Benarkah Sholat Memakai Celana Lebih Utama Daripada Memakai Sarung?


0
4 shares

Sholat merupakan ibadah yang paling utama dan pertama bagi seorang muslim, bagaimana tidak Allah SWT sendirilah yang langsung memerintahkan kewajiban sholat kepada Nabi Muhammad. Berbeda dengan ibadah lainnya Allah memerintahkannya melalui perantara mlaikat Jibril.

Ibadah sholat merupakan ibadah yang paling utama karena merupakan ibadah yang pertama kali dihisab oleh Allah SWT di akhirat kelak, jika sholatnya sudah baik maka baik pula seluruh amal ibadah yang lain, akan tetapi jika sholatnya tidak lulus dalam penghisaban maka gagal pulalah amalan ibadah yang lainnya.

Begitu pentingnya ibadah sholat, maka para ulama banyak sekali membahas secara detail mengenai ilmu tentang sholat dimulai dari syarat sholat, rukun sholat, sunah-sunah sholat, hal-hal yang membatalakan sholat, intinya semua aspek mengenai sholat telah rampung dibahas secara terperinci oleh para ulama.

Seperti diketahui bahwa salah satu yang menjadi syarat sahnya sholat adalah menutup aurat. Imam Nawawi dalam buku karangannya Kasifatussaja menerangkan bahwa alat untuk menutup aurat adalah alat yang suci yang bisa mencegah terlihatnya warna kulit, yaitu sekiranya tidak diketahui putihnya warna kulit ketika berhadapan dengan lawan bicara. Meskipun baju tersebut merupakan pinjaman ataupun pemberian dari orang lain. dan meskipun orang yang sholat tersebut dalam keadaan sendiri dan suasana yang gelap, tetap diwajibkan untuk menutup aurat, 

Aurat yang wajib ditutupi adalah dari yang sekiranya terlihat dari arah atas atau arah samping, misal auratnya terlihat oleh orang lain ketika rukuk atau sujud dari kerah bajunya yang kebesaran maka sholatnya batal, begitupun juga ketika memakai baju yang kekecilan sekirannya waktu rukuk, terlihat auratnya maka sholatnya juga batal. Akan tetapi apabila hal ini terlihat dari bawah maka tidak membatalkan sholatnya.

Dengan demikian maka menutup aurat adalah kewajiban yang harus terpenuhi ketika seseorang hendak melaksanakan sholat. Adapun bentuk baju yang digunakan untuk menutup aurat bisa bermacam-macam sesuai adat budayanya. Dengan demikian esensinya adalah pada menutup aurat bukan pada bentuk baju yang digunakan. Jadi salah besar jika orang yang menggunakan batik sholatnya tidak lebih utama dari yang memakai jubah, orang yang menggunakan sarung tidak lebih utama daripada orang yang menggunakan jubah seperti orang arab.

Seperti kita ketahui bahwa celana maupun sarung merupakan alat yang digunakan untuk menutup aurat, dan keduanya itu merupakan produk budaya. Sarung merupakan produk budaya asal Indonesia, jadi sudah menjadi wajar jika kebanyakan penduduk Indonesia ketika sholat menggunakan sarung. Jadi apabila dikatakan manakah yang lebih utama antara memakai sarung dan celana maka jawabnya adalah sama-sama utama diantara keduanya. Memakai sarung itu baik begitpun juga memakai celana.

Akan tetapi yang menarik adalah perkataan Imam Nawawi yang mengutip pendapat Syurbamilisi dalam kitab syarahnya terhadap kitab Nihayah karangan Imam Ramli bahwa disunahkan untuk memakai baju yang terbaik, dan baju yang terbagus sesuai adat budaya yang berlaku walaupun harus memakai baju rangkap dan kemudian memakai celana. Hal ini berdasarkan hadist Nabi yang artinya sesungguhnya bumi memintakan ampun bagi orang yang sholat dengan menggunakan celana, oleh karena yang demikian Imam Nawawi menyimpulkan penutup aurat yang utama ketika sholat adalah gamis dengan memakai celana, kemudian gamis dengan memakai sarung dan kemudian gamis dengan memakai selendang.

Baca Juga:  Benarkah Syarifah Harus Menikah dengan Syarif?

Like it? Share with your friends!

0
4 shares

What's Your Reaction?

Tidak Suka Tidak Suka
0
Tidak Suka
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Terkejut Terkejut
0
Terkejut
Wow Wow
0
Wow
Bingung Bingung
0
Bingung
Marah Marah
0
Marah
Suka Suka
0
Suka