31.1 C
Jakarta

Dai dan Daiyah Komitmen Perkokoh Umat dalam Kebhinekaan, Tangkal Radikalisme

Artikel Trending

AkhbarNasionalDai dan Daiyah Komitmen Perkokoh Umat dalam Kebhinekaan, Tangkal Radikalisme
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com. Jakarta – Dalam rangka memperingati Milad ke-47, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggelar acara Silaturrahim Dai dan Halaqah Dakwah Nasional di Hotel Sultan Jakarta, Selasa (26/7/2022). Dalam acara ini, para peserta mendeklarasikan diri sebagai Dai-Daiyah Nusantara yang berkomitmen untuk dakwah menyatukan dan memperkokoh umat dalam kebhinekaan untuk tangkal radikalisme.

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Marsudi Syuhud mengatakan, dalam merayakan Milad ke-47 ini MUI menggelar beberapa rangkaian acara, antara lain Silaturrahim Dai dan Halaqah Dakwah. Menurut dia, silaturrahim ini untuk menyatukan para dai seluruh Indonesia.

“Ini untuk menyatukan para dai yang tersebar di seluruh Indonesia untuk bisa menyatu minimal dalam hal tata nilai kebangsaan agar bisa-bisa menjaga negara bangsa yang sudah kita sepakati bersama,” ujar Kiai Marsudi saat ditemui di lokasi acara, Selasa (26/7/2022).

Setelah melakukan silaturrahim dan berdialog, para dai dan daiyah itu pun melakukan deklarasi untuk senantiasa berpegang teguh terhadap beberapa poin penting yang tercantum dalam teks Deklarasi Dai. Setidaknya ada sembilan poin yang dibacakan dalam deklarasi tersebut, yaitu:

BACA JUGA  JAMMI Minta Waspadai Penyebaran Senyap Paham Radikalisme Lewat Medsos

1. Akan mendakwahkan Islam ala ahlissunnah wal jamaah.

2. Akan selalu berdakwah untuk menjaga persatuan dan kesatuan umat untuk tegaknya izzul Islam wal muslimin.

3. Akan berdakwah untuk merajut ukhuwwah Islamiyah, basyariyah dan wathoniyah.

4. Akan selalu berdakwah dengan mengedepankan sikap toleransi baik dalam internal umat Islam, dengan pemeluk agama lain dan dengan pemerintah.

5. Akan berdakwah untuk membangun kedewasaan umat dalam berpolitik, sehingga politik tidak menjadi sebab perpecahan umat dan perpecahan bangsa.

6. Senantiasa berdakwah menolak segala bentuk ekstrimisme, radikalisme dan terorisme baik verbal maupun fisik yang dapat menjadi sumber perpecahan dan konflik di kalangan sesama anak bangsa.

7. Siap berperan aktif dalam memberikan inspirasi, membina, dan memberikan teladan bagi umat.

8. Siap bersinergi dengan semua lembaga baik negeri maupun swasta demi terciptakan dakwah yang menyejukkan, mengedepankan akhlakul karimah dan uswah hasanah dalamrangka terciptanya keamanan, kenyamanan dan kedamaian serta kesejukan.

9. Berkomitmen berdakwah dengan pedoman dakwah Islam dan siap mendapat arahan dan bimbingan Majelis Ulama Indonesia.

Ahmad Fairozi
Ahmad Fairozihttps://www.penasantri.id/
Mahasiswa UNUSIA Jakarta, Alumni PP. Annuqayah daerah Lubangsa

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru