25.7 C
Jakarta

Corona dan Perang Dunia Ke-3: Perang Dingin Ke-2 di Era Modern?

Artikel Trending

KhazanahTelaahCorona dan Perang Dunia Ke-3: Perang Dingin Ke-2 di Era Modern?
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Pada tulisan saya sebelumnya saya menganalogikan hari-hari ini kita seperti dalam situasi perang. Bukan perang militer namun perang baru di era modern.

Bukan perang mengangkat bambu runcing ala PD 1 melawan penjajah atau perang militer bubat ala Winston Churcill dikala melawan Hitler (Nazi) pada PD 2 tahun 1941-1944.

Perang melawan wabah Corona. Sebagai common enemy atau musuh bersama. Baik musuh negara maupun musuh rakyat.

Meskipun diantara kita meyakini bahwa wabah ini akan mencapai puncak di bulan Juli 2020 dan hilang pada Agustus 2020, saya kira kita harus eling lan waspodo.

Bagaimana jika skenario lain terjadi? Tidak mustahil ini akan menjadi risiko massal yang berkepanjangan.

Melibatkan semua negara. Masalahnya negara Indonesia nggak kebagian untungnya. Malah kecipratan pulut-nya. Pulut Corona pula.

Indonesia bersama negara-negara lain akan menjadi negara victims. Tidak banyak opsi yang bisa kita lakukan selagi vaksin Corona belum ada. Atau vaksin Corona diumpetin entah sampai kapan?

Jika Corona Menghabiskan Era Modern

Apakah Agustus 2020? Wallohu a’lam.

Bagaimana jika setahun, dua tahun atau lebih? Bagaimana kalau memang vaksin benar-benar baru diteliti dan baru ketemu sampek 14 tahun seperti vaksin Influenza?

Kita akan mampus secara berjamaah. Jangan doong… Tuhan Maha Kasih dan Sayang kepada umat-Nya.

Bagaimana dengan informasi kalau sekarang ini AS menempatkan 19.000 pasukan marinir di pusat pertahanan Amerika di Darwin Australia. Sebrang laut kidul-nya Indonesia loh ini.

Trump siap-siap kalau ada Perang Dunia Ke-3 betulan di laut China Selatan. Dekat Pulau Natuna lah kira-kira. Sebelah utara Indonesia….

Waduh … Ngeri juga ini. Kalau negeri Paman Sam sudah melangkah sejauh itu. Nggak mungkin ini main-main seperti kita main games peperangan ala Close Combat atau Panzer Corps.

Di perairan Australia juga, AS memiliki kapal induk lengkap dengan alat kelengkapan perang udara seperti pesawat jet tempur, pesawat peluncur rudal tanpa awak, kapal tempur ampibi, pesawat pengintai dan masih banyak yang lainnya.

BACA JUGA  Merayakan Keterlibatan Perempuan dalam Kepengurusan NU

Dalam hitungan menit seluruh kelangkapan perang tersebut siap dioperasikan melawan musuh.

Bahkan Amerika kini membentuk angkatan militer baru pada 20 Desember 2019 yang disebut The US Space Force. Atau Angkatan Militer Luar Angkasa. Bukan lagi Angkatan Udara atau Air Force. Itu sudah biasa. Sebuah angkatan perang berbasis teknologi yang membutuhkan sedikit manusia.

Perang cukup dikendalikan sistem kendali komputer untuk mengarahkan senjata seperti rudal atau bom nuklir menuju titik sasaran. Cukup mengandalkan satelit militer super canggih. AS punya itu semua.

Menilik Corona Sebagai Ancaman Perang

Potensi Perang di Era Modern Sebab Corona. Saya kira kita akan memasuki Perang Dingin ke-2 setelah berakhirnya Perang Dingin ke-1 berakhir tahun 1991.

Mengapa?

Karena kedua-belah pihak baik China maupun AS tidak akan declare secara terang-terangan. Karena memang ini secara terbuka mereka saling membutuh-kan secara ekonomi. Tapi nggak mau menanggung “malu” kalau ngaku kalah kaci atau kalah langkah dengan lawan.

Waduh… ! Kebanyakan nonton film “House of Cards” jadi begini nih mikirnya.

Bagamana nasib negara kita? Tidak hanya Indonesia, negara lain pun sudah pasti akan menjadi victims alias korban negara adikuasa.

Perang Senyap saya menyebutnya. Episode baru Perang Dingin ke-2. Mutasi bentuk perang dari perang fisik, perang senjata nuklir, menjadi perang senjata biologis.

Sepanjang badai COVID-19, Corona ini benar-benar memporak-porandakan dunia. Nggak terkecuali Indonesia.

Sudah siapkah kita dalam kondisi terburuk? Jangan habiskan tabungan & persediaan-mu sekarang. Atau lebih tepatnya kita harus siap dalam kondisi apapun dalam mengarungi Perang Senyap ini.

Juga jangan terlalu merepotkan orang lain. Anda tidak sendirian mengalaminya.

Entah sampai kapan badai Corona berakhir…  Dukung Presiden-mu, Dukung Gubernur-mu, Dukung Bupati, Walikota-mu. Bahu membahu dengan DPR(D)-mu.

Selamatkan rakyatmu, perusahaanmu, kantormu, sekolahmu, kebunmu, sawahmu!

Lindungi keluargamu! Lakukan tugas terbaikmu…

Tuhan bersamamu!

Farid Subkhan, Chief FS adalah CEO Citiasia Inc. & Dosen Perbanas Institute Jakarta.

 

Harakatuna
Harakatuna.com merupakan media dakwah berbasis keislaman dan kebangsaan yang fokus pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan keislaman dengan ciri khas keindonesiaan. Transfer Donasi ke Rekening : BRI 033901002158309 a.n PT Harakatuna Bhakti Ummat

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru