Akhlak Itu di atas Ilmu


Akhlak itu di atas ilmu.Sepintar apapun seseorang jika senangnya menghujat ataupun menyalahkan orang lain maka percuma ilmu yang dimilikinya.Apalagi orang tersebut senang menyulut orang lain untuk ikut membenci seseorang.Akhlak seperti ini sudah jauh dari keinginan Rasulullah SAW.

Hal ini ditegaskan Pengasuh Pondok Pesantren Asrama Pelajar Islam (API) Tegalrejo Magelang, Jawa Tengah KH Yusuf Chudlori (Gus Yusuf), menyikapi fenomena saat ini di mana orang dengan gampangnya menghina, menjelekkan dan membenci orang lain.

“Berbeda pendapat itu hal yang wajar. Tapi bagaimana kita menyampaikannya. Tanpa harus saling menghujat. Tanpa harus menyakiti hati satu sama lain. Jadi perbedaan pendapat nggak masalah,” ungkapnya melalui akun Facebook-nya, Selasa (27/11).

Perbedaan pendapat lanjut Gus Yusuf tidak boleh diselesaikan dengan mengejek, menghujat, mencaci maki.

“Sekarang ini kan, berbeda sedikit menghujat, mencaci maki bahkan mengafirkan satu dengan yang lainnya. Itu jauh dari akhlak Rasulullah SAW. Yang seperti itu tolong siapapun itu hindari, hindari. Tidak usah didengarkan lagi,” ajaknya.

Gus Yusuf menegaskan sepintar apapun, jika seseorang tidak mempunyai akhlak maka akan jauh dari Rasulullah SAW.

“Kita sepakat bahwa Rasulullah SAW lah figur manusia sempurna yang paling layak diteladani. Beliau adalah manusia yang dijaga Allah SWT dari segala kemaksiatan dan dosa (ma’shum). Akhlak beliau amat mulia, bahkan agung, beliau tidak pernah menghujat, mencaci maki, menyakiti yang lain, sehingga Allah SWT pun mengagumi dan membanggakan beliau,” jelasnya.

Hal ini diungkapkan oleh Allah SWT dalam Al-Qur’an surat Al-Qalam ayat 4 yang artinya: “Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pakerti yang agung”.

Akhlak Nabi Muhammad SAW terang Gus Yusuf adalah cerminan Al-Qur’an. Bahkan beliau sendiri adalah Al-Qur’an hidup yang hadir di tengah-tengah umat manusia. Membaca dan menghayati akhlak beliau berarti membaca dan menghayati isi kandungan Al-Qur’an.

Baca Juga:  Berkah Dan Fanatisme Kepemimpinan

“Lalu karena beda pendapat, beda pilihan kemudian kita menghujat, mencaci maki, menyakiti yang lain, akhlak siapa yang kita tiru?” tanyanya.

 


Like it? Share with your friends!

What's Your Reaction?

Tidak Suka Tidak Suka
0
Tidak Suka
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Terkejut Terkejut
0
Terkejut
Wow Wow
0
Wow
Bingung Bingung
0
Bingung
Marah Marah
0
Marah
Suka Suka
0
Suka
Harakatuna

Harakatuna merupakan media dakwah yang mengedepankan nilai-nilai toleran, cerdas, profesional, kritis, faktual, serta akuntabel dengan prinsip utama semangat persatuan dan kesatuan bangsa yang berdasar pemahaman Islam: rahmat bagi semua makhluk di dunia.