Allah Yang Maha Pemalu


1
5 shares, 1 point

Seorang pengembara menempuh jalan jauh, tanpa pamrih meniti alam semesta, untuk menemukan Tuhannya. Pada suatu hari dia mengangkat tangannya Ya Robbii, Ya Robbii. Malaikat pun memotong doanya dan berkata ‘Ya Allah saya telah mengamati orang ini selama hidupnya, tidak pantas jika Engkau ampuni dosanya. Kemudian Allah menjawab, “Hai malaikat,  Aku merasa malu kepada hambaKu yang mengakat kedua tangannya. Aku adalah Al-Wahab, Al-Ghofur, sumber pengampunan bagi mereka. Maka Aku pasti menyambut doanya dengan bahagia.

Maka ketika kita berdoa kepadaNya jangan terburu-buru untuk marah apalagi berputus asa hanya karena do’a yang kita panjatkan belum terkabul. Sebab Allah itu pasti akan mengabulkan do’a setiap hambanya. Mungkin nanti, lusa, tahun depan, atau saat yang tak terbayangkan oleh kita. Ketika do’a tak kunjung terkabul, bisa jadi do’a tersebut memang sengaja Allah simpan, alasannya mungkin tidak akan diketahui saat ini, tapi esok atau lusa kita pasti akan dapat melihatnya dan bersyukur.

Dari Salman al-Farisi bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ رَبَّكُمْ تَبَارَكَ وَتَعَالَى حَيِىٌّ كَرِيمٌ يَسْتَحْيِى مِنْ عَبْدِهِ إِذَا رَفَعَ يَدَيْهِ إِلَيْهِ أَنْ يَرُدَّهُمَا صِفْرًا

Sesungguhnya Rabb-mu (Allah) Ta’ala adalah maha pemalu lagi maha mulia, Dia malu terhadap hamba-Nya (yang berdoa dengan) mengangkat kedua tangannya kepada-Nya kemudian Dia menolaknya dengan hampa“ (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)

Ketika kita meminta kepadaNya, bayangkan bahwa Allah sedang berkata, “Selamat datang hambaKu yang berjuang dengan hati dan batinnya, dan bersiap untuk melakukan perjalan jauhnya. Mintalah apa yang kamu inginkan, meskipun Aku sudah tahu apa yang kamu pinta, tapi memintalah supaya Aku lega dalam bercinta ini, dan Aku akan mengabulkannya.

Baca Juga:  Islam dan Etika Bermedia (Sosial)

Allah Yang Maha Pemalu adalah suatu kabar gembira bagi kita yang tengah dalam kesulitan agar tidak segan-segan selalu berdoa dengan sungguh-sungguh kepadaNya, mengadu dan memohon pertolongan agar diringankan semua beban hidup. Dan lebih afdhal lagi, ketika kita datang dan memohon pada Allah di tengah malam, di saat orang lain umumnya tidur terlelap. Karena Allah malu pada hamba-Nya yang bangun di malam hari khusus untuk beraudiensi dengan-Nya, memohon ampunan, rezeki, dan apa saja yang sangat dihajatkan.

(Rasyida Rifa’ati Husna)

 

 

 


Like it? Share with your friends!

1
5 shares, 1 point

What's Your Reaction?

Tidak Suka Tidak Suka
0
Tidak Suka
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Terkejut Terkejut
0
Terkejut
Wow Wow
0
Wow
Bingung Bingung
0
Bingung
Marah Marah
0
Marah
Suka Suka
1
Suka
Harakatuna

Harakatuna merupakan media dakwah yang mengedepankan nilai-nilai toleran, cerdas, profesional, kritis, faktual, serta akuntabel dengan prinsip utama semangat persatuan dan kesatuan bangsa yang berdasar pemahaman Islam: rahmat bagi semua makhluk di dunia.