Bersihkan Hoaks sejak dalam Pikiran


Metro

Hoaks merupakan penyakit hati yang siap menjadi teman setia kita dalam berbuat keburukan, apabila kita tidak mencegahnya sejak dalam pikiran. Mencegah lebih baik dari pada mengobati. Karena dengan mencegah, kita hanya cukup menghindarinya dengan selalu menjaga diri agar terhindar dari penyakit tersebut. Banyak di antara kita yang lalai dan tidak waspada akan bahayanya hoaks. Sehingga, setiap aktivitas kesehariannya penuh dengan dusta dan kemunafikan.

Islam mengajarkan kita agar menjaga hati ini selalu bersih dari segala keburukan, dengan selalu membiasakan diri untuk mengucapkan kalimat yang baik dan berfaedah. Kebiasaan-kebiasaan semacam itulah akan menjadi karakter baik kita yang akan mengantarkan kepada keselamatan dan terhindar dari berbagai macam keburukan.

Namun sebaliknya, jika kita sudah terbiasa dengan ucapan buruk, seperti; berbohong, berbicara kasar, dan menghina orang lain, niscaya kebiasaan semacam itu akan membentuk pola pikir dan karakter yang selalu terbiasa dan mudah dalam melakukan berbagai macam kebohongan tanpa ada rasa penyesalan sedikit pun.

Hati merupakan Satu-satunya organ manusia yang bisa memengaruhi setiap aktivitas dalam hidupnya. W.C. Smit dalam buku “Agama untuk Manusia”  mengatakan bahwa, jika manusia di dunia ini melakukan sesuatu yang tidak terpuji kepada saudaranya sendiri, niscaya manusia tersebut tidak mempunyai hati. Ungkapan ini sangat menarik untuk kita jadikan bahan renungan bagi kita semua bahwa hati merupakan kunci utama dari segala perbuatan baik buruknya. Saatnya kita jadikan hati kita untuk tetap dalam kodratnya, yakni selalu mengantarkan kita untuk selalu berbuat kebaikan bagi dirinya maupun orang lain.

Ujaran kebencian, anarkisme, provokasi yang ada di Indonesia saat ini adalah bukti nyata bahwa kita masih sangat amat begitu asyik hidup dalam kondisi hati yang tertutup, hati yang kotor, dan hati terinfeksi oleh berbagai macam keburukan yang dahulu kita lakukan hingga saat ini menjadi santapan yang sangat menyenangkan.

Baca Juga:  Daging Beracun Pengikut Hizbut Tahrir dan Romy

Hati kita adalah mahkota yang paling berharga untuk kita jaga. Dialah sumber yang mengantarkan kita untuk belajar mencintai, menyayangi. Hati adalah sumber dari segala-galanya. Maka seyogianya, kita harus menjaganya dengan baik, agar hati kita tetap bersih dan selalu menyinari kita dalam menjalani kehidupan ini penuh dengan kebaikan-kebaikan.

Sikap dan perilaku kita yang sudah telanjur tenggelam dalam keburukan, saatnya kita perhatikan kembali mahkota kita dan bersegeralah membersihkannya dengan kita selalu berbuat kebaikan tanpa memikirkan batas. Berdzikirlah kepada Allah SWT, agar kita diberikan pertolongan dan petunjuk dalam menjalani kehidupan ini agar bermanfaat bagi alam semesta ini.

Oleh sebab itu, setiap keburukan yang muncul dalam pikiran kita, bukan dari orang lain. Namun perlu kita sadari bahwa hati kita sedang dalam keadaan kotor, lalu kita harus bersegera untuk menyucikan ya. Mulailah dari sekarang untuk selalu mempertanyakan diri kita, apakah hati ini sedang sakit atau tidak.

Jika hati kita dalam keadaan sakit,  maka bersegeralah untuk mengobatinya dengan membiasakan diri untuk berbuat kebaikan. Namun jika hati kita dalam keadaan sehat, maka tugas kita cukup selalu menjaganya agar tetap dalam keadaan bersih dan selalu membiasakan berbuat baik.  Karena, jika hati kita tidak sedang bermasalah, niscaya setiap aktivitas kita akan mengantarkan kepada kebaikan yang akan membawa manfaat bagi diri kita maupun orang lain.

Sebarkanlah perdamaian. Jadikan diri agar menjadi pribadi yang selalu menjaga dan melindungi solidaritas dan sosial yang baik. Buanglah jauh-jauh kebencian maupun rasa iri dalam diri kita, dan Kebencian yang sudah berlalu, kita jadikan sampah yang siap untuk kita bersihkan sebelum menjadi penyakit yang akan merugikan diri kita dan orang banyak..

Baca Juga:  Butir Hikmah Bulan Suci Ramadhan

Oleh: Saiful Bahri, duta Baca di Garawiksa Institute Yogyakarta.  Mahasiswa S1 Studi Agama-Agama di UIN SUKA Yogyakarta.


Like it? Share with your friends!

What's Your Reaction?

Tidak Suka Tidak Suka
0
Tidak Suka
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Terkejut Terkejut
0
Terkejut
Wow Wow
0
Wow
Bingung Bingung
0
Bingung
Marah Marah
0
Marah
Suka Suka
0
Suka
Harakatuna

Harakatuna merupakan media dakwah yang mengedepankan nilai-nilai toleran, cerdas, profesional, kritis, faktual, serta akuntabel dengan prinsip utama semangat persatuan dan kesatuan bangsa yang berdasar pemahaman Islam: rahmat bagi semua makhluk di dunia.