25.1 C
Jakarta

Dewan Kristen Swedia Mengecam Pembakaran Alquran di Swedia

Artikel Trending

Memberantas FPI, Memberantas Pembising Negeri

Sejumlah anggota TNI berseragam lengkap mendatangi Markas DPP Front Pembela Islam (FPI) di Petamburan, Jakarta Pusat, pada Kamis (19/11) lalu. Mereka menurunkan baliho Habib...

Ampuhnya Doa Orang Puasa

Berbicara tentang manjurnya doa orang puasa sejenak kita akan langsung tertuju pada sebuah hadis dalam Sunan Ibnu Majah yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Amr...

Hukum Menyimpan Tali Pusar Bayi Menurut Islam

Tali pusar adalah jalan yang menghubungkan antara ibu dan bayinya ketika masih dikandungan. Tali pusar ini berfungsi untuk menyalurkan makanan dan oksigen dari ibu...

Rizieq Shihab Mati Langkah?

Pesta penyambutan kepulangan Rizieq Shihab berubah menjadi bencana bagi masa depan perjuangan politik Rizieq Shihab dan kawan-kawan. Belum genap satu bulan menginjak kaki di...

Bullshit Para “Pembela” Islam

Sejak Ahok jadi Gubernur DKI Jakarta, Rabu, 19 November 2014, para pembela Islam tidak bisa hidup tenang sampai hari ini. mereka semakin radikal. Radikalisme...

Daftar Daerah yang Tegas Menolak Kehadiran Rizieq Shihab dan FPI

Gelombang penolakan atas keberadaan organisasi Front Pembela Islam menjalar kemana-mana, utamanya pasca kedatangan Rizieq Shihab ke Indonesia dari pelariannya atas kasus hukum yang menimpa....

Budaya Akademik dan Etos Kerja Dalam Islam

Islam sebagai agama yang kaffah tentu mengatur secara komprehensif segala aktifitas manusia dari mulai bangun tidur samapai tidur kembali. Sebagai agama yang kaffah, Islam...

Habib yang Menjamur

Dulu, saat saya kecil, di jalan-jalan tidak pernah terpampang baleho. Suasana damai tenan, bahkan tatkala gaduh pun, ya, paling itu karena persoalan biasa. Tidak...

Harakatuna.com. Swedia- Dalam beberapa pekan terakhir, kelompok sayap kanan asal Denmark, Hard Line telah membakar sejumlah alquran di Swedia. Hal itu membuat komunitas Muslim menyuarakan keinginan mereka agar pemerintah mengubah undang-undang Swedia untuk melarang penistaan terhadap agama tertentu, mencakup pembakaran kitab suci.

“Kami tidak ingin aksi membakar kitab suci menjadi legal di Swedia, selain itu mengejek berbagai agama juga harus dilarang,” ujar imam Hussein Farah Warsame kepada surat kabar Dagens Nyheter sebagaimana dilansir Republika, Senin, (14/9/2020).

Pembakaran Alquran juga dikecam oleh politisi Swedia, termasuk Uskup Agung Antje Jackelen. Sebagai anggota Dewan Kristen Swedia, Jackelen mengecam pembakaran kitab suci tersebut.

“Membakar kitab suci adalah tindakan biadab. Tindakan ini dapat memicu polarisasi dan melawan upaya integrasi. Kami mengungkapkan rasa simpati kami kepada seluruh umat Muslim di negara kami,” ujar Jackelen.

Sejak akhir Agustus, kelompok Hard Line telah membakar sejumlah Alquran dan menyebut aksinya sebagai “ghetto Swedia”. Mereka melakukan aksi pembakaran di wilayah Rosengard, Malmo yang merupakan kantong umat Muslim. Hal itu memicu kerusuhan yang menyebabkan petugas polisi terluka.

Sejak kejadian itu, kelompok Hard Line meneruskan aksi pembakaran Alquran di Rikenby Stockholm, Gothenburg, dan Trolhattan. Pendiri kelompok Hard Line, Rasmus Paludan mengatakan, pembakaran alquran sebagai upaya untuk membantu Swedia melawan Islamisasi.

“Tujuannya untuk menghentikan Islamisasi di Swedia. Untuk menarik kembali Islamisasi ke tahun 1960-an atau lebih. Seharusnya ada sekitar satu juta orang yang melakukan perjalanan kembali ke negara-negara Muslim tempat mereka berasal, atau pindah ke agama lain selain Islam,” kata Paludan.

Perkembangan Islam dan Tregedi Pembakaran Alquran di Swedia

Komunitas Islam Swedia telah berkembang melalui migrasi massal mulai tahun 1960an. Perkiraan Pew Research 2017 menunjukkan Muslim menyumbang 8,1 persen dari total populasi Swedia yakni sekitar 10 juta jiwa. Jumlah umat Muslim di Swedia terus tumbuh karena proses migrasi yang terus berlanjut, dan tren demografis saat ini yang mencakup angka kelahiran  lebih rendah di antara etnis Swedia.

Sementara itu Dewan Kristen Swedia pada Ahad (13/9) mengecam pembakaran kitab suci Alquran di Swedia baru-baru ini. Sepuluh pendeta Kristen terkemuka dari negara Skandinavia tersebut, termasuk Uskup Agung Gereja Prostestan Antje Jackele, mengeluarkan sebuah pernyataan yang menentang aksi anti-Muslim.

Uskup agung, bersama pemimpin gereja lainnya, secara tegas menolak pelanggaran yang disengaja atas nama keyakinan umat. Organisasi Kristen tersebut mengatakan bahwa aksi yang dilakukan oleh kelompok rasis sayap kanan Denmark, “barbar”.

“Serangan semacam itu, mempertajam polarisasi antarmasyarakat saat negara kami perlu membangun martabat dan hak setiap orang,” tambahnya.

Partai Garis Keras Denmark (Stram Kurs) antimigran pada Kamis membakar salinan kitab suci umat Muslim di Rinkeby, lingkungan yang mayoritas Muslim di Stockholm. Peristiwa itu terjadi beberapa hari setelah aksi serupa di Kota Malmo, Swedia selatan

Insiden tersebut menyebabkan sejumlah polisi terluka dan sedikitnya 10 orang diamankan. Pihak kepolisian melarang masuk pemimpin kelompok Rasmus Paludan ke Swedia selama dua tahun.

Persatuan Ulama Muslim Internasional, yang berbasis di Doha, bahkan mengecam aksi kekerasan tersebut. Turki dan Pakistan juga menyalahkan ekstremis sayap kanan di Swedia atas aksi Islamofobia mereka.

Tgk. Helmi Abu Bakar El-Lamkawi
Tgk. Helmi Abu Bakar El-Lamkawi
Tgk. Helmi Abu Bakar El-Lamkawi Guru Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga dan Dosen IAI Al-Aziziyah Samalanga, Bireuen dan Ketua PC Ansor Pidie Jaya, Aceh.

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Muhammad Rizieq Shihab, Quraish Shihab, dan Habib Lutfi

Muhammad Rizieq Shihab semakin viral. Sejak kembalinya dari Arab Saudi, sampai penjemputan, perayaan Maulid Nabi, hingga perayaan nikah anaknya menjadi tilikan banyak orang. Bahkan...

Organisasi Mahasiswa Riau Gelar Aksi Tolak Radikalisme

harakatuna.com. Pekanbaru - Sebanyak 41 Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) dan organisasi mahasiswa Riau menggelar aksi damai di depan Kantor Gubernur Riau, Senin (23/11/2020). Dalam aksi...

Rizieq Shihab Mati Langkah?

Pesta penyambutan kepulangan Rizieq Shihab berubah menjadi bencana bagi masa depan perjuangan politik Rizieq Shihab dan kawan-kawan. Belum genap satu bulan menginjak kaki di...

Ulama Austria Minta Aparat Tak Kaitkan Terorisme dengan Agama

Harakatuna.com. WINA -- Saat rasialisme dan diskriminasi terhadap Muslim di Austria melonjak, ulama di negara Eropa memperingatkan pihak berwenang tidak mengaitkan terorisme dengan agama apa pun. Setelah...

Jangan Mudah Menuduh Orang Lain Dengan Sebutan Lonte

Kata lonte dalam tradisi masyarakat Indonesia adalah bermakna kasar. Yaitu bermakna sebagai pezina ataupun pelacur. Kata lonte ini kembali viral di media sosial karena...

Lumpuhkan Radikalisme, Munas MUI Usung Tema Islam Wasathiyah

Harakatuna.com. Jakarta - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin menyampaikan pidato dalam pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) MUI ke-19 di Hotel Sultan,...

Munas MUI ke-X; Saatnya MUI Kembali ke Khittah

Majelis Ulama Indonesia (MUI) tengah melaksanakan pemilihan Ketua Umum MUI baru periode 2020-2025. Pemilihan dilaksanakan pada Musyawarah Nasional (Munas) MUI ke-10 di Hotel Sultan,...