26.7 C
Jakarta

Emmanuel Macron Vs Teroris Islam

Artikel Trending

Memberantas FPI, Memberantas Pembising Negeri

Sejumlah anggota TNI berseragam lengkap mendatangi Markas DPP Front Pembela Islam (FPI) di Petamburan, Jakarta Pusat, pada Kamis (19/11) lalu. Mereka menurunkan baliho Habib...

Ampuhnya Doa Orang Puasa

Berbicara tentang manjurnya doa orang puasa sejenak kita akan langsung tertuju pada sebuah hadis dalam Sunan Ibnu Majah yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Amr...

Bullshit Para “Pembela” Islam

Sejak Ahok jadi Gubernur DKI Jakarta, Rabu, 19 November 2014, para pembela Islam tidak bisa hidup tenang sampai hari ini. mereka semakin radikal. Radikalisme...

Hukum Menyimpan Tali Pusar Bayi Menurut Islam

Tali pusar adalah jalan yang menghubungkan antara ibu dan bayinya ketika masih dikandungan. Tali pusar ini berfungsi untuk menyalurkan makanan dan oksigen dari ibu...

Daftar Daerah yang Tegas Menolak Kehadiran Rizieq Shihab dan FPI

Gelombang penolakan atas keberadaan organisasi Front Pembela Islam menjalar kemana-mana, utamanya pasca kedatangan Rizieq Shihab ke Indonesia dari pelariannya atas kasus hukum yang menimpa....

Budaya Akademik dan Etos Kerja Dalam Islam

Islam sebagai agama yang kaffah tentu mengatur secara komprehensif segala aktifitas manusia dari mulai bangun tidur samapai tidur kembali. Sebagai agama yang kaffah, Islam...

Jangan Sampai Mendewa-dewakan Mereka yang Mengaku Keturunan Nabi

Gelar “habib” (jamaknya “habaib”) menjadi pembeda antara keturunan Nabi Saw. dan selain beliau. Sakralitas gelar habib tak kalah menarik dibandingkan dengan predikat nabiyullah yang...

Habib yang Menjamur

Dulu, saat saya kecil, di jalan-jalan tidak pernah terpampang baleho. Suasana damai tenan, bahkan tatkala gaduh pun, ya, paling itu karena persoalan biasa. Tidak...

Ucapan Presiden Prancis Emmanuel Macron (29/10) tentang karikatur Nabi Muhammad Saw sebagai bentuk kebebasan bereskpresi telah menimbulkan reaksi dari seluruh dunia, dan sejumlah negara memboikot produknya. Di sisi lain, banyak pemimpin negara di dunia yang ikut mengutuk aksi teroris Islam yang menyerang salah satu gereja di kota Nice.

Perkataan Emmanuel Macron yang mengkaitkan Islam dengan terorisme menjadi kontoroversi, dan memancing permusuhan antar negara terutama di kalangan umat Islam. Justru kekerasan tak dapat dibenarkan dalam ajaran agama apa pun. Memang sebagian teroris meminjam baju Islam hanya untuk melakukan aksi radikalisme, ekstremisme, dan terorisme.

Konotasi teroris yang menyasar kelompok-kelompok Islam karena ulah oknum muslim radikal yang memanfaatkan ajaran agama tertentu hanya untuk merusak citra Islam di mata agama lain. Praktik Islam dengan cara jihad ekstremisme kekerasan merupakan tindakan yang biadab, dan keji. Dan teroris Islam tersebut menunjukkan pemahaman mereka masih dangkal.

Dalam konferensi pers di istana negara, Presiden RI Joko Widodo mengatakan, Indonesia mengecam keras pernyataan Presiden Prancis yang menghina agama Islam yang melukai perasaan umat Islam di seluruh dunia yang bisa memecah belah persatuan antara umat beragama di mana dunia sedang butuh persatuan dalam menghadapi pandemi Covid-19 (31/10/2020).

Pesan Jokowi terhadap Macron memperjelas bahwa tidak ada korelasi Islam dengan teroris, karena dalam konteks agama apa pun yang namanya kekerasan itu hanya memicu adanya budaya kematian yang sebenarnya dalam semua agama berlaku. Sehingga, teroris Islam adalah oknum yang menghendaki toleransi dan persatuan agama ini terpecah belah.

Sesat Pikir Teroris Islam

Pemikiran Emmanuel Macron terkait hubungan Islam dan terorisme tampak memojokkan doktrin agama tertentu. Dan, statement tersebut mengeneralisir bahwa Islam ibarat agama yang menakutkan karena stigma negatif tentang kekerasannya. Padahal, ucapan yang mengidentifikasi teroris Islam demikian dapat mengikis toleransi agama, dan persatuan.

Oleh karena itu, terorisme merupakan tindakan yang dilarang oleh syariat, sebab, perbuatannya adalah tindakan yang melebih batas-batas kemanusiaan. Sebagaimana semua agama khususnya Islam telah menempatkan derajat kemanusiaan sebagai bukti bahwa manusia memiliki tanggung jawab besar untuk saling memuliakan dan menghormati manusia.

Gus Dur alias Abdurrahman Wahid sebagai intelektual Islam sekaligus Presiden RI ke-4 sering membuka suara soal pentingnya Islam dan kemanusiaan. Teori ini amat popular yang tujuannya untuk meminamilisir konflik, dan kekerasan yang mengatasnamakan agama. Salah satu kekerasan yang masih eksis adalah terorisme yang memakai simbol Islam.

Menurut Zuhairi Misrawi dalam tulisannya (Islam dan Terorisme: 2011), terorisme dalam bahasa Arab disebut al-irhab.  Istilah tersebut digunakan al-Quran untuk melawan “musuh Tuhan” (QS. 8: 60).  Karenanya,  kalau kita mencermati  gerakan Islam Politik,  pandangan fundamentalistik dan gerakan radikalistik seringkali digunakan untuk melawan “musuh Tuhan”.  Bagi  mereka,  barat disebut sebagai  salah satu simbol musuh Tuhan.

Pendapat Zuhairi menjadi titik terang bahwa pernyataan Emmanuel Macron sangat tak berdasar jika menuduh teroris itu Islam. Pada kenyataannya, Islam sangat masif dibajak oleh kelompok-kelompok Islam radikal yang setiap gerakan politik mereka selalu melalui jalur kekerasan sebagai arus utama. Praktik keberagamaan demikian yang harus dianggap sesat.

Modal Kemanusiaan

Dalam buku Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama (Moderasi Beragama: 2019), pertemuan Paus Fransiskus dengan Imam Besar al-Azhar, Syekh Ahmad el­-Tayyeb (04/02/2019) telah menghasilkan dokumen persaudaraan kemanusiaan (human fraternity document), yang di antara pesan utamanya menegaskan bahwa musuh bersama kita saat ini sesungguhnya adalah ekstremisme akut (fanatic extremism), hasrat saling memusnahkan (destruction), perang (war), intoleransi (intolerance), serta rasa benci (hateful attitudes) di antara sesama umat manusia, yang semuanya mengatasnamakan agama.

Dalam konteks ini, teroris Islam hanya sebuah konotasi yang muncul dalam benak seseorang yang tidak mampu melihat dan memahami Islam secara secara kompleks dan objektif. Karena itu, Islam adalah agama rahmatan lil ‘alamin yang mengajak para pemeluknya untuk bersikap lemah lembut. Bahkan, ia menganjurkan saling merajut persaudaraan kemanusiaan.

Untuk memutus mata rantai tuduhan teroris Islam, dan mencegah kekerasan atas nama agama dapat melalui gagasan Islam moderat (Islam Wasathiyah) yang kerap digaungkan oleh forum besar keagamaan yaitu Nahdlatul Ulama (NU), dan Muhammadiyah. Transformasi Islam yang dibawa keduanya merupakan representasi simbol keislaman yang tidak ekstrem kanan maupun kiri.

Akhirnya, wacana Islam moderat tampak mampu menggeser intoleransi dan kekerasan atas nama agama. Karena tujuan tersebut sebagai sebuah solusi bagi Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia untuk mempromosikan Islam yang berorientasi pada keadilan, dan kemanusiaan. Prinsip Islam tersebut guna mendorong adanya kehidupan yang harmonis.

Hasin Abdullah
Hasin Abdullahhttp://www.gagasahukum.hasinabdullah.com
Peneliti UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Guru dan Amanat Menengahi Pertarungan Ideologi

Apa yang membedakan antara hari ini, Rabu, 25 November 2020, dengan Senin, 25 November 2019 lalu? Atau lebih jauh, apa perbedaan 5 November setiap...

Agama Sering Dipakai untuk Ciptakan Intoleransi dan Tindakan Ekstrem

Harakatuna.com. Jakarta - Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi menegaskan, negara-negara di seluruh dunia harus menjadikan agama sebagai landasan toleransi, perdamaian, dan kemanusiaan. Sehingga tidak...

Tipologi Habib yang Baik dan Tidak Baik Diikuti

Sila Ketiga Pancasila berbunyi "Persatuan Indonesia". Frase ini terdengar memerintahkan seluruh penduduk Indonesia memegang kendali persatuan, tanpa memandang sekian perbedaan: suku, adat, bahkan agama....

Posting ‘Polisi Siap Bunuh Rakyat’ di FB, Eks Ketua FPI Aceh Ditangkap

Harakatuna.com. Banda Aceh - Mantan Ketua Front Pembela Islam (FPI), Kota Banda Aceh, AB, ditangkap terkait pelanggaran UU ITE. Pelanggaran ini terdapat dalam postingannya...

Hukum Mengkultuskan Orang dalam Islam, Jatuh Syirik?

Sejak kedatangan Habib Riziq ke Indonesia pada tanggal 10 November. Para pendukungnya ramai-ramai mengkultuskan beliau sebagai pemimpin umat Islam yang akan merevolusi akhlak bangsa...

Ikhwanul Muslimin Masih Jadi Benalu Hubungan Mesir-Turki

Harakatuna.com. Kairo-Sumber-sumber di Mesir mengungkapkan hubungan yang erat antara Mesir dan Arab Saudi tidak mencegah setiap negara mempertahankan batas kemerdekaan untuk bergerak sesuai keinginan...

Rethinking dan Aktualisasi Jihad di Era Pandemi

Berbicara mengenai isu jihad dalam Islam dan dinamika global, mungkin tidak akan menemukan titik akhir. Isu-isu jihad akan terus berkembang seiring dengan perkembangan zaman....