28.3 C
Jakarta
Array

Asas-Asas Takbiran dalam Islam

Artikel Trending

Asas-Asas Takbiran dalam Islam
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Takbir adalah ucapan Allahu Akbar. Ungkapan takbir merupakan sarana pengakuan bagi setiap insan Muslim atas kebesaran dan keagungan Allah swt dibarengi perasaan diri yang kecil dan hina di hadapan-Nya. Sehingga sudah selayaknya siapapun yang bertakbir menghayatinya dengan perasaan merasa kecil tersebut. Bukan hakikat bertakbir jika masih ada perasaan lebih besar dan hebat dari yang lain.

Tidak heran jika takbir menjadi syiar agama Islam pada malam hari raya yang dikenal dengan istilah takbiran. Dalam bahasa sumbernya, syiar masih satu akar dengan syuʻûr yakni perasaan. Sehingga takbiran disamping sebagai syiar Islam juga mengandung nilai perasaan rendah hati di hadapan Allah swt dan seluruh makhluk-Nya. Disyariatkannya takbiran dengan berlandaskan firman Allah swt dalam QS Al-Baqarah [2]: 185.

Setelah bilangan bulan Ramadan sempurna, dianjurkan untuk bertakbir dalam rangka mengagungkan Allah swt dan bersyukur kepada-Nya atas maunah yang diberikan saat menjalankan ibadah di bulan Ramadan.

Firman Allah swt ini diperjelas kembali oleh Rasulullah saw dalam hadisnya yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra dalam Majmaʻ al-Zawâid wa Manbaʻ al-Fawâid:

“Hiasilah hari raya kalian dengan bertakbir”

Sahabat Anas bin Malik ra juga meriwayatkan bahwa Rasulullah saw pernah bersabda:

زينوا العيدين بالتهليل والتقديس والتحميد والتكبير

Hiasilah dua hari raya kalian dengan tahlil, penyucian terhadap Dzat Allah, tahmid, dan takbir HR Al-Dailami dan Abu Nuaim.

Idul Fitri, Takbir Mutlak: dimulai waktu maghrib sampai khatib naik mimbar. Takbir Muqayad: setelah shalat maghrib, isya’ dan subuh.

Idul Adha, Takbir Mutlak: dimulai waktu maghrib sampai khatib naik mimbar. Takbir Muqayad: setiap setelah shalat fardhu mulai subuh hari arafah sampai ashar hari tasyriq terakhir.

Berikut redaksi takbiran yang dihimpun dari berbagai riwayat hadis:

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ, لَا إله إلَّا اللهُ اَللهُ أَكْبَر, اللهُ أَكْبَرُ وَلِلهِ الحَمْد

Allah maha besar, Allah maha besar, Allah maha besar. Tiada tuhan yang berhak disembah melainkan Allah. Allah maha besar. Allah maha besar, semua pujian hanya milik Allah.

اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالحَمْدُ لِلهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا, لَا إله إلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الكَافِرُوْنَ, لَا إله إلَّا اللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَه, لَا إله إلَّا اللهُ اَللهُ أَكْبَرُ, اللهُ أَكْبَرُ وَلِلهِ الحَمْد

Allah maha besar, semua pujian hanya milik Allah, maha suci Allah di setiap waktu. Tiada tuhan yang berhak disembah melainkan Allah. Kita hanya menyembah Allah dengan ikhlas dalam ketaatan, meskipun orang-orang kafir tidak suka. Tiada tuhan yang berhak disembah melainkan hanya Allah yang selalu menepati janji, menolong hamba-Nya dan hanya Dia-lah yang mengalahkan semua musuh. Tiada tuhan yang berhak disembah melainkan Allah. Allah maha besar. Allah maha besar, semua pujian hanya milik Allah.

Selamat Takbiran!

Harakatuna
Harakatuna
Harakatuna.com merupakan media dakwah berbasis keislaman dan kebangsaan yang fokus pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan keislaman dengan ciri khas keindonesiaan. Transfer Donasi ke Rekening : BRI 033901002158309 a.n PT Harakatuna Bhakti Ummat

Mengenal Harakatuna

Artikel SebelumnyaBekal Perjalanan Musafir (3)
Artikel SelanjutnyaIdul Fitri

Artikel Terkait

Artikel Terbaru