26.5 C
Jakarta

FKPT NTB Cegah Radikalisme Melalui Survei Kebhinekaan

Artikel Trending

Memberantas FPI, Memberantas Pembising Negeri

Sejumlah anggota TNI berseragam lengkap mendatangi Markas DPP Front Pembela Islam (FPI) di Petamburan, Jakarta Pusat, pada Kamis (19/11) lalu. Mereka menurunkan baliho Habib...

Ampuhnya Doa Orang Puasa

Berbicara tentang manjurnya doa orang puasa sejenak kita akan langsung tertuju pada sebuah hadis dalam Sunan Ibnu Majah yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Amr...

Bullshit Para “Pembela” Islam

Sejak Ahok jadi Gubernur DKI Jakarta, Rabu, 19 November 2014, para pembela Islam tidak bisa hidup tenang sampai hari ini. mereka semakin radikal. Radikalisme...

Hukum Menyimpan Tali Pusar Bayi Menurut Islam

Tali pusar adalah jalan yang menghubungkan antara ibu dan bayinya ketika masih dikandungan. Tali pusar ini berfungsi untuk menyalurkan makanan dan oksigen dari ibu...

Daftar Daerah yang Tegas Menolak Kehadiran Rizieq Shihab dan FPI

Gelombang penolakan atas keberadaan organisasi Front Pembela Islam menjalar kemana-mana, utamanya pasca kedatangan Rizieq Shihab ke Indonesia dari pelariannya atas kasus hukum yang menimpa....

Budaya Akademik dan Etos Kerja Dalam Islam

Islam sebagai agama yang kaffah tentu mengatur secara komprehensif segala aktifitas manusia dari mulai bangun tidur samapai tidur kembali. Sebagai agama yang kaffah, Islam...

Jangan Sampai Mendewa-dewakan Mereka yang Mengaku Keturunan Nabi

Gelar “habib” (jamaknya “habaib”) menjadi pembeda antara keturunan Nabi Saw. dan selain beliau. Sakralitas gelar habib tak kalah menarik dibandingkan dengan predikat nabiyullah yang...

Habib yang Menjamur

Dulu, saat saya kecil, di jalan-jalan tidak pernah terpampang baleho. Suasana damai tenan, bahkan tatkala gaduh pun, ya, paling itu karena persoalan biasa. Tidak...

Harakatuna.com. Mataram — Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bekerjasama dengan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) NTB akan melakukan survei nasional tentang Kebhinekaan dan Leterasi Digital untuk  menangkal radikalisme.

Kepala Bidang Pengkajian dan Penelitian FKPT NTB, Dr Muhaimin mengemukakan, survei nasional  dilaksanakan di  32 provinsi se-Indonesia dalam upaya mencegah faham radikalisme dan terorisme di daerah.

‘’Survei ini dilaksanakan BNPT secara nasional oleh 32 FKPT se-Indonesia, untuk provinsi NTB survei akan dilaksanakan pada tanggal 16-20 September 2020  di empat kota yaitu Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah dan Bima,’’ kata Muhaimin, di Mataram, Sabtu (12/9).

Ditanya soal dipilihnya kota Bima sebagai salah satu tempat survei, dosen Fakultas Hukum Universitas Mataram ini mengatakan bahwa pemilihan kota sebagai  lokasi survei sudah ditentukan oleh BNPT. Kalaupun Kota Bima kemudian dijadikan salah satu lokasi, bisa jadi karena  pertimbangan Bima sebagai daerah “merah” penyebaran faham radikalisme.

Muhaimin mengatakan, di era new normal pandemi Covid-19, enumerator atau tim lapangan ketika melakukan pengumpulan data dengan cara tatap muka diharapkan memperhatikan  protokol kesehatan.

Untuk menyamakan persepsi pelaksanaan  survei, enumerator selain diberikan pemahaman bagaimana teknis pelaksanaan survei, mereka juga diberi bekal tentang  wawasan kebangsaan dan kebhinekaan dengan cara memahami FKPT secara khusus.

Pastikan Bersih dari Radikalisme, FKPT Lakukan Choaching

Survei yang dilaksanakan FKPT kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Enumerator dibekali sistem berbasis IT (Information  Technology), dimana pertanyaan sudah ada dalam sistem dengan cara melakukan check list. Dengan begitu hasil wawancara hari itu juga bisa langsung terkirim di server yang dibuat salah satu lembaga survei bekerjama dengan BNPT.

‘’Informasi yang kita dapat menggunakan multistage random sampling. Untuk mengakses data provinsi, kabupaten/kota, kecamatan hingga desa tersebut dilakuka secara acak dengan sistem yang telah dibuat pusat,’’ sebutnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, tujuan akhir dari survei ini untuk memetakan sejauh mana pemahaman masyarakat tentang aspek kebhinekaan dan kebangsaan, terutama untuk mengetahui  tentang NKRI, Pancasila dan UUD 45.

Disamping itu, survei ini juga untuk mengetahui sejauh mana  literasi digital di tengah masyarakat, dimana saat ini hampir semua orang menggunakan media internet.

‘’Banyak anggota masyarakat terutama kalangan generasi muda yang terpapar radikalisme melalui internet. Itu yang harus kita waspadai, dan tugas kita semua segera menangkal radikalisme yang mengarah ke terorisme,’’katanya.

Harakatuna
Harakatuna
Harakatuna.com merupakan media dakwah berbasis keislaman dan kebangsaan yang fokus pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan keislaman dengan ciri khas keindonesiaan. Transfer Donasi ke Rekening : BRI 033901002158309 a.n PT Harakatuna Bhakti Ummat

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Guru dan Amanat Menengahi Pertarungan Ideologi

Apa yang membedakan antara hari ini, Rabu, 25 November 2020, dengan Senin, 25 November 2019 lalu? Atau lebih jauh, apa perbedaan 5 November setiap...

Agama Sering Dipakai untuk Ciptakan Intoleransi dan Tindakan Ekstrem

Harakatuna.com. Jakarta - Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi menegaskan, negara-negara di seluruh dunia harus menjadikan agama sebagai landasan toleransi, perdamaian, dan kemanusiaan. Sehingga tidak...

Tipologi Habib yang Baik dan Tidak Baik Diikuti

Sila Ketiga Pancasila berbunyi "Persatuan Indonesia". Frase ini terdengar memerintahkan seluruh penduduk Indonesia memegang kendali persatuan, tanpa memandang sekian perbedaan: suku, adat, bahkan agama....

Posting ‘Polisi Siap Bunuh Rakyat’ di FB, Eks Ketua FPI Aceh Ditangkap

Harakatuna.com. Banda Aceh - Mantan Ketua Front Pembela Islam (FPI), Kota Banda Aceh, AB, ditangkap terkait pelanggaran UU ITE. Pelanggaran ini terdapat dalam postingannya...

Hukum Mengkultuskan Orang dalam Islam, Jatuh Syirik?

Sejak kedatangan Habib Riziq ke Indonesia pada tanggal 10 November. Para pendukungnya ramai-ramai mengkultuskan beliau sebagai pemimpin umat Islam yang akan merevolusi akhlak bangsa...

Ikhwanul Muslimin Masih Jadi Benalu Hubungan Mesir-Turki

Harakatuna.com. Kairo-Sumber-sumber di Mesir mengungkapkan hubungan yang erat antara Mesir dan Arab Saudi tidak mencegah setiap negara mempertahankan batas kemerdekaan untuk bergerak sesuai keinginan...

Rethinking dan Aktualisasi Jihad di Era Pandemi

Berbicara mengenai isu jihad dalam Islam dan dinamika global, mungkin tidak akan menemukan titik akhir. Isu-isu jihad akan terus berkembang seiring dengan perkembangan zaman....