28.4 C
Jakarta

Dosa Besar Sistem Pendidikan Khilafah Menyesatkan Generasi Bangsa

Artikel Trending

Milenial IslamDosa Besar Sistem Pendidikan Khilafah Menyesatkan Generasi Bangsa
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com – Sudah dibicarakan secara keras dan tegas, oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim, tentang dosa besar pendidikan. Menurutnya, ada tiga dosa besar pendidikan, yakni intoleransi, kekerasan seksual, dan perundungan (bullying).

Dosa besar tersebut, Nadim sejujurnya meringkas fakta-fakta yang terjadi di dalam pendidikan di Indonesia dari masa ke masa. Bahwa ketiga dosa besar di atas adalah buah pahit dari kehadiran kelompok radikal yang ikut memaksakan masuk di dalam arena pendidikan di Indonesia.

Mereka membuat terma baru tentang pendidikan, yakni pendidikan khilafah. Menurutnya, pendidikan khilafah adalah pendidikan alternatif untuk menjadikan anak didik dan siswa berada dalam tataran dan naungan kebenaran yang akan menyelamatkan anak didik dari sesat dunia dan akhirat.

Klaim besar mereka, pendidikan khilafah adalah, sistem pendidikan alternatif yang bakal membebaskan anak muda dari bahaya dan dosa besar akibat penerapan sistem pendidikan sekuler dan seluruh sistem hidup sekularisme, seperti yang diterapkan di Indonesia saat ini.

Selain itu, menurutnya, dengan sistem pendidikan khilafah, para pemuda akan berada di ruang kehidupan dan peradaban yang selaras dengan fitrahnya, yakni mendedikasikan penuh seluruh keahlian dan segala nikmat dari Allah ‘Azza wa Jalla semata untuk kepemimpinan peradaban Islam.

Solusi Sesat Sistem Pendidikan Khilafah

Dari ide sistem pendidikan khilafah di atas, kemudian mereka sok-sokan memberikan solusi positif, yang padahal ambruk dan menyesatkan.

Sistem pendidikan khilafah, sebenarnya adalah pendidikan yang dipenuhi oleh ajaran-ajaran keras yang membelokkan Islam pada fungsinya. Karena itulah mereka akan berdiam pada lumpur kesesatan, kesengsaraan, dosa besar, dan berlimpahnya peperangan dan permusuhan.

Namun, sayangnya, mereka masih percaya diri dan berani mengklaim bahwa sitem pendidikan khilafah bisa seperti di bawah ini:

Pertama, sistem pendidikan Khilafah sebagai satu kesatuan dengan seluruh sistem Islam, yakni sebagai petunjuk agar manusia selamat dari perbuatan dosa, di samping bersifat pembawa rahmat.

Kedua, sistem pendidikan Khilafah akan menjadikan lingkungan pendidikan terliputi berbagai tujuan mulia, yakni terjaganya kelestarian ras manusia, akal, dan kemuliaan jiwa manusia.

Ketiga, karakter filsafat amal menurut Islam menjadi jiwa pelaksanaan praktis sistem pendidikan Islam sebagaimana sistem Islam keseluruhan, yakni wujud keterikatan pada syariat-Nya dengan dorongan meraih rida-Nya.

Keempat, karakter berbagai unsur pembentuk sistem pendidikan Khilafah sedari dasarnya (akidah Islam yang sesuai fitrah insaniah dan memuaskan akal) menjadi upaya praktis bagi terwujudnya dua tujuan pokok sistem pendidikan Khilafah. Kelima, penerapan secara praktis aturan syariat terkait interaksi laki-laki dan perempuan di satuan pendidikan.

Sekadar Basa-basi

Padahal, yang mereka ajukan semua itu adalah bentuk kekosongan yang sampai saat ini belum kita ketahui wujudnya. Mereka masih meraba-raba tentang pendidikan dan bagaimana seharusnya pendidikan itu berjalan.

Yang terjadi selama ini sistem pendidikan khilafah berwujud kekerasan dan ketidakmampuan menghadirkan kemaslahatan kepada anak didik dan umat sekitar. Mereka terlihat hanya memewahkan narasi-narasi keislaman dengan balutan indoktrinasi kepada politisisasi agama: Khilafah. Mereka hanya menyerukan “inilah sistem pendidikan khilafah sebagai solusi masalah umat Indonesia.” Suatu solusi yang nihil hasil.

Sistem pendidikan khilafah bukanlah solusi cerdas yang harus diadopsi. Tapi hal tersebut hanya menjadi bomerang dan dosa besar bagi sistem pendidikan yang telah ada. Sistem pendidikan ini hanya menjadikan para pemuda macet dalam berpikir, buta huruf tentang nuansa kesalehan agama yang sebenarnya, dan tidak berdedikasi dalam mengaplikasikan pendidikan Islam. Sistem itu hanyalah basa-basi belaka untuk menggulirkan narasi-narasi khilafah dan berharap umat Islam menyantuninya. Kita katakan: No!

Agus Wedi
Agus Wedi
Peminat Kajian Sosial dan Keislaman

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru