31.7 C
Jakarta
Array

CIA: Pembebasan Keluarga Boyle Hanya “Kolusi” Pakistan dan Taliban

Artikel Trending

CIA: Pembebasan Keluarga Boyle Hanya "Kolusi" Pakistan dan Taliban
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com. Washington DC. Keluarga asal Amerika Utara yang diculik faksi Taliban di Afghanistan ternyata sudah “disekap” selama lima tahun di Pakistan, sebelum dibebaskan minggu lalu.

Hal itu ditegaskan Direktur Badan Intelijen Pusat  (CIA) Amerika Serikat, Mike Pompeo, Kamis (19/10/2017) seperti dikutip AFP.

Pernyataan itu bertentangan dengan cerita versi militer Pakistan, yang mengatakan keluarga itu dipindahkan ke wilayah adat semi-otonom Pakistan, dari seberang perbatasan di Afganistan, sebelum dibebaskan.

“Kami memiliki hasil yang memuaskan pekan lalu, di mana kami berhasil mengembalikan warga negara AS, yang telah diculik selama lima tahun di Pakistan,” kata Pompeo, dalam sebuah forum di Washington DC.

Pompeo meyakini, keluarga Joshua Boyle menghabiskan sebagian besar dari waktu lima tahunnya di sisi perbatasan Afganistan-Pakistan, yang tidak masuk wilayah kedua negara tersebut.

Fakta itu merupakan hal penting bagi otoritas AS.

Sebab, AS mencurigai ada persekongkolan Pakistan dengan kelompok Haqqani, kelompok garis keras Taliban, yang mau menyasar pemerintah di Kabul yang didukung AS.

Ada dugaan, mereka-lah yang menahan para sandera tersebut selama ini.

Otoritas Pakistan menggelar pembebasan keluarga tersebut pekan lalu, tepat menjelang kunjungan penting Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson minggu depan.

Diperkirakan, momen kunjungan itu akan dipakai untuk menekan Islamabad terkait persoalan tersebut.

Beberapa pejabat AS dan Kanada pun meragukan apakah keluarga tersebut memang diselamatkan dalam sebuah operasi militer.

Media di Amerika utara telah menyebutkan, pembebasan tersebut diduga sebagai bentuk penyerahan yang telah dinegosiasikan sebelumnya.

“Saya pikir sejarah menunjukkan bahwa harapan agar Pakistan bersedia membantu kita dalam perang melawan terorisme harus dipatok pada tingkat yang sangat rendah.”

“Intelijen kita pun menunjukkan hal yang sama,” kata Pompeo.

“Kita harus berbicara serius dengan Pakistan tentang apa yang mereka sedang lakukan, apa yang akan mereka lakukan, dan dengan begitu AS dapat menentukan sikap apa yang harus diambil terhadap mereka,” ucapnya.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya meyakinkan Taliban Afganistan bahwa mereka tidak akan menang dalam konflik bersenjata.

Trump lalu mendesak mereka untuk melakukan kesepakatan damai dengan Kabul.

Namun dengan fakta ini, Pompeo menegaskan, tidak ada kemungkinan Taliban akan menuruti desakan itu, sepanjang anggota mereka masih bisa menikmati keuntungan di tempat yang aman di perbatasan Pakistan.

Sebelumnya diberitakan, Joshua Boyle dan istrinya diculik saat perjalanan backpacker di pegunungan di Afganistan tahun 2012.

Anak-anak mereka lahir ketika pasangan itu berada dalam penyanderaan. Para penyandera itu juga disebut membunuh bayi perempuan Boyle dan memperkosa sang istri.

Kompas.com

Harakatuna
Harakatuna
Harakatuna.com merupakan media dakwah berbasis keislaman dan kebangsaan yang fokus pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan keislaman dengan ciri khas keindonesiaan. Transfer Donasi ke Rekening : BRI 033901002158309 a.n PT Harakatuna Bhakti Ummat

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru