32.1 C
Jakarta

Eks Napiter Poso Deklarasikan Diri Lawan Radikalisme dan Terorisme

Artikel Trending

AkhbarDaerahEks Napiter Poso Deklarasikan Diri Lawan Radikalisme dan Terorisme
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com. Poso-Satgas Madago Raya memfasilitasi masyarakat Dusun Tamanjeka, Desa Masani, yang juga mantan Narapidan Terorisme (Napiter) melakukan deklarasi untuk melawan segala bentuk paham radikalisme dan terorisme.

Kasatgas Humas Madago Raya Kombes Didik Supranoto menjelaskan bahwa, kegiatan itu bersinergi dengan Kementerian Agama Kabupaten Poso, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Poso, tokoh agama dan tokoh adat.

Warga masyarakat Dusun Tamanjeka Desa Masani, Poso Pesisir selama ini terkenal dengan basis Islam radikal. Namun dalam beberapa waktu terakhir ini mereka memiliki kesadaran bahwa paham radikal telah menjerat mereka pada paham agama yang salah.

“Warga masyarakat Dusun Tamanjeka Desa Masani, Poso Pesisir yang dikenal dengan basis Islam radikal telah mengucapkan ikrar atau deklarasi untuk menolak dan melawan radikalisme dan terorisme, di halaman masjid Nurul Huda,” kata Didik kepada awak media, Jakarta, Jumat (25/6/2021).

Didik mengungkapkan bahwa, dengan adanya deklarasi tersebut diharapkan, wilayah Poso bakal lebih kondusif dan tidak terjadi aksi terorisme maupun radikalisme kedepannya. Deklarasi ini diharapkan menjadi komitment dan janji masyarakat Poso sendiri untuk melawan paham radikal sekuat mungkin.

BACA JUGA  UNISMA Perangi Radikalisme di Dunia Kampus

Diketahui, Satgas Madago Raya sampai dengan saat ini masih melakukan pengejaran terhadap kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora.

“Dengan adanya deklarasi menolak dan melawan radikalisme dan terorisme sebagaimana diucapkan warga dusun Tamanjeka yang mayoritas adalah mantan napiter semoga dapat mewujudkan Kabupaten Poso yang damai dan Poso yang lebih baik,” ujar Didik.

BACA JUGA  Cegah Radikalisme, Kemenag Lebak Optimalkan Pembinaan Multikultural

Selain itu, Didik menyebut, nantinya deklarasi melawan segala bentuk terorisme juga akan dilakukan di wilayah lainnya. Sehingga, Poso betul-betul bebas dari segala bentuk ancaman gangguan kamtibmas.

“Dengan adanya Ikrar atau deklarasi menolak dan melawan radikalisme dan terorisme ini, dapat diikuti oleh warga Kabupaten Poso yang lain sebagai perwujudan bahwa terorisme adalah musuh bersama,” ucap Didik.

Harakatuna
Harakatuna.com merupakan media dakwah berbasis keislaman dan kebangsaan yang fokus pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan keislaman dengan ciri khas keindonesiaan. Transfer Donasi ke Rekening : BRI 033901002158309 a.n PT Harakatuna Bhakti Ummat

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru