30.8 C
Jakarta
Array

Antara Dosa dan Amal Shalih Yang Tersembunyi

Artikel Trending

Antara Dosa dan Amal Shalih Yang Tersembunyi
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Antara Dosa dan Amal Shalih Yang Tersembunyi
Oleh: Abdul Rosyid*

Sebagian manusia tidak mampu menyempurnakan ketakwaannya. Padahal ketakwaan itu letaknya di dada. Ketakwaan juga harus dioptimalkan di mana saja, kapan saja, dan dalam kondisi apapun juga. Ketakwaan tidak terbatas pada dinding masjid yang mengelilingi tempat sujud, sedangkan di luar dinding masjid, ketakwaan itu lantas menguap entah ke mana. Ketakwaan juga tidak boleh dibatasi saat berada di tengah keramaian manusia, namun jika sedang menyepi, ketakwaan itu juga turut “menyepi” dari hati. Sehingga seseorang terlihat begitu taat dan patuh kepada ketentuan-ketentuan Allah di kala berada di tengah-tengah manusia, namun banyak melakukan pelanggaran-pelanggaran manakala dia merasa aman dari pengawasan manusia.

Salah satu contoh riil dari perilaku manusia yang suka bersepi-sepi dalam kemaksiatan adalah kebiasaan mengakses situs-situs pornografi. Hal ini terbukti, ketika beberapa waktu lalu ada survey yang cukup mencengangkan, bahwa ternyata situs-situs porno merupakan situs yang terbanyak diakses oleh pengguna internet di Indonesia. Penulis menduga, akses-akses tersebut dibuka oleh sebagian orang, ketika mereka sedang bersepi-sepi, entah di kamar pribadi atau pun di tempat lain. Karena hanya mereka yang memang benar-benar tidak memiliki rasa malu sajalah, yang suka terang-terangan apalagi berjamaah, dalam mengakses situs-situs yang memalukan tersebut.

Terkait dengan dosa-dosa yang dilakukan saat bersepi-sepi ini, Rasulullah saw menjelaskan sebagai berikut:
Dari Tsauban radhiyallaahu ‘anhu dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sungguh aku mengetahui banyak di antara umatku yang akan datang pada hari kiamat nanti dengan berbekal kebaikan sebanyak gunung-gunung Tihamah, namun Allah menjadikan kebaikan mereka itu bagaikan debu yang beterbangan. Tsauban radhiyallahu ‘anhu berkata, “Wahai Rasulullaah, jelaskan sifat mereka kepada kami,agar kami tidak seperti mereka tanpa kami sadari!” Lantas Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya mereka adalah saudara-saudara kalian, dari jenis kalian, mereka melakukan shalat tahajud sebagaimana kamu lakukan, namun mereka ini jika menyendiri, mereka melanggar batasan Allah (berbuat maksiat)”. -HR. Ibnu Majah-

Betapa meruginya seorang mukmin yang belum mampu mengendalikan diri di kala bersepi. Ia menjadi manusia yang bangkrut dengan hilangnya pahala-pahala kebaikan yang telah dilakukannya. Maka, bersepi-sepi dengan keikhlasan dan ketaatan kepada Allah Ta’ala, adalah gambaran seorang yang benar-benar bertaqwa kepada-Nya. Apalagi jika dirinya mampu menitikkan air mata, atau bahkan menangis di hadapan-Nya, tanpa seorang pun mengetahuinya. Kemampuan untuk menangis hanya karena Allah di kala bersepi, adalah salah satu garansi mendapatkan naungan, di kala tiada naungan kecuali hanya naungan Allah SwT. Kedudukan serupa juga akan diterima oleh mereka yang gemar merahsiakan sedekahnya.

Sebagaimana hadits tentang tujuh golongan yang akan mendapatkan naungan ‘Arsy Allah Ta’ala dimana tidak ada naungan kecuali hanya naungan Allah Ta’ala, yaitu:
1. Pemimpin yang adil.
2. Pemuda yang tumbh dalam ibadah kepada Allah Ta’ala.
3. Seorang yang hatinya senantiasa bergantung di masjid.
4. Dua orang yang saling mencintai karena Allah Ta’ala. Mereka berkumpul karena Allah dan mereka pun berpisah juga karena Allah Ta’ala.
5. Seorang yang diajak wanita yang memiliki kedudukan dan kecantikan untuk berbuat yang tidak baik, namun ia mengucapkan, “Sungguh, aku takut kepada Allah.”
6. Seorang yang bersedekah dan dia rahasiakan sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya.
7. Seorang yang mengingat Allah dalam keadaan sendirian sehingga kedua matanya menangis.

*Penulis adalah kolumnis dan penulis buku, tinggal di Megelang

 

Harakatuna
Harakatuna
Harakatuna.com merupakan media dakwah berbasis keislaman dan kebangsaan yang fokus pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan keislaman dengan ciri khas keindonesiaan. Transfer Donasi ke Rekening : BRI 033901002158309 a.n PT Harakatuna Bhakti Ummat

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru