25.4 C
Jakarta

Alissa Wahid Sebut Perusakan Rumah Ibadah Jamaah Ahmadiyah Sebagai Bentuk Terorisme

Artikel Trending

AkhbarNasionalAlissa Wahid Sebut Perusakan Rumah Ibadah Jamaah Ahmadiyah Sebagai Bentuk Terorisme
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com. Jakarta-Direktur Nasional Gusdurian Network Indonesia, Alissa Qotrunnada Munawaroh atau yang karib disapa Alissa Wahid merasa kecewa ketika ada perusakan sarana ibadah jamaah Ahmadiyah di Sintang, Kalimantan Barat.

Menurutnya, aksi brutal dengan melakukan perusakan fasilitas ibadah orang lain adalah bentuk kriminalitas yang tidak bisa dibenarkan dalam sudut pandang apapun.

“Sekelompok orang mengatasnamakan umat Islam merusak bangunan masjid Ahmadiyah di Sintang. Apapun alasannya, ini tindakan melanggar hukum,” kata Alissa, Jumat (3/9).

Bahkan kata putri almarhum KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur ini menyebut, bahwa aksi kekerasan dan perusakan sarana dan prasarana ibadah orang lain adalah bentuk terorisme.

“Perusakan bangunan milik orang, pelanggaran hak konstitusional warga, tindakan teror, dan seterusnya. Masa praktik seperti ini dibiarkan, pak Jokowi,” ujarnya.

Sebagai warga Nahdliyyin, Alissa Wahid tak bisa membenarkan aksi kekerasan dan perusakan sarana ibadah orang lain yang mungkin dianggap sebagian orang adalah ajaran sesat, walaupun menggunakan dalih agama sekalipun.

Karena menurut keyakinan Alissa Wahid, agama tidak membenarkan aksi terorisme dan permainan hakim sendiri, termasuk ajaran agama Islam.

“Syariat siapa yang mengajarkan boleh merusak bangunan orang lain, main hakim sendiri, meneror?,” tandasnya.

Alissa Wahid menyatakan, siapapun sangat boleh tidak setuju dengan ajaran agama apapun, termasuk agama yang diyakini oleh para pengikut Ahmadiyah. Bahkan mendiang ayahnya pun juga tidak setuju dengan syariat yang diyakini dan dijalankan oleh kelompok tersebut.

BACA JUGA  Densus Waspadai Bantuan Pengungsi Afghanistan untuk Terorisme

Hanya saja, aksi brutal dan perusakan fasilitas publik secara sembarangan maupun fasilitas kelompok tertentu tidak bisa dibenarkan dengan dalil agama sekalipun.

“Anda boleh tidak setuju keyakinan orang Ahmadiyah. Gus Dur pun tidak setuju. Itu tidak membuat anda atau siapapun punya hak merusak bangunan orang dan main hakim sendiri,” tegasnya.

Perlu diketahui, bahwa ratusan orang yang mengatasnamakan kelompok keagamaan tertentu melakukan aksi perusakan terhadap Masjid Ahmadiyah di Tempunak, Sintang, Kalimantan Barat (Kalbar).

Selain merusak bangunan masjid, massa juga membakar bangunan yang ada di samping masjid.

“Ada. Yang sempat terbakar adalah gudang material di samping masjid. Untuk masjid ada bagian yang rusak karena lemparan batu,” ujar Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Donny Charles Go, saat dimintai konfirmasi, Jumat (3/9).

Donny mengatakan aksi tersebut diduga dipicu warga yang kecewa karena Pemkab Sintang hanya menghentikan operasional masjid. Padahal, kata Donny, mereka menuntut agar masjid itu dibongkar.

“Mereka kecewa karena Pemkab Sintang hanya menghentikan operasional di tempat ibadah. Sedangkan massa menuntut agar tempat ibadah dibongkar,” tuturnya.

Donny menyebut situasi di lokasi sudah mulai kondusif setelah sekitar 300 polisi dikerahkan ke lokasi. Dia mengatakan tidak ada korban jiwa akibat kejadian tersebut.

“Tapi situasi sudah terkendali dan kondusif. Massa sudah kembali,” ucap Donny.

“Tidak ada korban jiwa. Kalau warga Ahmadiyah sudah diamankan oleh personel kita sejak Agustus lalu,” imbuhnya.

 

Harakatuna
Harakatuna.com merupakan media dakwah berbasis keislaman dan kebangsaan yang fokus pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan keislaman dengan ciri khas keindonesiaan. Transfer Donasi ke Rekening : BRI 033901002158309 a.n PT Harakatuna Bhakti Ummat

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru