَاهُ

Artinya: “Nabi Muhamad suka ketika seseorang dipanggil dengan namanya yang paling dia sukai dan dengan kunyah yang paling dia sukai.”

Dalam Al-Quran juga diterangkan dengan jelas bahwa ketika memanggil orang lain tidak boleh mengolok-olok. Dan jangan memanggil dengan sebutan fasik atau kafir karena ini adalah sejelek-jeleknya panggilan, padahal orang yang dipanggil adalah orang beriman

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّ ۖ وَلَا تَلْمِزُوا أَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ ۖ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ ۚ وَمَنْ لَمْ يَتُبْ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

BACA JUGA  Jaminan Surga Bagi Orang Yang Senantiasa Menjaga Pandangannya

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barang siapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.

Etika Memanggil Orang Lain

Dari sini bisa disimpulkan bahwa etika memanggil orang lain adalah

  1. Panggilan dengan nama yang paling disukai
  2. Jangan memanggil dengan mengolok-olok
  3. Jangan memanggil orang beriman dengan sebutan fasik, kafir atau murtad. Karena hal demikian adalah sejelek-jeleknya panggilan dan larangan dalam Islam.
  4. Boleh memanggil seseorang dengan panggilan julukannya asalkan itu bagus dan tidak menyakiti yang dipanggil
  5. Seseorang juga boleh menyebut dengan kunyah semisal ada seseorang punya anak andi, maka memanggilnya dengan bapaknya andi,

Semoga kita semua bisa memanggil orang lain dengan etika, sehingga kerukunan dan keharmonisan bisa terjaga. Amin

Ahmad Khalwani
Ahmad Khalwani
Penikmat Kajian keislaman

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru