24.6 C
Jakarta

Cara Generasi Milenial dan Pemuda Tangkal Paham Radikalisme dan Ekstrimisme

Artikel Trending

AkhbarNasionalCara Generasi Milenial dan Pemuda Tangkal Paham Radikalisme dan Ekstrimisme
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com. Jakarta – Direktur Perlindungan BNPT Brigjen (Pol) Imam Margono mengatakan, berdasarkan penelitian IPR BNPT 2020 potensi radikalisme cenderung lebih tinggi pada perempuan, kalangan urban, Gen Z, dan milenial serta yang aktif di internet.

“Pentahapan radikalisasi dimulai dari keberadaan kelompok-kelompok kecil yang tidak terafiliasi dengan kelompok teror. Namun membangun keterikatan ideologi (ideological engagement),”ujar Imam saat dialog kebangsaan yang digelar Bidang Penanggulangan Terorisme dan Radikalisme DPP KNPI, di Kampus UIN Jakarta, Kamis (1/9/2022).

“Hingga kemudian menumbuhkan fase radikalisasi dan mengglorifikasi kegiatan-kegiatan yang menjadi katalisator bagi individu-individu untuk bergabung ke dalam kelompok teror,” tandasnya.

Di tempat yang sama, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI) M. Ryano Panjaitan, memberikan solusi atas problematika tersebut. Salah satunya dengan aktivistpreneur, yaitu sintesis antara aktivisme dan entrepreneurship. Aktivistpreneur juga merupakan transformasi aktivisme menuju kesejahteraan rakyat.

“Mengapa kami di DPP KNPI periode 2022 – 2025 mengangkat tagline besar Aktivistpreneur ini karena menurut saya inilah sedikit peran aktif pemuda membantu pemerintah mengatasi berbagai problematika sosial khususnya di kalangan pemuda yang menjadi basis konstituen KNPI,” ujar Ryano.

Lulusan Universitas Al Azhar Mesir ini meyakini ketika pemuda ini berdaya, mandiri secara ekonomi maka persoalan radikalisme atau perilaku intoleransi dengan sendirinya akan hilang.

BACA JUGA  Diduga ACT Kirim Dana Umat Kelompok Teror, BNPT Sigap Lakukan Pendalaman

“Itu sebabnya kami terus menggalakkan gerakan Aktivistpreneur ini di kalangan pemuda termasuk di dalamnya pelajar dan mahasiswa termasuk salah satunya untuk melawan radikalisasi beragama,”ujarnya.

Oleh karena itu, dia meyakini di kalangan mahasiswa UIN Jakarta ini tak ada itu bibit radikalisme atau perilaku intoleransi ini.

“Karena saya yakin betul bahwa Islam yang jadi mazhab UIN adalah Islam rahmatan lilalamin, Islam yang moderat, Islam Tasamuh. Islam itu sangat indah, sangat luwes melewati zaman. Tak usah khawatir insyaAllah. Kita harus mengambil peran moderasi beragama berbasis keilmuan sesuai nilai budaya kearifan lokal,”ujarnya.

“Kelompok-kelompok kecil ini berperan di sisi hulu yang akhirnya bermuara pada kelompok teror di hilir. Pergerakan organisasi dilaksanakan melalui beberapa tahapan, diantaranya adalah framing, mobiliz dan decision making,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Bidang Penanggulangan Terorisme dan Radikalisme DPP KNPI, Muhamad Adnan Rara Sina, menegaskan, pihaknya mengajak mahasiswa agar lebih memahami pola radikalisasi beragama dan perilaku intoleransi yang marak belakangan.

“Akar persoalan utama gerakan terorisme dan radikalisme ini adalah adalah ketidak adilan dan kemiskinan maka kami hadir dengan gerakan Aktivistpreneur ini agar pemuda termasuk mahasiwa masuk dalam golongan yang tercerahkan tadi dan kuat serta mandiri secara ekonomi. Ini salah satu misi yang kami bawa dengan sinergi bersama BNPT saat ini,”pungkasnya.

Harakatuna
Harakatuna
Harakatuna.com merupakan media dakwah berbasis keislaman dan kebangsaan yang fokus pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan keislaman dengan ciri khas keindonesiaan. Transfer Donasi ke Rekening : BRI 033901002158309 a.n PT Harakatuna Bhakti Ummat

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru