26.9 C
Jakarta
Array

Bekal Perjalanan Musafir (6)

Artikel Trending

Bekal Perjalanan Musafir (6)
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Salah satu bekal penting bagi musafir -selain bekal menjalankan ibadah yang menjadi bagi rukun Islam seperti shalat, zakat, dan puasa- adalah zikir dan doa. Sebab hampir semua tindakan keseharian manusia pada umumnya, Nabi Muhammad saw mengajarkan doa-doa harian. Mulai bangun tidur hingga menjelang tidur. Semua tindakan tidak ada yang terlewatkan dari doa. Bahkan hal-hal yang dipandang sepele semisal masuk kamar mandi dan bercermin juga ada tuntunan doanya. Nah, tentu bepergian yang jauh dari rumah, keluarga dan orang-orang tercinta lebih perlu dan butuh kepada doa. Tulisan ini akan mengulas sekelumit doa maupun zikir yang diajarkan Nabi saw bagi umatnya tercinta.

Riwayat al-Thabrani yang berasal dari tabiin bernama Mujahid dan al-Hasan menjelaskan anjuran shalat safar yakni shalat dua rakaat yang dilakukan ketika hendak bepergian. Inti riwayat tersebut mengisyaratkan shalat sebagi tinggalan terafdal bagi keluarga saat ditinggal bepergian. Bagaimana tidak? Esensi shalat adalah doa dan zikir (mengingat) Allah. Rakaat pertama shalat safar membaca surah al-Kafirun. Lalu dilanjut surah al-Ikhlash pada rakaat kedua.

Baca: Bekal Perjalanan Musafir (5)

Menurut pendapat lainnya, surah al-Falaq pada rakaat pertama dan surah al-Nas di rakaat kedua. Selanjutnya seusai salam membaca Ayat Kursi (lihat QS al-Baqarah [2]: 255. Konon, orang yang membaca Ayat Kursi sebelum keluar rumah, dia tidak akan tertimpa hal yang tidak diinginkan hingga pulang kembali, demikian jelas al-Nawawi dalam kitabnya al-Adzkâr.

Selanjutnya saat keluar rumah, Nabi saw mengajarkan doa sebagai berikut sembari memandang ke arah langit:

باسْمِ اللهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللهِ وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ باِللهِ اللَّهُمَّ إني أَعُوذُ بِكَ أنْ أضِلَّ أَوْ أُضَلَّ أوْ أزِلَّ أَوْ أُزَلَّ أَوْ أظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ أوْ أجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عليَّ

Saat berada di atas kendaraannya (baca: onta) dan siap untuk berjalan, Rasulullah saw membaca doa sebagai berikut sambil senyum optimis akan kemudahan dan kemanfaatan perjalanan.

اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ سُبْحانَ الَّذي سَخَّرَ لَنا هَذَا وَما كُنَّا لَهُ مُقْرِنينَ وَإِنَّا إلى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ . اللَّهُمَّ إنَّا نَسألُكَ فِي سفَرِنَا هَذَا البِرَّ وَالتَّقْوَى وَمِنْ العَمَلِ ما تَرْضَى اللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِ عَنّا بُعْدَهُ . اللَّهُمَّ أنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ وَالخَلِيفَةُ في الأهْلِ . اللَّهُمَّ إني أعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثاءِ السَّفَرِ وكآبَةِ المَنْظَرِ وَسُوءِ المُنْقَلَبِ في المَالِ والأهْلِ

Dalam al-Futûhât al-Rabbâniyyah, Ibnu Allan menukil dari al-Qazwini untuk membaca surah Quraisy sebelum bepergian. Mengingat dalam salah satu ayatnya, surah ini ditemukan redaksi wa âmanahum min khauf (dan Allah memberikan keamanan mereka dari rasa takut). Sehingga surat ini membawa keamanan dari mara bahaya.

Dalam perjalanan dianjurkan banyak berzikir baik istighfar, shalawat dll, untuk menenangkan hati dan jiwa dari rasa lelah bepergian. Sejatinya masih banyak doa-doa bepergian yang diajarkan oleh Nabi saw dan para pewarisnya yakni ulama. Cukup sekelumit ini yang bisa dipaparkan. Semoga bermanfaat dan mampu diamalkan. Amin. []

Harakatuna
Harakatuna
Harakatuna.com merupakan media dakwah berbasis keislaman dan kebangsaan yang fokus pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan keislaman dengan ciri khas keindonesiaan. Transfer Donasi ke Rekening : BRI 033901002158309 a.n PT Harakatuna Bhakti Ummat

Mengenal Harakatuna

Artikel SebelumnyaBuletin Jum’at Harakatuna 28 Juli
Artikel SelanjutnyaAnak dan Radikalisme

Artikel Terkait

Artikel Terbaru