31.7 C
Jakarta

Cara Rasulullah Memperlakukan Istrinya Yang Sedang Haid

Artikel Trending

Asas-asas IslamAkhlakCara Rasulullah Memperlakukan Istrinya Yang Sedang Haid
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.comRasulullah adalah teladan paripurna untuk umat Manusia di  seluruh dunia. Semua tindakan, perkataan dan sikap Rasulullah selalu dipandu oleh Allah Swt. Rasulullah adalah aplikator ajaran Al-Quran yang paling sempurna. Sebagai teladan umat manusia, Rasulullah juga memberikan teladan kepada umatnya tentang cara memperlakukan istrinya yang sedang haid.

Rasulullah mengajarkan bahwa ketika istrinya sedang haid, maka tidak boleh melakukan hubungan suami istri. Walaupun melakukan hubungan suami istri dilarang, namun Rasulullah tetap memperbolehkan bermesraan dan bercumbu rayu. Aisyah, istri Rasulullah menerangkan Rasulullah tetap bermesraan dengan istrinya, ketika istrinya haid.

كُنْتُ أَشْرَبُ وَأَنَا حَائِضٌ وَأُنَاوِلُهُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَيَضَعُ فَاهُ عَلَى مَوْضِعِ فِيَّ فَيَشْرَبُ وَأَتَعَرَّقُ الْعَرْقَ وَأَنَا حَائِضٌ وَأُنَاوِلُهُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَيَضَعُ فَاهُ عَلَى مَوْضِعِ فِيَّ

Artinya, “Aku (Aisyah) minum ketika aku sedang haid, kemudian aku memberikannya kepada Nabi Muhammad saw, lalu ia meletakkan mulutnya pada tempat mulutku. Aku juga pernah menggigit daging ketika aku sedang haid, kemudian (sisa dagingnya) aku berikan kepada nabi, maka ia meletakkan mulutnya di tempat mulutku.” (HR Aisyah).

BACA JUGA  Mendengar Salam Saat Buang Air Kecil, Wajibkah Menjawabnya?

Rasulullah ketika istrinya haid tidak menjauhinya, bahkan Rasulullah membaca Al-Quran di samping istrinya yang sedang haid

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَّكِئُ فِى حِجْرِى وَأَنَا حَائِضٌ فَيَقْرَأُ الْقُرْآنَ

Artinya, “Rasulullah saw bersandar di pangkuanku (Aisyah) ketika aku haid, kemudian ia membaca Al-Qur’an.” (HR Aisyah).

Imam Abu Zakaria Yahya bin Syarf an-Nawawi (wafat 676 H) dalam kitabnya mengatakan bahwa hadis ini menjadi sebuah dalil diperbolehkannya membaca Al-Quran di dekat wanita yang sedang menstruasi, baik dengan cara duduk di sampingnya, atau bersandar kepadanya. (Imam Nawawi, Syarhun Nawawi ‘ala Shahih Muslim, juz III, halaman 211).

Walhasil, dari keterangan ini semua, kita bisa belajar dari Rasulullah saat istrinya menstruasi. Rasulullah tidak menjauhinya, Rasulullah tetap bermesraan dan bercumbu rayu Namun tidak melakukan hubungan badan. Bahkan Rasulullah tetap membaca Al-Quran di samping istrinya. Wallahu A’lam Bishowab

Ahmad Khalwani
Ahmad Khalwani
Penikmat Kajian keislaman

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru