Daging Beracun Pengikut Hizbut Tahrir dan Romy


0
119 shares

Hari ini grup medsos yang saya ikuti dapat kiriman dari anggota Hizbut Tahrir yang memposting tulisan Nasrudin Joha (entah siapa si Joha itu,  yang jelas beberapa postingannya banyak membela HTI dan menyudutkan pemerintah; contoh https://mediaumat.news/pemerintah-fobia-khilafah-yang-merupakan-ajaran-islam/). Tulisan si Nasrudin Joha berjudul “KEPADA SIAPAPUN YANG MEMBENCI PEJUANG KHILAFAH, INGAT DAGING PEJUANG KHILAFAH BERACUN”.

Di antara isi postingan itu adalah “Rommy sendiri, sebelumya dikenal paling gigih mengumumkan penentangan pada pejuang khilafah dan paling fasih menebar fitnah terhadap ajaran Islam khilafah. Melalui otoritas Kemenag, para pejuang khilafah dikriminalisasi, dipersekusi, bahkan dijatuhi sanksi atas tudingan ‘mengemban ideologi khilafah yang berpotensi memecah belah kesatuan Indonesia”.

Tentu dapat disimpulkan narasi  yang dibangun dari tulisan di atas adalah ingin menyampaikan pesan bahwa memusuhi khilafah ala HTI akan mendapat balasan. Memang dalam kitab resmi Hizbut Tahrir karya pimpinan mereka banyak menjelaskan bahwa duduk berpangku tangan tidak mau memperjuangkan khilafah adalah maksiat besar yang akan diazab Allah dengan azab yang pedih. Apalagi menolak ide khilafah ala HTI dan menyetujui pembubarannya.

Saya tidak hendak membela Romy,  karena bagi saya, siapapun yang salah, ya harus berurusan dengan hukum.  Namun yang membuat saya risih dan jengah adalah model dan gaya menakut-nakuti dengan merasa paling benar dan paling dekat dengan Tuhan sembari menegasikan dan mengancam secara “mistis” terhadap pihak berseberangan. Cara menakut-nakuti ini manjur bagi remaja milenial yang haus agama sehingga mereka mau gabung dengan Hizbut Tahrir.

Apalagi narasi dalam postingan di atas bernalar pincang. Bagaimana tidak pincang alias tidak korelatif, Romy ditangkap KPK karena tuduhan korupsi kok dihubungkan dengan khilafah. Gaya nalar pincang ini juga terjadi saat ada seorang profesor yang menjadi pembela HTI.  Saat Sugik Nur ditersangkakan,  lalu ada gempa Palu,  selanjutnya si profesor itu mengkaitkannya (https://makassar.terkini.id/profesor-kaitkan-bencana-gempa-sulteng-penetapan-tersangka-gus-nur/)

Baca Juga:  TPQ yang Terdegradasi

Suatu nalar yang aneh dan hanya asal otak-atik matuk saja (nampaknya mereka hobi ramal dengan otak atik, Wirosableng!!!).  Kalau menggunakan nalar otak atik matuk ini,  bisa juga dibuat narasi gara-gara Sugik membela HTI  (https://youtu.be/sz4JM0JO_hI), maka dia akhirnya jadi tersangka (https://www.kompas.tv/article/36184/gus-nur-ditetapkan-sebagai-tersangka-kasus-pencemaran-nama-baik).

Atau malah kilas balik sejarah sesaat setelah NKRI berdiri,  bisa saja bilang bahwa gara-gara tokoh NU seperti Kiai Wahab Chasbullah membughotkan DI/TII, maka akhirnya Mbah Wahab pada masa tuanya sakit. Tentu orang waras tidak akan mengatakan seperti itu. Membughotkan adalah upaya menjaga NKRI,  sakit karena memang takdir, tidak korelatif.  Kalau cari otak atik matuk,  seharusnya banyak pemerintahan di Timur Tengah  (Termasuk Arab Saudi) dan Asia Tengah yang melarang Hizbut Tahrir dan bahkan  menangkapi dan membunuhi anggota HT lebih patut mereka cela dan diotak-atik matuk.

Semoga para anggota Hizbut Tahrir sadar  dan merenungi dengan dibubarkannya (bukan malah cari perkara dan mau meracuni pikiran generasi milenial), akhirnya mau kembali ke pangkuan NKRI. Sebagimana dulu banyak anggota DI/TII, demikian juga simpatisan PKI yang tobat dan kembali ke pangkuan NKRI.

 

Dr. Ainur Rofiq al-Amin

 


Like it? Share with your friends!

0
119 shares

What's Your Reaction?

Tidak Suka Tidak Suka
0
Tidak Suka
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Terkejut Terkejut
0
Terkejut
Wow Wow
0
Wow
Bingung Bingung
0
Bingung
Marah Marah
0
Marah
Suka Suka
2
Suka
Harakatuna

Harakatuna merupakan media dakwah yang mengedepankan nilai-nilai toleran, cerdas, profesional, kritis, faktual, serta akuntabel dengan prinsip utama semangat persatuan dan kesatuan bangsa yang berdasar pemahaman Islam: rahmat bagi semua makhluk di dunia.