30.9 C
Jakarta
Array

Bekal Perjalanan Musafir (4)

Artikel Trending

Bekal Perjalanan Musafir (4)
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Zakat Musafir

Selain berpengaruh pada hukum bersuci dan shalat, bepergian juga mempunyai pengaruh bagi hukum ketentuan zakat. Seseorang yang sudah berkewajiban membayar zakat sedang dalam keadaan bepergian atau akan berangkat bepergian, tentu akan muncul pertanyaan baginya; apakah dia menunaikan zakat di kota tujuan atau mengeluarkannya di kampung halamannya? Para pakar hukum Islam telah membahas permasalahan ini dalam literatur fikih dengan keyword naql al-zakâh (pemindahan dalam menyalurkan zakat).

Menurut mayoritas fuqahâ madzhab, tidak diperkenankan memindahkan penyaluran zakat ke luar kota. Ini berlandaskan hadis sahih al-Bukhari dan Muslim yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Abbas ra saat Nabi Besar Muhammad saw akan mengutus sahabat Muadz bin Jabal ra ke negeri Yaman, salah satu pesan Baginda Nabi saw:

فَأَعْلِمْهُمْ أَنَّ اللهَ افْتَرَضَ عَلَيْهِمْ صَدَقَةً تُؤْخَذُ مِنْ أَغْنِيَائِهِمْ فَتُرَدُّ فِى فُقَرَائِهِمْ

Beritahu penduduk negeri Yaman, bahwa Allah swt mewajibkan mereka sedekah wajib (zakat) diambil dari orang-orang kaya mereka untuk diserahkan bagi orang-orang fakir mereka.

Baca: Bekal Perjalanan Musafir (1)

Baca: Bekal Perjalanan Musafir (2)

Baca: Bekal Perjalanan Musafir (3)

Secara tersirat hadis tersebut menggambarkan bahwa zakat penduduk Yaman bagi penduduk Yaman. Sehingga tempat menjadi titik poin dalam penyaluran zakat. Dalam kitab al-Fiqh al-Islâmî wa Adillatuh, Wahbah al-Zuhaili memaparkan bahwa hadis di atas difahami oleh para ulama madzhab Hanafi, Syafii dan Hanbali sebagai berikut:

  • Untuk zakat mal (dagang, pertanian dll) yang dianggap adalah tempat keberadaan harta tersebut.
  • Untuk zakat fitrah yang dianggap adalah tempat keberadaan muzaki.

Keterangan ini disederhanakan oleh Ibnu Ruslan melalui gubahannya dalam Shafwah al-Zubad:

وَالنَّقْلُ مِنْ مَوْضِعِ رَبِّ المُلْكِ     فِي فِطْرَةٍ وَالمَالِ مِمَّا زُكِّي

…لَايُسْقِطَ الفَرْضَ

Penyaluran zakat yang dipindahkan dari tempat tinggal daerah muzaki baik zakat fitrah maupun zakat mal tidak dapat menggugurkan kewajiban zakat.  

Catatan penutup: jika di daerah muzaki tidak ditemukan mustahik zakat sama sekali maka muzaki diperkenankan untuk memindah penyaluran zakat (naql al-zakâh), demikian keterangan al-Nawawi dalam al-Majmûʻ Syarh al-Muhadzdzab. Wallahu Aʻlam []

Harakatuna
Harakatuna
Harakatuna.com merupakan media dakwah berbasis keislaman dan kebangsaan yang fokus pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan keislaman dengan ciri khas keindonesiaan. Transfer Donasi ke Rekening : BRI 033901002158309 a.n PT Harakatuna Bhakti Ummat

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru