Cara Berburu Ide, Belajar dari Pengalaman


0
2 shares

Ilmu itu ibarat hewan buruan, dan tulisan adalah alat untuk mengikatnya” Imam Syafi’i

Menulis tak semudah yang sering kita dengar dari paparan motivator atau pembicara dalam ruangan seminar. Kita senantiasa menggebu-gebu ketika sedang berada dalam kegiatan yang berisi tentang belajar menulis atau tahapan proses kreatif dalam penulisan. Padahal sejatinya isi dalam seminar itu hanya berguna atau berdampak hanya ketika berada di ruangan tersebut, selebih itu mungkin akan menguap dan hilang begitu saja. Namun, beda hal apabila kita langsung menerapkan atau hanya untuk menambah wawasan yang selama ini sudah dipraktekkan.

Akan tetapi, yang sejauh ini ada dilapangan. Banyak dari kita yang masih kebingunan dalam memulai untuk menulis, padahal sudah bertumpuk-tumpuk sertifikat kepenulisan sudah di ikuti. Salah satu, atau faktor terpenting yang sulit untuk ditemukan dalam mengembangkan tulisan ialah ide. Memang ide menjadi sebuah nyawa dalam suatu tulisan. Ide merupakan inti yang menjadi tumpuan seorang penulis untuk mengembangkan pemikiran yang selama ini ada. Alasan klasik atau alasan yang memang diada-adakan itu hal yang ada selama ini, bahwa ide itu sulit dicari.

Banyak hal yang seharusnya bisa kita jadikan tumpuan untuk menemukan dan mengembangkan suatu ide. Hal yang terpenting yang harus kita lakukan ialah apa yang sejatinya kita cari dari sebuah ide. Sehingga setelah itu, kita akan memahami apa yang akan kita cari dari ide itu sendiri. Medium untuk menemukan ide itu sungguh melimpah ketika kita paham dan sadar untuk mencatat ide tersebut. Seperti ungkapan Imam Syafii diatas, bahwa ilmu (ide) itu ibarat hewan, kalau kita ingin menangkap ide tersebut ya tuliskan saja. Mudah toh, sebenarnya mudah. Hanya kita yang mempersulit atas kemudahan tersebut.

Baca Juga:  Duta Santri sebagai Agen Penggerak Literasi

Nah, kebiasaan yang sehari-hari kita lakukan atau pengalaman dalam sehari-hari cukup sia-sia apabila tidak kita ikat dalam bentuk tertulis. Siapa tahu dalam pengalaman keseharian yang ada dalam kehidupan kita ada satu atau dua momen yang itu bisa menjadi sebuah ide besar dalam hidup kita dan mungkin orang lain. Beberapa kiat atau mungkin tindakan yang mungkin kita bisa aplikasikan untuk mengumpulkan sebuah ide, yakni

Pertama, Ide tidak harus yang berbobot, tapi ambil aja yang ringan-ringan dalam keseharian. Bisa saja ketika kita mempersiapkan tugas sekolah, kuliah atau kerja. Banyak hal yang bisa disarikan untuk menjadi sebuah ide dalam tulisan.

Kedua, Jangan risau untuk keluar dari zona nyaman (pemikiran). Selama ini bagi penulis pemula masih terjebak dalam pikiran yang mengharuskan untuk menulis yang berbobot semisal politik, ekonomi, sosial atau budaya. Hidup tak hanya tentang politik saja, hidup ini banyak bentuk dan momen lain yang harus kita abadikan. Jadi, jangan terjebak pada bahasan yang mempersulit kita.

Ketiga, Ambil setiap segmen atau momen di kegiatan kita. Setiap obrolan seharian yang kita lakukan mungkin sering menyangkut problem yang itu bisa menjadi sebuah ide dari tulisan kita, karena hakikat ide ialah bermula dari permasalahan. Gagasan yang menarik ialah berasal dari sebuah masalah yang disarikan dalam sebuah ide. Maka dari itu, sejatinya ide itu mudah, dengan mengangkat problem dalam keseharian juga bisa menjadi sebuah rangkaian yang bisa ditulis untuk disebar luaskan.


Like it? Share with your friends!

0
2 shares

What's Your Reaction?

Tidak Suka Tidak Suka
0
Tidak Suka
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Terkejut Terkejut
0
Terkejut
Wow Wow
0
Wow
Bingung Bingung
0
Bingung
Marah Marah
0
Marah
Suka Suka
0
Suka