24.6 C
Jakarta

Afghanistan Hadapi Mimpi Buruk Pasca Datangnya Musim Dingin

Artikel Trending

AkhbarInternasionalAfghanistan Hadapi Mimpi Buruk Pasca Datangnya Musim Dingin
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com. Afghanistan – Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, pada Kamis (13/1), mengatakan mimpi buruk sedang dialami Afghanistan, dan menekankan bahwa “suhu beku akibat musim dingin yang melanda dan pembekuan aset negara adalah kombinasi yang mematikan” bagi rakyat Afghanistan.

Berbicara kepada wartawan di New York, Guterres mengatakan dua hari setelah meluncurkan permohonan bantuan kemanusiaan terbesar yang pernah diajukan bagi sebuah negara, dunia kini bertarung melawan waktu untuk membantu rakyat Afghanistan.

Ia menjelaskan bahwa lebih dari separuh penduduk Afghanistan kini tergantung pada bantuan kemanusiaan, dan bahwa tanpa upaya yang lebih terkoordinir dari masyarakat internasional, maka setiap laki-laki, perempuan dan anak-anak di Afghanistan akan menghadapi kemiskinan akut di tengah merebaknya pandemi COVID-19.

Guterres lebih jauh mengatakan operasi bantuan yang didanai dengan baik di Afghanistan memiliki kapasitas untuk mencapai hasil yang luar biasa, dengan menjangkau sekitar 18 juta orang di seluruh negara itu pada tahun lalu.

BACA JUGA  PM Pakistan Ingin OKI Tengahi Konflik Rusia-Ukraina

“Aturan dan ketentuan yang mencegah digunakannya uang untuk menyelamatkan nyawa dan perekonomian, harus dihentikan dalam situasi darurat ini. Pendanaan internasional harus diizinkan untuk membayar gaji pekerja di sektor publik, dan untuk membantu lembaga-lembaga Afghanistan memberikan layanan kesehatan, pendidikan dan layanan vital lainnya,” ujar Guterres.

Ia mengatakan dukungan bagi fungsi esensial pemerintah itu akan memberi harapan pada rakyat Afghanistan bagi masa depan mereka, dan alasan untuk tetap tinggal di negara mereka dan menyambut adopsi Dewan Keamanan PBB atas pengecualian kemanusiaan terhadap sanksi-sanksi PBB bagi rezim di Afghanistan.

Lebih lanjut, PBB telah mengambil langkah-langkah untuk menyuntikkan uang tunai ke dalam perekonomian Afghanistan lewat pengaturan resmi yang kreatif, tetapi hal ini bagai setetes air di ember. Guterres menyoroti perlunya memulai sistem perbankan di Afghanistan untuk mencegah ambruknya perekonomian dan memungkinkan dilakukannya operasi kemanusiaan.

Harakatuna
Harakatuna
Harakatuna.com merupakan media dakwah berbasis keislaman dan kebangsaan yang fokus pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan keislaman dengan ciri khas keindonesiaan. Transfer Donasi ke Rekening : BRI 033901002158309 a.n PT Harakatuna Bhakti Ummat

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru