Berita Hoax Ancaman Demokrasi


0
42 shares

Penyebaran berita bohong atau yang sering disebut berita hoax semakin menunjukkan dampak negatifnya. Mendekati pesta demokrasi sekarang ini, keberadaan berita hoax mempunyai pengaruh yang kuat untuk menumbangkan demokrasi di Negeri sendiri.

Berkembangnya teknologi informasi, membuat berita hoax tersebar dengan cepat. Hampir setiap hari masyarakat kenyang akan berita hoax. Minimnya sumber informasi dan pasifnya masyarakat dalam mengoreksi berita menjadi penyebab utama berkembangnya berita hoax. Sehingga seringkali berita hoax dinyakini sebagai berita yang benar.

Berita hoax yang disusupi politik menjadi perbincangan hangat di media sosial. Berbagai ujaran kebencian, provokasi, hingga pencemaran nama baik mulai membanjiri media sosial. Jika hal ini dibiarkan terus menerus, bukan suatu hal yang mustahil bila nantinya demokrasi di Indonesia akan hancur. Dengan hancurnya demokrasi, maka pemerintahan tidak akan mempunyai nilai di mata masyarakat.

“Menurut mesin scrolling kami, ada 1.000 lebih konten hoax yang berkaitan dengan konten hoax yang berkaitan dengan konten politik dan beberapa instrumen pendukungnya, terkait partai, kampanye menjelang Pilpres dan Pileg ini,” ucap Plt Kabiro Humas Kemenkominfo, Ferdanius Setu, di Ibis Budget Hotel, Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Jumat (19/10/2018)

“Dari lebih 1.000 tadi, sekitar 20 (diblokir). Data lengkap ada di Kementrian. Ada 20 akun. Sudah koordinasi dengan KPU dan Bawaslu, akun tersebut memang diciptakan untuk serang tokoh tertentu pilpres dan pileg” sambung Ferdanius.

Jumlah tersebut cukup meresahkan masyarakat. Sebabnya, sumber informasi masyarakat saat ini adalah media sosial. Jika media sosial dipenuhi dengan kebohongan, sikap masyarakat terhadap demokrasi juga akan berubah.

Kemunculan berita hoax sering kali di buat oleh pihak-pihak yang mempunyai berbagai kepentingan. Adanya kepentingan tersebut, membuat seseorang tidak memperdulikan dampak negatif yang ditimbulkan.

Baca Juga:  Muhammad Siddiq al-Jawi vs Lelaki Jerami (Tanggapan atas Sanggahan KH. Muhammad Shiddiq al-Jawi terhadap Prof. Dr. Mahfud MD)

Kondisi ini diperburuk oleh sikap abai dari anggota partai politik dalam menyikapi berkembangnya berita hoax. Bahkan, sering kali partai politik melihat Pemilu sebagai ajang perlombaan semata. Mereka lupa memberikan pendidikan politik kepada masyarakat. Sehingga sering terjadi konflik di tengah masyarakat akibat pemilu.

Tentu saja hal ini akan merusak prinsip kerja pemilu yaitu bebas, jujur, dan adil. Kejujuran sangat diperlukan masyarakat untuk menentukan pemimpin yang terbaik. Masyarakat membutuhkan berita yang faktual dari media. Dengan berita tersebut, masyarakat dapat melihat proses calon pemipin dalam mengambil suatu keputusan. Akhirnya, masyarakat dapat berperan aktif dan membantu pemimpin dalam mensukseskan setiap keputusannya.

Keberadaan berita hoax sangatlah berbahaya. Pemerintah sudah melakukan tindakan yang cukup tegas. Pemerintah menjatuhkan kurungan penjara dan denda dengan nominal yang cukup besar bagi pelaku penyebar berita hoax. Aturan tersebut terasa sangat berat, namun bagi penyebar berita hoax hukuman tersebut tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan keuntungan yang akan mereka dapatkan.

Melihat fakta tersebut, masyarakat juga perlu bertindak aktif dalam melawan berita hoax. Misalnya, ketika mendapatkan informasi yang tidak jelas sumber dan kebenarannya, masyarakat harus melakukan check kepada orang yang ahli di bidang tersebut. Kemudian ketika ada pengguna media sosial yang bertengkar, maka damaikanlah dengan cara yang baik. Paling penting adalah tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.

Masyarakat juga dapat bergabung dalam grup anti hoax di internet. Melalui grup tersebut, masyarakat dapat membaca pendapat yang diberikan orang lain atau menanyakan suatu berita merupakan berita yang benar atau berita hoax.

Untuk mewujudkan demokrasi yang terbaik, tidak hanya dibutuhkan satu pihak saja. Perlu adanya keterkaitan semua pihak untuk mewujudkan demokrasi yang sempurna. Berita hoax dapat dilawan dengan adanya interaksi yang baik antara pemerintah dan masyarakat. Keaktifan masyarakat sangat diperlukan untuk mencegah berkembangnya berita hoax.

Baca Juga:  Wakaf Kontemporer sebagai Sumber Social Finance Investment Fund pada Negara Paling Dermawan di Dunia

Oleh : M. Nur Faizi, esais. 


Like it? Share with your friends!

0
42 shares

What's Your Reaction?

Tidak Suka Tidak Suka
0
Tidak Suka
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Terkejut Terkejut
0
Terkejut
Wow Wow
0
Wow
Bingung Bingung
0
Bingung
Marah Marah
0
Marah
Suka Suka
1
Suka
Harakatuna

Harakatuna merupakan media dakwah yang mengedepankan nilai-nilai toleran, cerdas, profesional, kritis, faktual, serta akuntabel dengan prinsip utama semangat persatuan dan kesatuan bangsa yang berdasar pemahaman Islam: rahmat bagi semua makhluk di dunia.