Do’a Orang Sakit Mudah Terkabul


0
6 shares

Doa diibaratkan seperti pedang bagi orang islam. Lewat do’a usaha yang terasa tidak mungkin dapat diwujudkan. Namun, seringkali kita meninggalkan do’a dikarenakan kita tidak dalam keadaan susah. Padahal yang lebih disenangi  Allah swt adalah do’a yang dipanjatkan setiap hari dalam keadaan senang maupun susah.

Apabila kita telah berdo’a, jangan lupa untuk meminta orang lain mendo’akan kita. Siapa tau orang yang kita mintai do’a lebih diterima do’anya daripada kita. Misalnya ketika sedang menghadapi ujian, kita diajurkan untuk meminta do’a kepada kedua orang tua kita. Keberkahan dari orang tua kita akan membantu kita mengerjakan ujian. Menurut salah satu riwayat Imam At-Tirmidzi, Nabi Muhammad saw pernah meminta sahabat Umar bin Khattab mendo’akannya.

Dikisahkan bahwa Umar bin Khattab pernah meminta izin kepada Rasulullah untuk pergi umrah. Rasulullah mengizinkan Umar bin Khattab dan meminta untuk mendoakannya. Rasulullah saw berkata : “Jangan lupa mendoakan diriku wahai saudaraku”. “Ini kalimat yang paling membahagiakanku di dunia ini” Kata Umar. Dalam riwayat lain disebutkan, Nabi Muhammad saw berkata : “Tolong ikut sertakan kami dalam do’amu”.

Bahkan termasuk do’a yang mustajab adalah do’a yang dipanjatkan oleh orang yang sakit. Orang  yang sakit cenderung akan selalu berdo’a supaya diberikan kesembuhan oleh Allah swt. Dia akan melakukan apa saja yang disenangi oleh Allah swt, misalnya berdzikir, beristighfar, dan menjauhi amalan yang dapat menjauhkan dirinya dari Allah swt. Hatinya akan bersih dari dosa-dosa yang telah dia lakukan. Dengan keadaan demikian, bukanlah suatu hal yang mustahil apabila do’a orang sakit menjadi do’a yang mustajab. Bahkan terdapat salah satu riwayat yang menyebutkan bahwa do’a orang sakit seperti do’a malaikat.

Baca Juga:  Meremehkan Ibadah

“Apabila kamu mengunjungi orang sakit, maka mintalah dia berdo’a untuk dirimu, karena do’anya sama seperti do’a malaikat.”

Jadi ketika menjenguk orang sakit, kita dianjurkan pula untuk meminta do’a darinya. Namun, apabila kondisinya tidak memungkinkan, cukuplah kita menyenangkan hatinya. Dengan menyenangkan hatinya berarti kita telah menyenangkan Allah swt.

Walaupun begitu, janganlah meminta dirinya mendo’akan kejelekan. Berdo’a untuk kejelekan akan menimbulkan sesuatu yang sia-sia, bahkan cenderung merugikan diri sendiri.

Nur Faizi


Like it? Share with your friends!

0
6 shares

What's Your Reaction?

Tidak Suka Tidak Suka
0
Tidak Suka
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Terkejut Terkejut
0
Terkejut
Wow Wow
0
Wow
Bingung Bingung
0
Bingung
Marah Marah
0
Marah
Suka Suka
0
Suka
Harakatuna

Harakatuna merupakan media dakwah yang mengedepankan nilai-nilai toleran, cerdas, profesional, kritis, faktual, serta akuntabel dengan prinsip utama semangat persatuan dan kesatuan bangsa yang berdasar pemahaman Islam: rahmat bagi semua makhluk di dunia.