24.5 C
Jakarta

Bagi Ustad Syarif Hade, Isu Khilafah itu Bukan Syariat Islam

Artikel Trending

Istilah khilafah menjadi sesuatu yang debatable, diperdebatkan, sampai dijadikan stigma pembenaran sebagian kelompok yang memiliki kepentingan politik. Kelompok yang memainkan peran khilafah, antara lain, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan Front Pembela Islam (FPI). HTI dengan kampanye khilafah mengklaim Negara Indonesia termasuk negara kafir karena tidak berasaskan syariat Islam, sedangkan FPI dengan prinsip khilafah bersikeras menjadikan negara merah putih ini berbasis syariah, kendati di dalamnya terdapat pemeluk-pemeluk agama di luar Islam.

Di tengah perdebatan yang berkepanjangan terkait kebenaran khilafah, saya pikir khilafah itu memiliki akar kata yang sama dengan khalifah. Terkait khalifah dosen sekaligus peneliti muda Dr. Moch. Syarif Hidayatullah menyebutkan, bahwa khalifah makna dasarnya adalah pengganti. Dulu Sayyina Abu Bakar disebut khalifah karena menggantikan Rasulullah Saw. Begitu pula beberapa khalifah sesudahnya, seperti Umar Ibn Khaththab, Utsman Ibn Affan, dan Ali Ibn Abi Thalib. Masing-masing empat khalifah ini memiliki model kepemerintahan yang berbeda. Sehingga, para ulama menyebutkan, bahwa tiada sistem khusus yang ditetapkan oleh Rasulullah Saw.

Ustaz Syarif melanjutkan, bahwa isu khilafah seringkali dibenturkan dengan pernyataan—yang konon katanya hadis—yang berbunyi: Al-Khilafah ala manhaj an-nubuwah. Maksudnya sistem khilafah itu berdasarkan atas metodologi kenabian. Pertanyaannya, pernyataan ini konsepsinya seperti apa? Apakah itu dianjurkan oleh Rasulullah Saw. dan dipraktikkannya pula? Atau itu sekedar rekonstruksi dari orang-orang tertentu seperti Syekh Taqiyyuddin an-Nabhani, pendiri Hizbut Tahrir (HT)? Jadi, al-khilafah ala manhaj an-nubuwah itu bukan sebagai syariat yang seharusnya dipatuhi secara totalitas oleh seseorang. Namun, itu hanya ijtihad pemikiran yang dilakukan oleh orang-orang tertentu.

BACA JUGA  Serial Pengakuan Mantan Radikalis (XV): Kalis Perempuan yang Pernah Terjebak Ideologi Sesat ISIS dan FPI

Sesuatu yang menguatkan bahwa khilafah itu bukan syariat, sebut Ustaz Syarif, adalah rujukan-rujukan utama dalam Islam yaitu Al-Qur’an dan Sunnah yang sama sekali tidak menyinggung soal khilafah ini. Sistem negara Islam di pelbagai dunia bahkan menggunakan sistem yang beragam. Ada yang menggunakan sistem Republik. Ada pula yang menggunakan sistem Monarki. Beragam sistem ini digunakan untuk melanjutkan sistem yang diterapkan oleh Rasulullah Saw. Terus, syariat itu sama sekali tidak mengatur sistem kepemerintahan.

BACA JUGA  Serial Pengakuan Mantan FPI (XIV): Gus In'am dan Mas Bisri Terjebak Kebohongan FPI

Sebagai penutup, isu khilafah yang ditawarkan oleh orang-orang HTI dan FPI itu hanyalah model politik mereka untuk memukul lawan. Kedua organisasi ini berpayung di bawah instrumen keislaman agar lebih mudah diterima oleh orang lain. Karena, mayoritas orang itu lebih fanatik ketika dihadapkan dengan persoalan-persoalan agama. Orang lebih membela agama dibandingkan membela orang-orang lemah. Tetaplah berhati-hati dengan isu khilafah yang sudah mulai dilumuri dengan kepentingan-kepentingan yang bersifat politis.[] Shallallah ala Muhammad.

Khalilullah
Khalilullah
Lulusan Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru