30.5 C
Jakarta

Berani Menulis dalam Berbagai Kesempatan

Artikel Trending

KhazanahLiterasiBerani Menulis dalam Berbagai Kesempatan
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com – Kemampuan menulis seseorang akan teruji bukan saja karena dia mampu mengembangkan ide-ide yang ada dalam benaknya, namun juga yang bersangkutan mampu menulis dalam berbagai kesempatan.

Penulis yang hebat walaupun waktu sempit dan di manapun berada akan mampu menuliskannya karena khawatir idenya hilang dan itu momentum terbaik menulis sesuatu yang mungkin banyak dibutuhkan dan dibaca orang. Bukan hal mudah tetapi telah banyak penulis yang mampu melakukannya.

Laptop, gadget atau alat tulis lainnya akan selalu dibawanya ketika mendapatkan ide yang dilihatnya. Hilangnya sebuah ide akan berlangsung cepat seperti munculnya ide tersebut. Penulis yang jeli takkan melewatkannya begitu saja. Bahkan ketika berada di antrian atau waktu menunggu kedatangan kereta, seorang penulis hebat akan memanfaatkan momentum agar tidak terbuang percuma bahkan banyak tulisan yang bagus justeru muncul dan ditulis pada waktu yang sempit sekalipun.

Jadi waktu sesempit apapun penulis memang harus mampu memanfaatkannya sehingga ia akan tetap tenang menulis serta berkarya  tanpa terganggu situasi yang ada.

Memang, setiap penulis memiliki waktu tersendiri di saat menulis. Memang sih waktu-waktu tersebut dapat menciptakan mood tersendiri. Tak bisa dipungkiri jika memang ada penulis yang suka menulis saat dini hari saat terbangun dari tidur, pagi hari, siang hari, sore hari bahkan malam hari.

Tetapi jika ada kesempatan menulis maka hal itu sebenarnya tak boleh disia-siakan karena itu memomen terbaik. Biasanya dengan mood yang baik biasanya saat menulis akan mengalir dengan sendirinya dan memudahkan penulis merangkai kata demi kata yang ada di benaknya.

Cahyadi Takariawan pernah mengatakan untuk disiplin menulis setiap hari, harus memaksakan diri. Pada awalnya perlu usaha lebih keras untuk bisa menulis setiap hari, tetapi setelah menjadi habit semua terasa mudah. Menulis semudah bernafas, itulah kalimat yang digaungkan Pak Cahyadi.

Bahkan para penulis senior sudah berkomitmen terhadap dirinya untuk bisa menulis setiap saat. Sehingga penulis yang sudah mampu mengatur waktunya atau mampu menyesuaikan waktunya mereka bisa kapan saja menulis. Sehingga yang bersangkutan tak memiliki kesulitan untuk menulis kapanpun.

Waktu menulis mereka pergunakans ebaik-baiknya jadi dengan kondisi apapun dan waktu apapun dia tetap mampu berkarya menghasilkan tulisan-tulisan terbaiknya. Jadi tanpa berkomitmen terhadap waktu tentunya akan sulit bagi penulis untuk menghasilkan sebuah tulisan.

Jika terbiasa menulis maka dalam waktu apapun sering muncul tuntutan untuk menulis. Ada semacam hal yang menagih seorang penulis untuk menuliskan sesuatu. Tuntutan ini kerapkali tak jelas waktunya. Maka dari itu, ketika datang momentum semacam ini maka siap-siaplah menulis karena seringkali justeru dalam waktu kepepet bisa saja menghasilkan tulisan yang bagus dan luar biasa manfaatnya.

Makanya jika ada kesempatan menulis baik sekalipun di atas kendaraan kecuali bawa motor atau mobil sendiri maka itu perlu ke pinggir terlebih dahulu memberhentikan kendaraan tersebut untuk menulis. Memang seperti mekasakan tetapi jika kondisi memungkinkan maka tak ada salahnya untuk menulis.

“Tidak perlu menunggu waktu yang tepat untuk menulis, karena sejatinya setiap waktu sangat bermakna.” (Linda Sri Utari).

Terkait persoalan waktu ini, banyak penulis pemula yang kesulitan dalam memnentukan waktu untuk menulisnya. Terkait waktu ini maka tergantung pula kepada kecintaan profesi ini. Maka semakin emncintai profesi menulis maka tentu saja yang bersangktan akan selalu menyisihkan waktu khususnya untuk menulis.

Jika profesi menulis dipilih sebagai profesi sampingan maka tentu saja waktu menulis akan tergantung dari profesi utamanya. Memang tak ada aturan yang harus menentukan waktu untuk menulis. Tetapi sebagai penulis yang hebat maka dengan sendirinya menyisihkan waktu untuk menulis adalah menjadi sebuah keharusan.

Dari pengalaman menulis, penulis justeru selalu menikmati waktu kapanpun untuk menulis. Justeru dengan kapanpun ada kesempatan untuk menulis maka akan teriasa di dalam merangkai kata-kata dan menuangkan ide yang ada di benak. Profesi menulis harus disadari sesungguhnya banyak membutuhkan waktu karenanya jangan sampai dalam sehari tidak menulis sama sekali.

Maka dari itu gunakanlah kesempatan yang ada untuk menulis apa saja. Dengan membiasakan menulis setiap saat maka otak kita akans elalu terpacu berpikir serta akan menumbuhkan kebiasaan menulis dan kebiasaan menulis takkan bisa munculkan dengan sendirinya sebab itu semua muncul dari pembiasaan yang dilakukan oleh penulis itu sendiri.

Mana mungkin akan terbiasa menulis jika ada kesempatan menulis disia-siakan begitu saja. Menulis itu adalah sebuah aktivitas yang sesungguhnya tidak terbatas oleh waktu. Jika memang demikian adanya makanya bagi siapapun yang menekuni dunia kepenulisan ini jangan sampai mengeluhkan tak ada waktu untuk menulis tetapi harus mampu membiasakan waktu menulis dalam kesempatan apapun.

Penulis harus mampu mengkondisikan diri agar bisa menulis dalam berbagai kesempatan dan dalam keadaan apapun ketika muncul ide. Idealnya adalah waktu yang pas tetapi terkadang ide muncul di saat yang tidak tetapt tetapi seorang penulis harus mampu memanfaatkan kondisi itu untuk menghasilkan tulisan yang baik dan berguna bagi pembaca.

Karena itu beranilah menulis dalam kesempatan apapun. Hal ini hanya sekedar ajakan agar para penulis pemula bis aterus berkarya di tengah waktu yang sempit. Dengan terbiasa menulis dalam berbagai kesempatan maka lambat laun akan bisa menulis apapun dalam kondisi apapun dan intinya adalah kitab isa eksis sebagai penulis dan mampu menghasilkan karya-karya terbaiknya selama diberi kesempatan untuk menulis.

Deffy Ruspiyandy
Deffy Ruspiyandyhttps://www.www.harakatuna.com/
Penulis artikel di berbagai media massa cetak dan online, Penulis ide cerita di beberapa TV Swasta, bermukim di Bandung.

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru