26.4 C
Jakarta

Doa di Petala Malam (Bagian IX)

Artikel Trending

Habib yang Menjamur

Dulu, saat saya kecil, di jalan-jalan tidak pernah terpampang baliho. Suasana damai sekali, bahkan tatkala gaduh pun, ya, paling itu karena persoalan biasa. Tidak...

Hukum Menyimpan Tali Pusar Bayi Menurut Islam

Tali pusar adalah jalan yang menghubungkan antara ibu dan bayinya ketika masih dikandungan. Tali pusar ini berfungsi untuk menyalurkan makanan dan oksigen dari ibu...

Rizieq Shihab Mati Langkah?

Pesta penyambutan kepulangan Rizieq Shihab berubah menjadi bencana bagi masa depan perjuangan politik Rizieq Shihab dan kawan-kawan. Belum genap satu bulan menginjak kaki di...

Ampuhnya Doa Orang Puasa

Berbicara tentang manjurnya doa orang puasa sejenak kita akan langsung tertuju pada sebuah hadis dalam Sunan Ibnu Majah yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Amr...

Makna Rahmat dalam Al-Qur’an Al-Karim

Rahmat terdiri dari tiga huruf râ’, hâ’, dan mîm. Menurut Ibnu Faris dalam Maqâyîs al-Lughah setiap kata Arab yang berakar dari tiga huruf râ’,...

Relasi Iman, Keadilan dan Demokrasi ala Cak Nur

Nurcholish Madjid, atau yang biasa dipanggil Cak Nur, dikenal luas sebagai salah satu cendekiawan Muslim terbesar di Indonesia. Pemikirannya merupakan suatu usaha untuk mencari...

Bagaimana Hukum Memberi Nasehat dalam Islam?

Tahukah kalian, mengapa agama merupakan suatu nasehat? Kehidupan seseorang bisa berubah dengan nasehat anda. Jalan kehidupan seseorang juga bisa berubah sedemikian baik lantaran duduk...

Presiden Soekarno, Waliyul Amri Dhoruri Bi-Syaukah

Presiden Soekarno, Waliyul Amri Dhoruri Bi-Syaukah Usai Kuliah Subuh, para santri yang menonton tayangan Khazanah dari sebuah stasiun televisi terlibat kegaduhan karena saling berkomentar tentang...

Pada pertengahan malam desir udara menyisir bulu kuduk. Suasana terasa sunyi. Tiada kebisingan yang mengganggu konsentrasi. Hanya suara hewan terdengar samar-samar dari arah sebelah. Sementara santri terlelap dalam tidur. Diva bergegas bangun untuk melaksanakan shalat tahajud di masjid pesantren.

Kantuk rasanya sulit ditepis. Tapi, Diva mencoba memerangi rasa kantuk dan menghindari zona nyaman meringkuk di atas karpet. Diva coba bangun dan menengok jarum jam menunjuk angka dua. Waktunya shalat tahajud. Diva membatin.

Shalat tahajud merupakan shalat sunnah yang diutamakan dibandingkan shalat sunnah yang lain. Allah menyebutkan dalam firman-Nya: Dan pada sebagian malam, lakukanlah shalat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji. (QS. al-Isra [17]: 79).

Menyentuh air serasa menyentuh es. Dingin. Diva tidak mengeluh karena terbiasa bangun malam. Kebiasaan ini terbentuk mulai dari rumahnya. Abah dan Ummi selalu membangunkan Diva sehingga akhirnya terbiasa. Diva masih ingat marah-marah pada Ummi dulu karena membangunkannya saat keenakan tidur. Ummi tidak membalas. Ummi selalu bersikap lemah lembut terhadap Diva. Sikap ini yang berkesan di hati.

Di masjid pesantren Diva melaksanakan shalat tahajud sampai cucuran air mata mengalir membasahi wajahnya. Berdoa di pertengahan malam memang memiliki kesan sendiri dibandingkan berdoa pada waktu-waktu yang lain. Suasana yang mendukung dan signal begitu kuat antara Tuhan dan hamba-Nya. Biasanya doa yang dipanjatkan pada waktu itu lekas terkabul.

Bahkan, segala bentuk problema kehidupan akan teratasi bila seseorang tekun melaksanakan shalat tahajud. Nabi Muhammad SAW pernah merasakan kekhawatiran mendalam karena akan dibunuh oleh orang kafir. Allah memberikan solusi dengan melaksanakan shalat tahajud. Maka, bagitu shalat itu dilaksanakan kegentingan berganti dengan ketenangan.

Diva bermunajat kepada Allah dengan segala bentuk kegusaran hatinya.

Tuhan…
Engkau yang menguasai segalanya, termasuk yang menggenggam hati hamba-Mu. Ketika hati gusar, perasaan nelangsa, tiada tempat berkeluh dan berkesah melainkan hanya Engkau.
Tuhan…
Engkau Maha Tahu kalau Diva sedang bingung. Diva tidak mengerti dengan perasaan yang sedang Diva rasakan. Benarkah ini cinta yang mengantarkan kepada kebaikan? Berilah Diva petunjuk agar Diva tidak salah melangkah.
Tuhan…
Perasaan ini adalah suatu yang asing. Belum pernah Diva merasakan sebelumnya. Diva berada di pesantren ini tiada lain hanya untuk mencari ilmu, lebih-lebih barakah. Jangan hilangkan kebarakahan ini karena sikap Diva yang salah.
Tuhan…
Jangan permalukan orangtua Diva. Jangan buat mereka sedih, apalagi malu, karena Diva. Jadikalah Diva anak shalehah sehingga dapat membahagiakan orangtua.

Doa itu diakhiri dengan bacaan shalawat, karena bacaan shalawat itu dapat membantu terkabulnya doa. Sejenak Diva merasakan ketenangan. Ia tenang atas segala hal yang terjadi. Entahlah. Apakah Fairuz merasakan apa yang Diva rasakan atau tidak?

Baru satu jam lebih Diva bermunajat. Sambil menunggu waktu Subuh menjelang, Diva mentakrir hafalan Al-Qur’annya. Apalagi pagi ini Diva akan menyetor bacaan Al-Qur’an kepada Nyi Nuh. Kemarin Diva mendapat pujian sehingga membuatnya semakin semangat. Maka, pujian itu harus dijaga sehingga Nyi Nuh tidak kecewa karena setoran bacaan Al-Qur’an yang selanjutnya tidak baik.

Diva bersyukur mendapat didikan yang baik semenjak dari rumahnya sehingga sampai di pesantren tinggal mengembangkan apa yang dipelajari di rumahnya. Umminya yang amat telaten dan Abahnya yang bependirian tegas baru dirasakan saat Diva berbulan-bulan tinggal di pesantren. Bahwasanya orangtua yang cerewet mendidik anaknya merupakan bentuk dari kasih sayang mereka. Orangtua selalu menginginkan anaknya sukses masa depannya, sehingga dapat mengangkat harkat dan martabat keluarga.

Tidak heran bila Diva selalu membacakan doa setiap selesai shalat lima waktu, termasuk selesai shalat tahajud. Rabbi ighfirli waliwalidayya warhamhuma kama rabbayani shaghira. Wahai Tuhanku, ampunilah dosaku dan kedua orangtuaku dan anugerahilah kasih sayang kepada mereka berdua karena mereka mendidikku saat masih kecil.

Jasa orangtua begitu besar di mata Diva. Saat dewasa ini Diva tidak pernah membantah apa yang diperintahkan mereka selama tidak bertentangan dengan syariat Islam. Berbakti kepada orangtua adalah cara Diva membalas jasa mereka yang amat besar. Di sela-sela tafakur, Diva merasa banyak salah kepada orangtuanya, karena kenakalan sejak kecil. Pernah bolos sekolah. Pernah nyolong uang Ummi. Pernah membuat Ummi kesal karena menumpahkan minyak goreng di dapur. Abah dan Ummi tidak pernah memarahinya, melainkan mendoakan: Semoga Allah memberikan kamu petunjuk, Nak. Semoga kamu menjadi orang sukses.

Qiraat Muammar baru saja dilantunkan di corong masjid pesantren. Muammar punya suara yang elok. Siapa pun yang mendengarnya seakan dibuat terpana. Anugerah yang amat berharga yang Allah titipkan bagi hamba-Nya! Dia adalah qari internasional yang mampu membawa nama Indonesia di penjuru dunia.

* Tulisan ini diambil dari buku novel “Mengintip Senja Berdua” yang ditulis oleh Khalilullah

Khalilullah
Khalilullah
Lulusan Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru

Hayya ‘Alal Jihad, Mari Berjihad Berantas FPI!

Boleh jadi, setelah membaca tulisan ini, atau sekadar membaca judulnya saja, Hayya ‘Alal Jihad, sementara orang akan berkomentar: “Bocah kemarin sore kok mau bubarkan...

Israel Musnahkan Tangga Bersejarah Masjid Al-Aqsa

Harakatuna.com. Yerusalem - Pemerintah Kota Yerusalem Israel menghancurkan tangga bersejarah yang mengarah ke Bab Al-Asbat, Masjid Al-Aqsa dan Kota Tua Yerusalem. Penghancuran tangga bersejarah ini...

Benarkah Ulama Itu Harus Jadi Oposan Pemerintah?

Saya pikir, hari ini kita sedang berada dalam kegamangan berbagai masalah kenegaraan yang tidak kunjung usai. Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) baru sudah terpilih,...

Video Hayya Ala Al-Jihad Bagian dari Penyalahgunaan Agama

Harakatuna.com. Jakarta – Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Saadi menyebut seruan jihad yang dilantunkan seorang muazin saat melantukan azan Hayya Alal Jihad dalam video...

Hukum Menambah Kalimat Adzan “Hayya Ala Al-Jihad“, Bolehkah?

Dunia media media sosial kembali dihebohkan dengan penambahan lafal adzan “Hayya ala Al-Jihad” oleh simpatisan ormas Islam di Petamburan, Jakarta. Tentu penambahan adzan ini...

GP Ansor DIY Tolak Radikalisme dan Intoleransi

Harakatuna.com. Sleman - Barisan Ansor Serba Guna (Banser) dan Gerakan Pemuda (GP) Ansor DIY berkomitmen untuk menjaga ketentraman dan kondusivitas keamanan dan ketertiban masyarakat...

Mengapa Teroris MIT Berulah Kembali?

Kini, masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Sulawesi Tengah sedang berduka. Pasalnya, kehidupan seseorang (hak asasi) di sana dengan mudahnya direnggut oleh sekelompok teroris. Kelompok teroris...