25 C
Jakarta

Eksistensi Fatih Karim dan Fenomena Artis Hijrah ke HTI

Artikel Trending

KhazanahTelaahEksistensi Fatih Karim dan Fenomena Artis Hijrah ke HTI
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com- Fenomena hijrahnya para artis menjadi sebuah gaya hidup baru bagi kalangan muslim urban. Hal ini karena, mereka memiliki gaya hidup yang berbeda dari masyarakat biasa. Pada mulanya, artis sebelum hijrah, dikenal dengan hidup yang cukup hedon, kekayaan yang melimpah dan popularitas yang cukup tinggi. Kemudian ada kegelisahan yang kerap dialami oleh para artis dalam menjalankan hidupnya. Dari sinilah kebanyakan artis memilih untuk hijrah, lambat laun tampil dengan atribut keislaman yang cukup menjual dan menjadi komoditas baru dalam standart kemusliman/kemuslimahan yang dimiliki oleh seseorang.

Pasca memutuskan hijrah, kehidupan para artis berubah. Awalnya hidup para artis dipenuhi dengan hal yang berbau hedon. Kini setelah berhijrah, segala hal yang berurusan dengan simbol agama yang melekat dalam diri artis, menjadi menarik untuk ditelusuri dan menjadi ruang dakwah yang cukup besar. Demikian juga kisah perjalanan panjang kehidupan para artis yang menjalankan proses hijrahnya dengan begitu struggle, menjadi kisah konsumsi bagi para masyarakat secara umum, bahkan turut meng-influence para penggemarnya untuk melakukan hal serupa.

Semenjak banyak artis yang berhijrah, masyarakat kini memberi perhatian lebih. Pasar semakin luas untuk dijadikan ruang kehidupan. Kebutuhan masyarakat muslim di Indonesia, seperti dunia film Islami, kosmetik Islam, hingga produk-produk Islami semakin besar. Hal ini juga yang menyebabkan para artis tidak berhijrah, akhirnya tertarik untuk berhijrah karena ketertarikan masyarakat cukup besar. Dari sini juga, para produser TV juga banyak menggarap film yang erat kaitannya dengan muslimah, gaya hidup seorang muslimah, bahkan perjalanan panjang seorang muslimah (Fahrudin Yusuf: 2016). Adanya artis yang pada mulanya tidak hijrah lalu memutuskan untuk berhijrah merupakan produk by himself, lalu meninggalkan industri yang membesarkan nama mereka dan berinovasi atau beralih profesi baru yang sesuai dengan identitas keislaman mereka saat ini (Rahmi Nur Fitri, dkk:2020).  Di balik fenomena hijrahnya para artis tersebut, nyatanya ada beberapa hal yang perlu kita sadari dan kritisi bahwa, guru para artis hijrah ini, adalah sosok Ustaz Fatih Karim. Siapakah dia?

Sosok Fatih Karim

Fatih Karim adalah CEO Cinta Quran Foundation yang didirikan pada tahun 2010 silam. Yayasan ini berkomitmen untuk mewujudkan Indonesia Cinta Quran, dimana kehidupan ditata berdasar Quran dan sunah Rasulullah SAW. dari sinilah, umat Islam Indonesia diharapkan menjadikan Al Quran sebagai inspirasi dan solusi kehidupan. Sungguh, keberadaan Yayasan ini memiliki cita-cita mulia untuk Indonesia. Secara sederhana, Fatih Karim adalah ideolog khilafah yang tidak akan pernah sedikitpun melupakan khilafah dalam setiap dakwahnya. Ini artinya, keberadaan artis hijrah dengan sosok guru Fatih Karim, berarti bahwa hijrah para artis tidak lain kepada HTI.

BACA JUGA  Mengapa di Balik Kasus ACT, Kelompok Khilafah Kepanasan?

Hijrahnya para artis

Dalam sebuah akun youtube @Cerita Untungs, ada video podcast yang diupload sekitar tahun lalu yakni perbincangan Arie Untung dengan Ustaz Fatih Karim. Dalam video tersebut, ada beberapa artis yang memilih Fatih Karim sebagai guru spirtualnya dalam berhijrah. Beberapa artis tersebut, diantaranya: Laudya Chintya Bella, Teuku Wisnu, Yulia Rahman, Peggy Melati Sukma, Dewi Sandra, yang terbaru adalah Arie Untung. Tidak hanya itu, dalam beberapa kesempatan, terlihat foto Baim Wong dan Ahmad Dani, menjadi bagian dari circle pergaulan Fatih Karim.

Artis-artis tersebut memiliki ruang yang semakin luas dalam dunia artis hijrah. Mereka semakin melebarkan sayapnya di dunia entertainment dengan karakter dan ciri khasnya yang dimiliki.  Bella menjadi bintang film muslimah yang sukses memiliki banyak followers. Begitupun Wisnu, berhasil mem-branding diri sebagai laki-laki muslim dengan keluarga Sakinah idaman semua keluarga muslim, serta Peggy yang beralih profesi menjadi pendakwah.

Eksistensi Fatih sebagai guru spiritual ini, menduduki posisi sentral dalam kehidupan para artis. Hal ini menjadi kekhawatiran kita bahwa, di balik fenomena artis hijrah ini, apabila melihat guru spiritual di belakangnya, maka yang terjadi adalah ideologi yang dibawa dalam dakwah sang guru adalah ajakan untuk mengkampanyekan ideologi khilafah atau mendirikan negara Islam. Mengapa kekhawatiran ini bisa terjadi? Bagaimanapun, Fatih Karim adalah tokoh eks HTI yang sampai hari ini tetap menggelorakan khilafah sebagai sistem terbaik yang harus diterapkan pada NKRI.

Komunitas baru (red:artis hijrah) yang sudah dibangun beberapa tahun silam oleh Fatih Karim bukan semata-mata tugas dakwah sebagaimana yang dimiliki oleh seorang khalifah dibumi. Lebih dari itu, ideologi yang dibawa oleh Fatih Karim khas HTI, menjadi misi utama dalam dakwahnya untuk mengembalikan Islam sebagai agama yang sesungguhnya. Dengan demikian, kesimpulannya adalah hijrahnya para artis menjadi bukti bahwa HTI semakin memiliki ruang yang sangat luas di kalangan para artis. Wallahu a’lam

Muallifah
Muallifah
Mahasiswi Magister Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Bisa disapa melalui instagram @muallifah_ifa

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru