25.7 C
Jakarta

Agar Tidak Terpapar Radikalisme, Mahasiswa Perlu Memahami Moderasi Beragama

Artikel Trending

AkhbarDaerahAgar Tidak Terpapar Radikalisme, Mahasiswa Perlu Memahami Moderasi Beragama
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com. Makassar – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI bersama Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin menggelar workshop “Moderasi Beragama” di Auditorium UIN Alauddin, Selasa (16/8/2022).

Sebanyak 500 mahasiswa mengikuti workshop yang dihadiri oleh Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Kemenpora Prof Faisal Abdullah.

Faisal memetakan konsep moderasi beragama yang lahir dari prespektif radikalisme.

“Kita sebagai umat beragama harus menepis hadirnya radikalisme yang sangat berpengaruh pada moderasi beragama,” ucapnya.

Mahasiswa katanya sebagai pemuda penerus nilai – nilai agama, harus mengembangkan pemahaman sesuai dengan syariat islam.

“Hadirnya radikalisme kan karena banyak masyarakat yang masih percaya pada ajaran orang terdahulu tanpa berlandaskan pada literasi atau dasar agama itu sendiri,” pungkasnya.

Untuk menghadirkan prespektif selaras antar manusia tentang beragama. Anak muda membangun pemahaman yang setara dan menyeluruh tentang konsep beragama.

BACA JUGA  Perempuan Berperan Strategis Bentengi Warga dari Radikalisme

“Ini dilakukan agar tidak ada kekerasan yang terjadi dalam mempertahankan pemahaman masyarakat atau menjadi fanatik dalam menanamkan nilai – nilai beragama,” pungkasnya.

Sebab, hadirnya radikalisme ditengah masyarakat akan menjadi boomerang bagi lingkungan dan dunia sosial.

“Bagus kalau mereka yang menjujung radikalisme dalam ranah organisasi, karena bisa dibubarkan atau diberantas. Tapi, kalau dia bersifat individu. Susah untuk dideteksi. Nah, ini yang berbahaya,” jelasnya.

Jika disandingkan dengan perspektif keberagaman tutur Faisal, akan melahirkan perbedaan dan disharmoni.

“Makanya, kita harus me-manage keberagaman. Dengan cara apa? Yah ini, kita mengunjungi beberapa daerah untuk membicarakan tentang moderasi beragama. Misalnya saat ini, yang hadir sekita 500 orang, sedikit-sedikit akan menjadi banyak dan sepaham,” terangnya

Ahmad Fairozi
Ahmad Fairozihttps://www.penasantri.id/
Mahasiswa UNUSIA Jakarta, Alumni PP. Annuqayah daerah Lubangsa

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru