27.9 C
Jakarta

Eri Cahyadi Sosialisasi Bahaya Radikalisme kepada 85 Perwakilan Ponpes

Artikel Trending

AkhbarDaerahEri Cahyadi Sosialisasi Bahaya Radikalisme kepada 85 Perwakilan Ponpes
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com. Surabaya – Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya memberikan pengarahan bahaya radikalisme sekaligus silaturahmi kepada 85 perwakilan pengurus Pondok Pesantren (Ponpes) di Graha Sawunggaling, Selasa (28/6/2022).

Dalam sambutannya, Eri Cahyadi mengatakan, mengatasi paham radikalisme di Surabaya harus dengan sinergitas dan dilakukan penguatan serta pengawasan di tingkat kecamatan. Oleh karena itu, ia mengingatkan kepada camat, lurah dan warga untuk saling aware dengan lingkungan di sekitarnya.

“Warga jangan sungkan melapor ke Kecamatan, Polsek, Danramil atau Kelurahan, apabila menemukan adanya ajaran diluar ajaran Islam. Begitu dengan camat dan lurah, kalau ada ponpes baru tolong tanyakan ke tokoh agama di wilayahnya, sesuai atau tidak ajarannya,” kata Eri Cahyadi.

Dalam kesempatan ini, juga hadir Abdul Muchid Murtadho Ketua MUI Kota Surabaya serta para tokoh ulama duduk bersama dengan Eri Cahyadi, membahas pencegahan radikalisme di Kota Pahlawan.

Eri Cahyadi itu menyampaikan kepada seluruh pengurus ponpes, untuk tidak lupa saling berkolaborasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) dan Forkopimda Surabaya.

Eri mengatakan, mencegah paham radikalisme juga butuh kontribusi tokoh agama lain, agar Kota Surabaya ke depannya semakin kondusif dan terhindar dari ajaran yang melanggar aturan umat beragama.

BACA JUGA  Penting Peran Perempuan Tangkal Radikalisme Terorisme

“Hari ini kami mengundang dari ponpes, setelah itu kita undang juga tokoh agama dan lembaga keagamaan lainnya,” ujarnya.

Selain kolaborasi, Eri menyampaikan, agar paham radikalisme tidak sampai merasuk ke lingkup ponpes, Pemkot Surabaya juga mengajak untuk mengembangkan ekonomi kerakyatan.

“Biar nggak kagetan, tiba-tiba di Surabaya ada ajaran atau organisasi yang tidak terdaftar oleh negara seperti kemarin. Maka dari itu, kita gandeng pondok pesantren dengan kegiatan positif, seperti halnya ekonomi kerakyatan,” sebutnya.

Bukan itu saja, Eri juga akan meningkatkan kesejahteraan ponpes dengan memberikan beasiswa dan Bantuan Operasional Pendidikan Daerah (BOPDA).

“Termasuk madrasah aliyah, kan sudah masuk daftaranya. Maka dari itu, untuk ponpes harus didata lagi. Khusus arek Suroboyo yang ada di ponpes kita berikan BOPDA,” imbuhnya.

Sementara, Abdul Muchid Murtadho mendukung langkah Pemkot Surabaya dan Forkopimda dalam mengatasi pencegahan ajaran radikalisme di Kota Pahlawan.

“Agar umat Islam terutama anak – anak muda Surabaya tidak terjerumus dengan ajaran radikal, kita harus mencegah itu dari awal. Jangan sampai juga generasi kita selanjutnya terjerumus ke hal maksiat dan sebagainya,” pungkas Muchid.

Ahmad Fairozi
Ahmad Fairozihttps://www.penasantri.id/
Mahasiswa UNUSIA Jakarta, Alumni PP. Annuqayah daerah Lubangsa

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru