31.3 C
Jakarta
Array

Asmaul Husna (2) Al-Baʻits Sang Maha Membangkitkan

Artikel Trending

Asmaul Husna (2) Al-Baʻits Sang Maha Membangkitkan
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Kata yang terdiri dari ba’, ‘ain dan tsa’ memiliki beberapa makna, yaitu pembangkitan, mengutus seseorang atau membangkitkannya menuju suatu tempat, mendorong binatang untuk melaju, atau menghidupkan kembali makhluk yang telah mati dan membangkitkan mereka dari kubur.

Imam Al-Qurthubi menyimpulkan bahwa kata baʻatsa mengandung makna menggerakkan yang diam dan menampakkan yang tersembunyi.

Kata al-Bâʻits tidak ditemukan dalam Al-Quran, yang ada hanya kata kerjanya saja dalam berbagai macam bentuk yang disebutkan sebanyak sepuluh kali, dan pelaku pekerjaan tersebut adalah  Allah swt.  Makna yang paling banyak dikandung kata ini ialah membangkitkan dari kubur dan hari kemudian. Sebagaimana dalam QS al-Hajj [22]: 7

وَأَنَّ السَّاعَةَ آتِيَةٌ لَا رَيْبَ فِيهَا وَأَنَّ اللهَ يَبْعَثُ مَنْ فِي الْقُبُورِ

Hari kiamat itu pasti akan datang tidak ada keraguan dalamnya. Allah pasti akan membangkitkan siapapun yang ada dalam kubur. 

Membangkitkan bagi Allah juga berarti menghidupkan kembali yang sudah mati, sebagaimana disebutkan oleh al-Quran dalam QS al-Baqarah [2]: 259 saat mengisahkan seseorang yang keheranan dengan hancur leburnya suatu wilayah yang ia lewati lalu selama 100 tahun wilayah tersebut mati tidak ada kehidupan kemudian dihidupkan kembali. Menurut al-Ghazali hakikat membangkitkan adalah menghidupkan yang sudah mati dengan bentuk yang sedikit berbeda sebagai keterangan yang beliau muat dalam al-Maqshad al-Asnâ.

Namun sah-sah saja dan tidak keliru, jika kata baʻatsa dipahami dalam arti luas yang dicakup oleh makna-makna yang masih wajar disandang oleh Allah swt, seperti membangkitkan dari tidur atau membangkitkan semangat dan sebagainya. Apabila ditelusuri dalam al-Quran kata ‘hidup’ dan ‘mati’ tidak hanya bermakna terhentinya denyut jantung atau tidak berfungsinya otak, tetapi juga digunakan dalam arti kematian hati dan hilangnya semangat juang.

Kata baʻatsa ini juga memiliki makna mengutus para rasul. Sebagaimana termaktub dalam QS: Yunus [10]: 74

ثُمَّ بَعَثْنَا مِنْ بَعْدِهِ رُسُلًا إِلَى قَوْمِهِمْ

Kemudian kami utus setelahnya para rasul (utusan) bagi kaum mereka.

Dalam meneladani sifat Allah yang tergolong asmaul husna ini yakni al-Bâʻits, seorang insan Muslim disamping dituntut meyakini adanya hari kebangkitan, dia juga dituntut agar dapat membangkitkan jiwanya, sehingga hidup dengan akidah yang benar, ilmu pengetahuan yang luas serta semangat juang yang membara. Selanjutnya dia berkewajiban menghidupkan orang lain dengan mengajar mereka pengajaran bermanfaat untuk dunia dan akhirat, serta menanamkan rasa percaya diri dan semangat juang pada mereka. Wallahu Aʻlam [Ali Fitriana]

Harakatuna
Harakatuna
Harakatuna.com merupakan media dakwah berbasis keislaman dan kebangsaan yang fokus pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan keislaman dengan ciri khas keindonesiaan. Transfer Donasi ke Rekening : BRI 033901002158309 a.n PT Harakatuna Bhakti Ummat

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru